Tokoh Adat Negeri Rutah Minta Kasus Data Palsu Milik Lewenussa Diungkapkan Secara Tuntas

Mantan Raja Rutah dan Steve

Rutah-Maluku Tengah, Bedahnusantara.com: Harapan masyarakat Negeri Seilale terhadap hadirnya Raja Definitif yang akan membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat, harus kembali menjadi rusak dan buyar. Akibat dari ulah dan perbuatan dari Quraizin Tuheteru (Pj.Negeri Seilale/Sekcam Nusaniwe) bersama seorang yang mengaku bernama Tony Lewenussa dan yang juga mengaku merupakan seorang ahli sejarah yang sering dimintakan kesaksiannya oleh pengadilan terkait persoalan adat istiadat maupun persoalan mata rumah, serta ditambah dengan dugaan bahwa Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Kota Ambon, Alvian Lewenussa. Disinyalir sebagai aktor intelektual lain diluar Quraizin Tuheteru (Pj.Negeri Seilale/Sekcam Nusaniwe) yang memberikan Data Palsu (dokumen palsu terkait Negeri Seilale yang berasal dari Negeri Rutah Maluku Tengah) untuk disebarkan dan diperjual belikan oleh Quraizin Tuheteru (Pj.Negeri Seilale/Sekcam Nusaniwe) bersama Tony Lewenussa.

Perbuatan Quraizin Tuheteru (Pj.Negeri Seilale/Sekcam Nusaniwe) bersama seorang yang mengaku bernama Tony Lewenussa dan juga Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Kota Ambon, Alvian Lewenussa, adalah dengan membawa dokumen palsu (data bohong) terkait pemerintahan Negeri Seilale yang berasal dari Negeri Rutah, Kabupaten Maluku Tengah.

Bacaan Lainnya

Untuk diketahui, Tony Lewenussa, adalah orang yang dikenal oleh Quraizin Tuheteru (Pj.Negeri Seilale/Sekcam Nusaniwe) yang diduga menjadi aktor lain bersama Quraizin Tuheteru (Pj.Negeri Seilale/Sekcam Nusaniwe) untuk memuluskan niat mereka merusak akan tatanan Adat, sejarah, dan hak asal-usul di Negeri Seilale, dengan memberikan data palsu (Dokumen bohong) terkait Negeri Seilale, yang kemudian oleh Quraizin Tuheteru (Pj.Negeri Seilale/Sekcam Nusaniwe) diarahkan kepada kedua Mata Rumah Loppies dan Kailola untuk dapat membeli data palsu dan bohong tersebut dari aktor mengaku bernama Tony Lewenusa ini.

Hal tersebut semakin terbukti berdasarkan hasil identifikasi dan penulusuran oleh Media Bedahnusantara.com, terungkap fakta bahwa; pada tanggal 13 November 2021, dalam rapat yang dipimpin oleh Quraizin Tuheteru (Pj.Negeri Seilale/Sekcam Nusaniwe) bersama para Anggota Saniri Negeri Seilale. Para Saniri Negeri Seilale, diarahkan oleh Quraizin Tuheteru (Pj.Negeri Seilale/Sekcam Nusaniwe) untuk nantinya akan berjumpa dengan Tony Lewenussa (Aktor milik Quraizin Tuheteru, Pj.Negeri Seilale/Sekcam Nusaniwe). Untuk memperoleh data palsu (bohong) terkait Negeri Seilale, yang katanya berasal dari Negeri Ruta, Kabupaten Maluku Tengah, yang sudah disiapkan oleh Tony Lewenussa.

Dan kemudian pada tanggal 14 November 2021, Quraizin Tuheteru (Pj.Negeri Seilale/Sekcam Nusaniwe) membawa para anggota Saniri Negeri Seilale untuk menemui Tony Lewenussa (aktor milik Quraizin Tuheteru, Pj.Negeri Seilale/Sekcam Nusaniwe) di sebuah kedai kopi (Cafe) bernama OYO yang berlokasi di daerah poka, Kecamatan Teluk Ambon.

Dugaan tersebut semakin menguat mengingat Quraizin Tuheteru (Pj.Negeri Seilale/Sekcam Nusaniwe) adalah bukan merupakan orang asli Negeri Rutah, sehingga kecil kemungkinan untuk seorang Quraizin Tuheteru (Pj.Negeri Seilale/Sekcam Nusaniwe) yang tidak ada kaitan dengan Negeri Adat Rutah akan mampu memiliki data palsu (dokumen palsu terkait Negeri Seilale yang berasal dari Negeri Ruta Maluku Tengah) tanpa dibantu oleh orang lain yang dalam hal ini diduga adalah Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Kota Ambon, Alvian Lewenussa.

Mantan Raja Rutah dan Steve
Foto: Pertemuan Pimpinan Media Bedahnusantara bersama Tokoh Adat Negeri Rutah, H.Abdul Rauf Latarissa (Mantan Raja Negeri Rutah Tahun 1994-2003) Demi Mengungkap Tabir Data Palsu Dari Negeri Rutah

Selanjutnya berdasarkan fakta dalam bukti rekaman pembicaraan yang dimiliki oleh Media Bedahnusantara.com terungkap fakta bahwa: Quraizin Tuheteru (Pj.Negeri Seilale/Sekcam Nusaniwe) menyatakan kepada Tony Lewenussa, untuk nantinya Pemerintah (Pemerintah Negeri Seilale) akan memberikan ucapan terimakasih (diduga berupa uang/biaya) karena telah membantu kinerja mereka (Quraizin Tuheteru selaku penjabat dan juga Saniri Negeri Seilale). Akan tetapi melalui perjumpaan ini, yang menjadi sebuah langkah untuk kedua mata rumah (Loppies dan Kailola) untuk mencari atau mengupayakan untuk memiliki dokumen palsu (dokumen palsu terkait Negeri Seilale yang berasal dari Negeri Ruta, Kabupaten Maluku Tengah) yang dimiliki oleh Tony Lewenussa.

” Pemerintah akan memberikan ucapan terimakasih karena Om (Tony Lewenussa) sudah membantu katong punya Kinerja, Katong Tetap Ingat itu. Tapi Yang Lebih Fokus dokumen ini kedua mata donk yang mesti cari, Katong seng ada tugas for ini, ini mata rumah Om (Tony Lewenussa),” Ungkap (Quraizin Tuheteru selaku penjabat dan juga Saniri Negeri Seilale) seperi dalam rekaman milik media Online Bedahnusantara.

Bahkan Quraizin Tuheteru (Pj.Negeri Seilale/Sekcam Nusaniwe) menekankan bahwa, pihak pemerintah Negeri tidak akan membantu Mata Rumah untuk mendapatkan bukti ini, sebab bukti ini yang kemudian akan dipakai sebagai alat dalam musyawarah. Sehingga dirinya tidak mau Mata Rumah diuntungkan dengan hanya pemerintah Negeri yang mengambil data ini, akan tetapi kedua Mata Rumah juga harus mengambil data tersebut sebagai pegangan.

Menyikapi sepak terjang dan perbuatan para aktor (Terduga Pelaku,Quraizin Tuheteru, Tony Lewenussa, dan Alvian Lewenussa) yang telah mencoba merugikan Negeri Seilale, Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon. Terkait penggunaan data palsu dari Negeri Ruta Kabupaten Maluku Tengah, untuk menghambat pelantikan Raja Defenitif. Tokoh Adat dan juga masyarakat Negeri Ruta menyatakan reaksi dan kegeramannya.

Menurut Tokoh Adat Negeri Ruta, H.Abdul Rauf Latarissa,: ” Terkait pemberitaan tentang Negeri Silale kecamatan Nusaniwe dengan menampilkan surat” palsu yg berasal dari Negeri Rutah, selaku tokoh adat perlu saya jelaskan bahwa Negeri Rutah tidak mempunyai hubungan sejarah dan adat istiadat dengan Negeri Silale di Kota Ambon,” Ungkap H. Abdul Rauf Latarissa Kepada Media ini.

Saya menyatakan hal ini dengan sebenar-benarnya, sebab selaku Mantan Raja Negeri Rutah Tahun 1994 -2003, Mantan Sekretaris Negeri Rutah, dan kini Saniri Negeri Rutah sejak 2005 -2022. Saya berkewajiban menyatakan kebenaran dengan sebenar-benarnya, dan Allah SWT,Tuhan Yang Maha Kuasa, menjadi saksinya bahwa apa yang saya katakan adalah benar.

Lebih lanjut Dikatakannya, setelah kita membaca berita dan melihat gambar beberapa surat yang dibuat di atas segel itu ternyata sama bentuknya dengan yang dimunculkan di Negeri Rutah, oleh salah satu mata rumah yang mengaku bahwa mereka juga mata rumah parentah sementara sepanjang sejarah Negeri Rutah lahir dan berdiri, mereka tidak pernah memerintah.

Ketika disinggung soal dokumen palsu yang ada, H. Abdul Rauf Latarissa menyatakan; “surat-surat yang mereka munculkan itu, setelah diteliti ternyata ditulis dengan komputer, bahkan Surat Keputusan (SK). Raja yang diterbitkan oleh perintah hidia Belanda masa itu berikut ejaannya amborador. Sebab ada yang menggunakan ejaan Van hopsen ada yang menggunakan ejaan yang disempurnakan. Dan surat-surat tersebut katanya didapat dari Saudara. Toni Lewenussa pribadi, menurut pengakuan salah seorang pegawai kota Madia Ambon (Terduga Alvian Lewenussa),” Paparnya.

” Jadi mohon maaf bapa, saya mau tegaskan disini bahwa surat-surat palsu tersebut (yang ditunjukan bagi Negeri Seilale dan Negeri Rutah) sama sekali tidak berasal dari Negeri Rutah dan Negeri Rutah juga korbannya,” Imbuhnya.

Dengan demikian, Lanjutnya ” maka tidak ada hubungannya Negeri Rutah dengan Surat-surat palsu tersebut, bahkan Negeri Rutah juga ditipu, dengan menampilkan surat-surat yang sama oleh salah seorang pejabat kantor kota Madia Ambon (Terduga Alvian Lewenussa) dalam satu acara Audiens dengan masyarakat Negeri Rutah, sehingga permasalahan Raja di Negeri Rutah berujung penyelesaiannya di Pengadilan Negeri (PN) Masohi dan kini sedang menjalani tahap kasasi di Mahkama Agung (MA),” Terang H. Abdul Rauf Latarissa.

Sehingga dapat saya tegaskan sekali lgi bahwa: ” Dengan demikian surat-surat tersebut tidak berasal dari Negeri Rutah dan kami sangat berterima kasi kepada Bapak (Media Bedahnusantara.com) karna suda membantu kami dan semua masyarakat, termasuk Negeri Seilale, dan Negeri lainnya untuk membuka tabir ini, karna banyak Negeri Adat lain yang juga mengalami hal yang sama dengan yang dirasakan oleh Negeri Silale serta Negeri Rutah. Selanjutnya kami selalu siap memberikan keterangan bila diperlukan,” Tegas Latarissa.

Diakhir penegasannya, mantan Raja Negeri Rutah Tahun 1994 -2003 ini menyatakan, bahwa; Dirinya siap untuk itu apabila dibutuhkan, kami para tokoh Adat Negeri Rutah selalu siap dengan senang hati untuk memberikan keterangan/kesaksian tentang surat-surat palsu tersebut sesuai apa yang kami rasakan selama ini atas perbuatan Saudara, Toni Lewenussa terhadap Negeri Rutah Terimakasih,” Tegasnya. (BN-08)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan