Wali Kota Dorong Kerja Sama Konkret dengan FST Unpatti untuk Pendidikan dan Lingkungan

IMG 1717
Screenshot

Editor: Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com: Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, meminta seluruh perangkat daerah terkait untuk tidak hanya berhenti pada wacana dan pembahasan, tetapi segera merealisasikan kerja sama konkret dengan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Pattimura (Unpatti). Instruksi tersebut ditujukan kepada Dinas Pendidikan (Dindik), Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP), serta Dinas Perhubungan (Dishub) guna memperkuat sektor pendidikan dan pengendalian pencemaran udara di Kota Ambon.

Arahan tersebut disampaikan Wali Kota saat menerima audiensi jajaran pimpinan FST Unpatti di Balai Kota Ambon, Kamis (4/6/2026).

Kepada Dinas Pendidikan Kota Ambon, Wali Kota menginstruksikan agar segera menyusun langkah kolaborasi melalui perjanjian kerja sama yang berfokus pada peningkatan kompetensi tenaga pendidik dan pengembangan sistem pembelajaran berbasis teknologi.

“Dindik harus segera menindaklanjuti kerja sama ini. Kita membutuhkan dukungan dari perguruan tinggi untuk memperkuat kapasitas guru, sekaligus menghadirkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini,” kata Wattimena.

Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan harus dimulai dari penguatan kompetensi guru sebagai ujung tombak proses pembelajaran. Guru yang profesional dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dinilai akan berkontribusi besar dalam mencetak generasi muda yang kreatif, kritis, dan berdaya saing.

Wali Kota menilai FST Unpatti memiliki kapasitas akademik yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung transformasi pendidikan di Kota Ambon, khususnya dalam pengembangan literasi digital, pemanfaatan teknologi pendidikan, serta penerapan pembelajaran berbasis sains yang lebih kontekstual.

Selain bidang pendidikan, pemerintah kota juga mendorong kolaborasi dengan FST Unpatti dalam upaya pengendalian pencemaran udara melalui program uji emisi kendaraan bermotor.

Untuk itu, Wali Kota menginstruksikan DLHP dan Dishub agar segera berkoordinasi dengan pihak fakultas guna menyiapkan dukungan ilmiah, data, serta asistensi teknis yang dibutuhkan dalam pelaksanaan program tersebut.

“Saya menginstruksikan Kepala Dinas Perhubungan dan Kepala DLHP untuk segera menindaklanjuti langkah kolaborasi ini. Pendekatan ilmiah dan dukungan akademik sangat dibutuhkan dalam proses pengukuran kualitas udara, pemetaan data pencemaran, hingga perumusan kebijakan pengendalian yang tepat sasaran di Kota Ambon,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan uji emisi bukan sekadar mengetahui tingkat pencemaran yang dihasilkan kendaraan, tetapi juga menjadi dasar ilmiah dalam penyusunan kebijakan lingkungan yang lebih akurat, terukur, dan berbasis data.

Melalui kemitraan antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, Wattimena berharap berbagai program pembangunan dapat didukung oleh hasil penelitian dan kajian akademik sehingga menghasilkan kebijakan yang lebih efektif, baik di bidang pendidikan maupun lingkungan hidup.

“Kolaborasi dengan perguruan tinggi harus memberikan manfaat nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, seluruh perangkat daerah terkait wajib segera membangun kemitraan dan menindaklanjuti hasil pertemuan ini dalam bentuk program kerja yang konkret,” tandasnya. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan