Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) tengah melakukan langkah strategis dengan merevisi kurikulum pembelajaran berbasis Outcome Based Education (OBE) sebagai upaya menjawab tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.
Hal tersebut disampaikan Kaprodi Fakultas Hukum UKIM, Dr. Jesicca Picauly, saat wawancara langsung di Zest Hotel Ambon, Jumat (29/5/2026). Ia menjelaskan bahwa perubahan kurikulum ini berangkat dari hasil tracer study terhadap lulusan sebelumnya yang menunjukkan masih adanya alumni yang belum terserap cepat di dunia kerja.
“Kalau kita melihat hasil lulusan yang sudah ada, ternyata dari hasil studi masih ada yang belum langsung masuk dunia kerja. Sebagian masih berada dalam daftar tunggu atau proses menunggu kerja,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi dasar penting bagi pihak fakultas untuk melakukan penyesuaian kurikulum agar lebih responsif terhadap kebutuhan pasar kerja. Tujuannya adalah memperpendek masa tunggu lulusan serta memastikan lulusan memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan oleh industri dan masyarakat.
“Makanya kita harus mencari strategi bagaimana kurikulum ini bisa lebih membuat pasar kerja tertarik dengan output yang kita hasilkan,” jelasnya.
Dr. Jesicca menegaskan bahwa orientasi pendidikan tinggi saat ini tidak lagi hanya berfokus pada input dan proses pembelajaran, tetapi harus mengarah pada outcome atau dampak nyata dari lulusan. Karena itu, pendekatan OBE dinilai lebih relevan dibandingkan kurikulum sebelumnya yang berbasis KKNI dan MBKM.
“Sekarang kita mengarah ke OBE yang lebih berdampak. Tujuannya bagaimana kita bisa menghasilkan lulusan yang begitu keluar langsung dapat kerja. Industri langsung membutuhkan kualitas lulusan kita,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kualitas lulusan sangat ditentukan oleh kurikulum yang dirancang dengan tepat. Oleh karena itu, revisi kurikulum dilakukan berdasarkan hasil temuan tracer study sebagai dasar akademik dalam pengambilan kebijakan.
“Kalau kita ingin output atau outcome yang baik, maka kurikulumnya juga harus disesuaikan. Jadi revisi ini penting karena berdasarkan hasil temuan yang sudah kita dapatkan melalui tracer study,” pungkasnya. (BN Grace)





