Pattimahu Dan Okmemera: Musda Fersi Faisal Bukan Musda Penyatuan, Saihitua Jangan Bohongi Publik Dengan Musda Yang Cacat Prosedur

Editor: Norin Rehatta


Maluku, Bedahnusantara.com: Polemik terkait adanya proses penyatuan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Provinsi Maluku, telah melahirkan berbagai tanggapan dan respon dari sejumlah kalangan.

Berita Musda KNPI
Gambar: Ketua DPD KNPI Maluku, Subhan Pattimahu, M.Si, bersama Kadispora Maluku, Sandy Wattimena dan Nikolas Okmemera


Sebelumnya, dalam video yang disebarkan oleh sejumlah kalangan, terlihat Gubernur Maluku Irjen.Pol.Purn.Murad Ismail menyampaikan pesan agar kepemudaan dan elemen pemuda yang berada dibawah naungan KNPI harus bersatu dan menjadi satu.


Harapan tersebut disampaikan Gubernur Maluku, dengan tujuan menyatukan semua komponen kepemudaan dibawah satu garis komando, yang nantinya dapat membawa semua unsur kepemudaan menjadi lebih baik.


Menyikapi himbauan tersebut, sejumlah pihak kemudian mendeklarasikan terkait prosesi musyawarah daerah (Musda) Penyatuan KNPI di Maluku, dengan mengandeng sejumlah Ketua – Ketua DPD KNPI Maluku yang diketahui masih berstatus karateker.


Menanggapi adanya polemik yang terjadi dengan bergaungkan KNPI Maluku tersebut, Ketua DPD KNPI Maluku, Subhan Pattimahu,M.Si mengungkapkan tanggapannya; Bahwa perihal adanya rencana Musda bersama/Penyatuan yang sengaja dideklarasikan oleh Saudara Faisal Sahitua itu, adalah proses yang cacat prosedural.


Menurut Subhan, dalam diskusinya dengan Kepala Dinas (Kadis) Pemuda dan Olahraga Provinsi Maluku, Sandi Alexander Wattimena, ST,MT. Perihal polemik Musda Bersama/Penyatuan yang digagas oleh Faisal Sahitua, telah terbuka segala sesuatu yang berkaitan dengan mekanisme dan ketentuan yang mesti dipahami dalam sebuah proses Musda apalagi hingga berbicara dalam konteks Musda bersama/penyatuan. 


Hal ini diutarakan oleh Subhan Pattimahu, M.Si pada pertemuan antara dirinya bersama Kadispora Prov Maluku Sandi Alexander Wattimena, ST,MT. diruang kerjanya pada Senin 17 Oktober 2022.


Hal inilah yang kemudian menjadi sebuah kesepahaman dalam kerangka berfikir oleh keduanya (Subhan Pattimahu,M.Si dan Sandi Alexander Wattimena, ST,MT ) yakni; bahwa Musda bersama/Penyatuan yang sengaja dideklarasikan oleh Saudara Faisal Sahitua itu bukan musda bersama atau penyatuan. 


Karena itu, Kadispora Provinsi Maluku, Sandi Alexander Wattimena, ST,MT. menyatakan bahwa ” memang susah melakukan musda penyatuan bersama KNPI karena dalam organisasi ini terdapat AD/ART tersendiri yang mengatur fatsun dari KNPI di daerah, yang mengamantakan bahwa KNPI di daerah harus mendengar keputusan dan arahan dari DPP KNPI yang ada di jakarta,” Ungkap Pattimahu menirukan ungkapan Sandi Alexander Wattimena, ST,MT.


Tidak hanya itu,lanjut Subhan, Kadispora Provinsi Maluku Sandi Alexander Wattimena, ST,MT. juga menyatakan bahwa; kawan- kawan yang menyatakan akan melakukan musda penyatuan (menurut mereka) ini, bahkan telah mengusulkan dana sebanyak kurang lebih Rp. 300.000.000 serta meminta difasilitasi penggunaan wisma Atlet untuk nginap peserta.


Sebab itu, hal ini kata Subhan, sangatlah luar biasa kalo sampai terjadi. ” Kita memang harus menghargai dan mendukung apa yang sudah menjadi semangat dari Gubernur Maluku Pak Murad Ismail. bahwa Pemda Maluku hanya akan mendanai Musda KNPI jika itu Musda bersama,”. Sehingga kadispora harus menyambut pernyataan positif Gubernur Maluku itu karena disitu makna beliauw sebagai orang tua yang baik,arif dan adil. Tegas Subhan.


Sementara itu, Bendahara DPD KNPI Maluku, Nikolas Okmemera turut memberikan komentar mengenai wacana Musda bersama/Penyatuan yang sengaja dideklarasikan oleh Saudara Faisal Sahitua.


Dikatakannya, ” bahwa musda penyatuan/bersama yang disosialisasikan oleh Saudara Faisal Sahitua itu hanya narasi kosong dan terindikasi pembohongan publik, karena substansi penyatuan dan bersama yang dimaksud itu tidak tepat sasaran,” Ungkap Okmemera. 


Mengapa saya katakan demikian, lanjutnya, hal ini dibuktikan dengan belum adanya kesepakatan dengan pihak kami untuk dilakukannya musda bersama dari tingkat DPP.  


” Yang ada, ini saudara Faisal lakukan Musda bersama dengan KNPI yang bukan hasil Musda (KNPI bukan Devenitif) atau hanya KNPI Dengan kepengurusan Karateker yang tidak seberapa jumlahnya,” Ujar Okmemera.


Oleh karena itu, tambahnya, saran kami sebaiknya kita Sambut baik niatan bapak Gubernur Maluku Murad Ismail untuk menyatukan Pemuda lewat KNPI ini secara baik, kita atur sesuai mekanisme, kita mulai bicarakan kesepakatan level DPP dulu bahwa maluku ingin musda bersama. 


” Sebab saya yakin DPP akan setuju, tapi dengan cara saling menghargai, bukan dengan pola seperti yang dibuat oleh saudara Faisal dan gerbongnya yang tiba-tiba saja datang dari jakarta lalu mau ajak musda bersama, lantas bersama Kadispora mau giring Gubernur Maluku bikin Content Vidio pendek, kamong pung hal malah bikin pa Gubernur diserang ini khan seng batul,” Tegas Okmemera.


Dengan demikian, ” jangan kerja dengan emosi, mari bersabar dan kita atur secara baik. tapi kalo dia (Faisal) mau musda yah silahkan tapi jangan berkedok musda bersama dan pakai dana pemda. Memang semua pihak termasuk pemuda maluku tentu sedang menanti dan melihat apakan kebijakan kadispora sesuai dengan arahan Gubernur Maluku atau tidak,” Kata Okmemeara.


Sebab itu, ” sekali lagi saya mau sampaikan untuk seluruh pimpinan Organisasi Kepemudaan yang ada, bahwa kami semua menginginkan Musda bersama terjadi. Tapi semua ada aturan main, sehingga mari kita bersabar dan mari bersama kita jahit kebersamaan serta kerjasama mendukung jalannya pemerintahan dibawah kepemimpinan Gubernur Pak Murad Ismail,” Tandas Okmemera. (BN-07)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan