PANCASILA HARUS HIDUP DALAM KEBIJAKAN, BUKAN SEKADAR SEREMONI

658df1dc 9ad3 4f22 88e5 846fdf358a90 scaled

Editor: Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com: Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menegaskan komitmennya menjaga nilai-nilai Pancasila tetap menjadi landasan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan kehidupan bermasyarakat. Komitmen tersebut ditegaskan dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di halaman Balai Kota Ambon, Senin (1/6/2026).

Bertindak sebagai inspektur upacara, Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, membacakan pidato tertulis Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila tidak boleh dimaknai hanya sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat kembali komitmen kebangsaan di tengah berbagai tantangan global yang terus berkembang.

Menurutnya, tema Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia”, mengandung pesan strategis bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tidak hanya menjadi perekat bangsa Indonesia, tetapi juga dapat menjadi inspirasi dalam membangun perdamaian dunia.

“Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 ini mengusung tema strategis Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia. Tema ini membawa pesan kuat bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya krusial untuk menjaga keutuhan internal bangsa, tetapi juga menjadi jawaban konkret bagi terciptanya perdamaian dunia yang abadi,” ujar Wattimena saat membacakan sambutan Kepala BPIP.

Dalam pidato tersebut dijelaskan bahwa Indonesia telah membuktikan kepada dunia bahwa keberagaman bukanlah hambatan untuk bersatu. Dengan ribuan pulau dan ratusan kelompok etnis, Indonesia mampu menjaga persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berlandaskan Pancasila.

Pancasila disebut sebagai jangkar moral bangsa yang mampu menjadi pedoman menghadapi berbagai tantangan zaman, mulai dari perkembangan teknologi yang pesat hingga dinamika geopolitik dunia yang semakin kompleks.

Selain itu, Indonesia juga dinilai memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut menjaga ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Nilai musyawarah dan mufakat yang menjadi karakter bangsa Indonesia dinilai sangat relevan dalam membangun dialog dan menyelesaikan konflik di tingkat internasional.

Berbagai kontribusi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia turut disoroti, di antaranya keterlibatan Pasukan Perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran aktif dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih mengalami penindasan.

“Pancasila mengajarkan bahwa perdamaian sejati bukan sekadar tidak adanya perang, tetapi juga hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.

Kepala BPIP juga mengingatkan bahwa kemajuan ekonomi dan teknologi harus tetap berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai moral. Generasi muda diharapkan mampu menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup yang nyata dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar hafalan atau simbol formalitas.

Kepada para menteri dan kepala daerah, termasuk Pemerintah Kota Ambon, disampaikan pesan agar setiap kebijakan yang diambil selalu berpihak kepada keadilan sosial dan kepentingan masyarakat luas.

“Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berdasarkan pada keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat kecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan. Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita,” tegasnya.

Mengakhiri sambutan tersebut, seluruh elemen bangsa diajak untuk terus menjaga persatuan, memperkuat semangat kebangsaan, dan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan.

“Indonesia harus terus membuktikan diri sebagai bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan yang kuat. Selama darah Indonesia masih mengalir, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi anak bangsa di Republik yang kita cintai,” tutupnya. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan