Wakil Wali Kota Ambon: Sensus Ekonomi 2026 Jadi Fondasi Kebijakan Pembangunan Daerah

06eeb1ea a956 45ed bf8c 3a26a767089c

Editor: Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com – Wakil Wali Kota Ambon, Elly Toisutta, menegaskan pentingnya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai instrumen strategis untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan struktur ekonomi daerah yang nantinya menjadi dasar dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan.

Hal tersebut disampaikan Elly Toisutta saat memberikan sambutan pada kegiatan pelatihan calon petugas pendataan Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung di Amaris Hotel Ambon, Senin (2/6/2026).

Dalam sambutannya, Elly menjelaskan bahwa sensus merupakan kegiatan statistik yang memiliki peran penting dalam menyediakan data yang akurat dan terpercaya. Selain sensus penduduk dan sensus pertanian, sensus ekonomi menjadi salah satu kegiatan strategis karena mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai aktivitas ekonomi yang berkembang di masyarakat.

Menurutnya, data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi fondasi penting dalam penyusunan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang selama ini digunakan sebagai indikator utama untuk mengukur pertumbuhan ekonomi suatu daerah.

“Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi acuan dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan, pengambilan keputusan strategis, hingga perencanaan pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Elly.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil Sensus Ekonomi 2016 yang menggambarkan kondisi ekonomi sepuluh tahun lalu, sektor perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor menjadi sektor dengan jumlah usaha dan tenaga kerja terbesar di Kota Ambon. Selain itu, sektor penyediaan akomodasi serta makan dan minum juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap struktur ekonomi daerah.

Sementara itu, berdasarkan distribusi PDRB Kota Ambon tahun 2025, sektor perdagangan masih menjadi salah satu sektor unggulan dengan kontribusi mencapai 21,98 persen terhadap perekonomian daerah. Bahkan, sektor perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor tercatat sebagai salah satu sektor dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Kota Ambon.

Lebih lanjut, Elly mengatakan bahwa Sensus Ekonomi 2026 akan memberikan gambaran yang lebih detail dan komprehensif mengenai kondisi ekonomi masyarakat karena menggunakan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) terbaru yang telah menyesuaikan perkembangan industri dan ekonomi digital.

Dengan klasifikasi terbaru tersebut, berbagai profesi yang berkembang dalam era digital seperti content creator, influencer, hingga YouTuber akan tercatat secara lebih spesifik sehingga kontribusinya terhadap perekonomian daerah maupun nasional dapat terukur dengan lebih baik.

“Sensus Ekonomi 2026 akan mampu menangkap berbagai perubahan struktur ekonomi yang berkembang saat ini, termasuk munculnya profesi-profesi baru yang sebelumnya belum terakomodasi secara optimal,” ujarnya.

Selain mendata aktivitas usaha, sensus ini juga akan mendukung tersedianya data sosial ekonomi keluarga. Dalam proses pendataan, setiap keluarga akan dimintai keterangan terkait kondisi perumahan dan kepemilikan aset yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh kementerian maupun lembaga terkait untuk mengklasifikasikan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Data tersebut, lanjut Elly, sangat penting sebagai dasar dalam penyusunan program pembangunan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta berbagai program penanggulangan kemiskinan yang lebih tepat sasaran.

Karena itu, ia mengingatkan seluruh peserta pelatihan agar mengikuti setiap materi dengan serius dan penuh tanggung jawab.

“Saya ingin menegaskan bahwa tugas pencatatan yang akan saudara lakukan bukanlah tugas biasa. Setiap data yang dikumpulkan akan menjadi dasar penting dalam menentukan arah kebijakan pembangunan bangsa dan daerah, termasuk Pemerintah Kota Ambon,” tegasnya.

Elly juga meminta para calon petugas pendataan untuk memahami seluruh konsep, metodologi, tata cara pendataan, penggunaan aplikasi, hingga etika saat bertugas di lapangan. Jika menemui kendala selama proses pendataan, peserta diminta mengikuti mekanisme dan prosedur yang telah diajarkan oleh instruktur.

Kepada para instruktur dan penyelenggara pelatihan, ia berharap seluruh materi dapat disampaikan secara jelas, sistematis, dan mudah dipahami sehingga seluruh peserta memiliki pemahaman yang sama serta siap menjalankan tugas pendataan dengan baik.

Menutup sambutannya, Wakil Wali Kota menegaskan komitmen Pemerintah Kota Ambon bersama Badan Pusat Statistik dalam mendukung pelaksanaan kegiatan statistik nasional.

“Pemerintah Kota Ambon dan BPS memiliki komitmen yang sama bahwa data yang berkualitas merupakan fondasi utama bagi pembangunan yang tepat sasaran. Karena itu, Pemerintah Kota Ambon akan terus mendukung pelaksanaan kegiatan statistik, termasuk Sensus Ekonomi 2026,” pungkasnya. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan