BPS Kota Ambon Latih 221 Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Ambon

IMG 1640 scaled

Editor: Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mulai melaksanakan Pelatihan Petugas Lapangan Sensus Ekonomi (SE) 2026 guna menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan memiliki keterampilan teknis yang seragam dalam mendukung pelaksanaan sensus ekonomi yang akan berlangsung tahun ini.

Kegiatan pelatihan secara resmi dibuka di Hotel Amaris Ambon, Senin (2/6/2026). Pelatihan ini dilaksanakan dalam dua gelombang dengan total peserta sebanyak 221 orang petugas lapangan, didukung 18 panitia serta 5 instruktur daerah.

Ketua panitia dalam laporannya menyampaikan, pelatihan bertujuan menyiapkan petugas lapangan yang kompeten sehingga mampu menghasilkan data Sensus Ekonomi 2026 yang berkualitas, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pelatihan gelombang pertama berlangsung pada 2–4 Juni 2026 di Hotel Amaris Ambon dengan empat kelas pelatihan. Sementara gelombang kedua akan digelar pada 8–10 Juni 2026 yang tersebar di sejumlah hotel di Kota Ambon, yakni Hotel Golden Palace, Biz Hotel, Sea Hotel, Everbright Hotel, dan Hotel Marina.

Seluruh pembiayaan kegiatan dibebankan pada DIPA BPS Provinsi Maluku Tahun Anggaran 2026.

Dalam sambutannya, Kepala BPS Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia, menegaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan kegiatan statistik nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali dan menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi baik di tingkat nasional maupun daerah.

“Sensus Ekonomi 2026 merupakan sensus ekonomi kelima yang dilaksanakan BPS. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi dasar perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pemantauan pembangunan ekonomi,” ujarnya.

Menurut Pattiwaellapia, perkembangan ekonomi saat ini berlangsung sangat cepat seiring transformasi digital yang mengubah pola usaha masyarakat. Banyak jenis usaha baru bermunculan, termasuk ekonomi digital, ekonomi kreatif, hingga profesi berbasis platform digital yang belum banyak ditemukan satu dekade lalu.

“Saat ini orang bisa bekerja tanpa memiliki bangunan usaha secara fisik. Perubahan struktur ekonomi terjadi sangat cepat dan melalui sensus ini kita akan memotret bagaimana perkembangan ekonomi digital, ekonomi kreatif, hingga pergeseran struktur ekonomi yang terjadi di Maluku,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 merupakan hasil dari proses persiapan panjang yang telah dilakukan selama hampir dua tahun. Mulai dari pemetaan wilayah, pemutakhiran daftar usaha, uji coba instrumen sensus, pengecekan lapangan, hingga pelatihan berjenjang dari tingkat nasional sampai daerah.

“Untuk menghasilkan data yang berkualitas tidak bisa dilakukan secara instan. Semua membutuhkan proses panjang, persiapan yang matang, dan keterlibatan banyak pihak,” jelasnya.

Karena itu, ia meminta seluruh peserta pelatihan mengikuti setiap materi dengan serius dan fokus. Menurutnya, kualitas data yang dihasilkan sangat bergantung pada kemampuan petugas saat melakukan pencacahan di lapangan.

“Kualitas data sensus ekonomi sangat ditentukan oleh petugas. Saya berharap seluruh peserta benar-benar memperhatikan materi yang diberikan instruktur. Jangan menganggap tugas ini mudah karena di lapangan nanti banyak tantangan yang akan dihadapi,” tegas Pattiwaellapia.

Selain penguasaan materi teknis, ia juga menekankan pentingnya kesiapan mental petugas. Dalam pelaksanaan sensus nanti, petugas kemungkinan akan menghadapi berbagai situasi, mulai dari penolakan responden hingga kondisi geografis yang menantang.

Pelaksanaan pencacahan Sensus Ekonomi 2026 dijadwalkan berlangsung selama kurang lebih tiga bulan. Untuk mendukung tugas para petugas, BPS juga menyiapkan perlindungan berupa asuransi sebagai bentuk mitigasi risiko selama bekerja di lapangan.

Pattiwaellapia berharap pelatihan ini tidak hanya menjadi sarana pembekalan teknis, tetapi juga ruang diskusi aktif dalam mengidentifikasi berbagai potensi permasalahan yang mungkin dihadapi saat pelaksanaan sensus di lapangan.

“Saya percaya dengan kerja keras dan dedikasi seluruh petugas, dukungan pemerintah daerah, pelaku usaha, serta partisipasi masyarakat, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Ambon dapat berjalan sukses dan menghasilkan data yang akurat. Dengan data yang akurat, maka kebijakan yang dihasilkan juga akan semakin tepat sasaran,” ungkapnya.

Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 karena kegiatan tersebut bukan hanya milik BPS, tetapi menjadi milik seluruh bangsa Indonesia.

“Mari kita kawal dan sukseskan bersama Sensus Ekonomi 2026, karena sensus ekonomi bukan milik BPS semata, tetapi milik kita bersama dan menjadi bagian penting dalam pembangunan Indonesia ke depan,” tutupnya (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan