Harla Pancasila, Watubun Serukan Generasi Muda Maluku Perkuat Persatuan

IMG 20260227 WA0010

Editor: Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com: Dalam momentum peringatan Hari Lahir (Harla) Pancasila, Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun menyerukan kepada generasi muda Maluku, untuk terus memperkuat persatuan, menjaga toleransi, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, Pancasila harus menjadi landasan moral bagi generasi muda, dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, budaya, dan perkembangan teknologi di era saat ini.

Demikian disampaikan Watubun, saat dihubungi dari Ambon, Senin (1/6/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila.

Menurut Watubun, Pancasila bukan sekadar dasar negara atau dokumen sejarah yang diperingati setiap tahun, melainkan ideologi yang harus terus dihayati dan diamalkan dalam perilaku masyarakat, terutama oleh generasi muda yang akan menjadi penentu masa depan bangsa.

“Hari Lahir Pancasila harus menjadi momen refleksi bagi seluruh putra-putri bangsa, khususnya generasi muda Maluku, untuk memahami bahwa keberagaman yang kita miliki adalah, sebuah kekuatan. Pancasila mengajarkan kita hidup dalam persaudaraan, menghargai perbedaan, dan bekerja bersama demi kemajuan daerah maupun bangsa,” ujarnya.

Watubun mengatakan, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini jauh berbeda, dibandingkan masa sebelumnya.

Perkembangan teknologi informasi, arus globalisasi, serta derasnya penyebaran informasi di media sosial menuntut generasi muda memiliki kemampuan berpikir kritis, agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan.

Ia menilai nilai-nilai Pancasila tetap relevan, untuk dijadikan pedoman dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan modern.

Sikap toleransi, gotong royong, keadilan sosial, serta penghormatan terhadap harkat dan martabat kemanusiaan harus terus dijaga dan dipraktikkan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Di era digital seperti sekarang, generasi muda harus menjadi agen persatuan, bukan penyebar kebencian. Gunakan media sosial untuk menyebarkan hal-hal positif, memperkuat tali persaudaraan, dan mempromosikan potensi daerah. Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu, yang dapat memecah belah persatuan masyarakat,” katanya.

Dia juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat Pela Gandong sebagai warisan budaya yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila.

Menurutnya, budaya persaudaraan yang telah lama tumbuh dan hidup di Maluku merupakan modal sosial yang sangat berharga, dalam memperkuat kehidupan berbangsa dan bernegara.

Watubun menegaskan, bahwa generasi muda harus terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan, penguasaan teknologi, inovasi, dan kreativitas agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global, tanpa kehilangan jati diri sebagai putra bangsa.

“Kita membutuhkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, berintegritas, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila. Kemajuan teknologi harus dimanfaatkan, untuk menciptakan karya dan prestasi, bukan untuk hal-hal yang merusak masa depan,” tegasnya.

Ia berharap, peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 tidak hanya bersifat seremonial belaka, tetapi mampu mendorong tumbuhnya kesadaran bersama, untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Apabila generasi muda Maluku mampu menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup, maka saya yakin mereka akan menjadi kekuatan besar dalam membangun Maluku yang maju, damai, dan sejahtera, serta turut menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tandas Watubun. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan