Malteng,Bedahnusantara.com-Moluccan Ukulele Leaders melakukan kunjungan di Sekolah Dasar Negeri 202 Negeri Waai, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).
Koordinator Moluccan Ukulele Leaders Nico Tulalessy mengatakan, kunjungan yang dilakukan Molucca Ukulele Leaders pada SDN 202 Waai merupakan salah satu program untuk meningkatkan ketrampilan anak-anak dalam mengembangkan ukulele.
“Kunjungan kita di SDN 202 Negeri Waai dalam rangka program kelanjutan dari pencanangan Moluccan Ukulele Day makanya, kita melakukan kunjungan pada setiap grup ukulele dan sekolah-sekolah untuk membantu para pelatih di sekolah dalam meningkatkan keterampilan bermain ukulele bagi anak-anak sekolah,” ungkapnya kepada wartawan di sela-sela kunjungan pada SDN 202 Negeri Waai, Kamis (20/10/2022).
SDN 202 Waai merupakan sekolah pertama di Kabupaten Malteng yang mendapat kunjungan Moluccan Ukulele Leaders, karena itu kita terus berupaya meningkatkan ketrampilan bermain ukulele bagi anak-anak.
“Kita terus berupaya agar, semua anak-anak di Maluku dapat meningkatkan ketrampilan bermain ukulele secara baik dan benar,” terangnya.
Bulan saja antusiasme anak-anak namun, partisipasi orang tua, guru dan pelatih dalam meningkatkan ketrampilan bermain ukulele sangat luar biasa.
Karena itu, kita terus berupaya mengembangkan ukulele kearah yang lebih baik.
“Meskipun kita para Leaders Ukulele memiliki kesibukan masing-masing tapi, kita akan tetap berupaya meningkatkan ketrampilan bermain ukulele anak-anak melalui kunjungan di grup maupun sekolah,” katanya.
Dia menuturkan, semua anak di Maluku harus mengetahui secara jelas tentang sejarah dan perkembangan ukulele, karena berdasarkan data yang kita miliki banyak anak-anak yang memiliki ketrampilan bermain ukulele secara baik, benar dan keren.
“Anak-anak Maluku memiliki kemampuan yang baik dalam mengembangkan ukulele secara lebih baik,” tuturnya.
Dia berharap, ukulele di Maluku dapat memecahkan ukulele dari Negara Cina.
“Kita inginkan 8000 anak dapat memainkan ukulele agar, dapat Guenes Book World Record ( Rekor Dunia ) mengalahkan ukulele dari Cina,” tandasnya.
Sementara itu, Penangung Jawab Ukulele SDN 202 Waai Mira Lololuan mengatakan, ukulele merupakan salah satu alat musik yang gampang dimainkan anak-anak, sehingga kita berupaya meningkatkan ketrampilan anak dalam mengembangkan ukulele.
“Kita tertarik karena, ukulele salah satu alat musik yang mudah dimainkan,” katanya.
Sejak pertama kali dibentuk oleh SDN 202 Waai pada tanggal 3 September 2022 lalu, antusias anak-anak guru dan orang tua sangat tinggi sehingga dapat membantu mengembangkan ukulele di kalangan sekolah.
“Antusias anak-anak luar biasa dari 12 anak menjadi 32 anak,” ungkapnya.
Dirinya berharap musik ukulele akan terus menjadi kebanggaan anak-anak di SDN 202 Waai.
“Saya harapkan ukulele akan terus dikembangkan dan dilestarikan oleh anak-anak di Maluku khususnya SDN 202 Waai,” terangnya.
Hal yang sama disampaikan, salah satu siswa SDN 202 Waai Aria Titapasanea mengaku, mangga dapat mengenal musik ukulele secara lebih baik.
“Ukulele merupakan salah satu alat musik yang pantas dikembangkan dikalangan anak-anak,” katanya. ( BN-02)







