Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Tindakan kejahatan terselubung dan penuh konspirasi yang di lakukan oleh Gustaf Adolof Kailola, selaku Ketua Saniri Negeri Seilale, Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon kembali memasuki babakan baru.
Tindakan kejahatan terselubung yang di lakukan adalah berkaitan dengan adanya keputusan sepihak dan penuh muatan rekayasa, yang di lakukan oleh Gustaf Adolof Kailola dengan memanfaatkan kapasitasnya selaku ketua Saniri Negeri Seilale bersama sejumlah anggota Saniri yang menjadi pengikut setianya yang kemudian dengan secara sepihak melakukan penetapan bahwa Mata Rumah Parentah di Negeri Seilale adalah Mata Rumah Kailola.
Tidak hanya sampai di situ, Gustaf Adolof Kailola, bahkan dengan bangga menyatakan bahwa Peraturan Negeri (Perneg) Seilale, bahkan telah selesai di susun dan di tetapkan. Yang mana dalam Perneg tersebut telah termuat butir dan point atau pasal yang menyatakan bahwa Mata Rumah Parentah di Negeri Seilale adalah Mata Rumah Kailola garis keturunan Johan Elissa Kailola.
Padahal sejauh ini, baik proses Penetapan Mata Rumah Parentah di Negeri Seilale, tidak pernah terlaksana dengan baik, jujur dan transparan apalagi untuk Peraturan Negeri.
Tindakan kejahatan dan konsppirasi terselubung oleh Gustaf Adolof Kailola akhirnya berhasil terungkap setelah Sekretaris Saniri Negeri Seilale Denny Tehupuring bersama sejumlah anggota Saniri Negeri Seilale yang lain dengan tegas mengungkapkan dan membeberkan aksi kejahatan dan konspirasi terselubung yang telah di lakukan oleh Ketua Saniri Negeri Seilale Gustaf Adolof Kailola bersama sejumlah pengikutnya yang juga anggota Saniri Negeri Seilale.
” Untuk ketahuan pimpinan Komisi dan Bapak/Ibu Anggota DPRD semua, apa yang telah di jelaskan oleh Ketua Saniri Negeri Seilale, adalah tidak benar, bahwa sudah ada penetapan Mata Rumah Parentah di Negeri Seilale yang menetapkan Mata Rumah Kailola sebagai Mata Rumah Parentah itu sama sekali tidak ada, bahkan kami sampai saat ini tidak pernah membahas apalagi melihat Perneg Negeri Seilale,” Ungkap Tehupuring.
Senada dengan Sekretaris Negeri Seilale Anggota Saniri Negeri Seilale lainnya juga turut menjelaskan perbuatan kejahatan yang acap kali di pakai atau di lakukan oleh Ketua Saniri Negeri Seilale, Gustaf Adolof Kailola guna memuluskan keinginan jahatnya untuk menjadi Raja di Negeri Seilale.
” Bapa Olo ini, antua suka mengintimidasi dan memaksakan kehendaknya kepada para Anggota Saniri Negeri Seilale, untuk bisa memenuhi keinginannya walaupun itu bertentangan dengan aturan, bahkan kalau bicara perda dan penetapan mata rumah Parentah oleh Saniri Negeri Seilale, saya mau bilang itu semua omong kosong dan bohong, Penetapan Mata Rumah itu tidak ada dan Perneg Negeri Seilale juga tidak ada, sebab yang sering terjadi semua hal di lakukan oleh Bapa Olo dengan mengancam Anggota Saniri Negeri Seilale untuk menuruti keinginannya” Tegas Ana Juliana salah satu anggota Saniri Seilale.
Kini ketika keinginan dan konspirasi kejahatannya telah terungkap, Gustaf Adolof Kailola kembali melakukan tindakan tidak beretika dan tidak bersesuaian dengan aturan yang berlaku, hanya demi memuluskan keinginan dan konspirasi kejahatan yang telah di susun olehnya.
Guastaf Adolof Kailola, berencana memecat semua kapala SOA dan utusan SOA yang ada di Saniri, jika mereka para Kepala SOA tidak mendukung keinginan,konspirasi dan kejahatannya yang berkinginan untuk Penetapan Mata Rumah Kailola sebagai Mata Rumah Parentah di Negeri Seilale. Termasuk rancangan Perneg Negeri Seilale yang tidak SAH dan Cacat Prosedur serta Bertentangan dengan ketentuan yang berlaku.
” Itu tadi ada soa-soa yang hadir, nanti pulang beta kumpul donk semua, mereka yang tidak mau tunduk dan tidak ikut aturan ini, nanti beta kasih gugur, beta kasih pindah.” Ungkap Gustaf Adolof Kailola sesuai rekaman Video milik Media Bedahnusantara.com
Hal ini di ungkapkan Guastaf Adolof Kailola di depan Ketua Komisi I DPRD Kota Ambon, Jafri Taihuttu dan Kepala Tata Pemerintahan Kota Ambon, Alvian Lewenussa usai rapat dengar pendapat bersama komisi I DPRD Kota Ambon pada Selasa 07 November 2023 lalu.
Perbuatan Gustaf Adolof Kailola tersebut, semakin memperjelas bahwa selama ini yang menyebabkan rusaknya tatanan adat, tatanan masyarakat, dan sulit hadirnya Raja Defenitif di Negeri Seilale adalah karena adanya konspirasi kejahatan, perbuatan-perbuatan melawan hukum yang di lakukan oleh Mata Rumah Kailola Garis Keturunan Yohan Elissa Kailola, hanya karena ingin memiliki dan merampas apa yang menjadi hak dari Mata Rumah Parentah Raja yang asli di Negeri Seilale yakni; Mata Rumah Parentah Loppies Seilana Pattinai.
Padahal dalam kapasitasnya selaku Saniri Negeri yang juga merupakan utusan dari Anak-anak SOA, Gustaf Adolof Kailola sendiri sama sekali tidak memiliki kewenangan untuk mengangkat atau memecat seorang pun dari Kapasitas dan Jabatannya. Baik itu kepala-kepala SOA maupun utusan SOA yang ada di Saniri Negeri, sebab yang berhak memecat seorang Kepala SOA adalah Raja Definitif atau Penjabat Raja, Sedangkan yang berhak memecat Anggota Saniri Negeri adalah Walikota Ambon.
Tentunya ancaman yang di layangkan oleh Gustaf Adolof Kailola ini, tentunya akan semakin membuka mata setiap pihak, baik itu masyarakat, para tokoh masyarakat dan Adat, termasuk pihak Pemerintah Kota Ambon, terkait kebenaran sejati di Negeri Seilale, dan bahwa siapa sebenarnya yang sedang ingin merusak dan merugikan Pemerintah Kota Ambon dengan mencoba menghalangi kehadiran Raja Definitif yang berdasarkan garis turun perintah Raja Di Negeri Seilale. (BN-04)





