Editor : Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Komisi Anggaran Sidang ke-39 Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) mulai menjalankan salah satu tahapan penting dalam proses persidangan, yakni pembahasan Batang Tubuh Anggaran Gereja.
Persidangan komisi ini berlangsung di Gereja Eden Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Senin (20/10/2025), dan diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai unsur pelayanan GPM.
Ketua Komisi Anggaran, Pdt. Handri Rehy, menjelaskan bahwa komisi telah memulai pembahasan dari tapel jemaat per klasis sebagai langkah awal untuk memastikan struktur dan alokasi anggaran berjalan sesuai prinsip perencanaan yang telah disepakati bersama.
“Kami memulai dari hal-hal yang paling mendasar, yaitu batang tubuh anggaran. Di situ kami memastikan semua komponen keuangan gereja tersusun secara proporsional, transparan, dan selaras dengan kebutuhan pelayanan di setiap aras,” ujar Pdt. Handri.
Ia menambahkan, pembahasan di hari pertama difokuskan pada penelaahan struktur dasar dan kategori anggaran, termasuk pos-pos belanja rutin dan program strategis. Komisi juga telah meninjau ulang beberapa data yang berkaitan dengan laporan keuangan dan realisasi program dari periode sebelumnya.
“Ada sejumlah data yang masih perlu di Verifikasi ulang dan diperbarui. Kami juga melakukan konfirmasi langsung terhadap beberapa komponen anggaran yang membutuhkan kejelasan tambahan dari klasis dan jemaat. Proses ini penting agar hasil pembahasan tidak hanya tepat secara administratif, tetapi juga akurat dalam konteks pelayanan,” jelasnya.
Menurutnya, komisi anggaran menargetkan agar seluruh pembahasan detail bisa diselesaikan paling lambat Selasa sore, sehingga hasilnya dapat segera diserahkan untuk sinkronisasi dengan program kerja dan rencana pelayanan yang akan diputuskan dalam Sidang Sinode ke-39.
“Kami berharap Selasa siang atau sore semua sudah rampung. Setelah itu, hasil kerja komisi anggaran akan dikaitkan langsung dengan perencanaan program dan kegiatan yang menjadi arah strategis pelayanan GPM ke depan,” terang Handri optimistis.
Komisi Anggaran Sidang Sinode ke-39 GPM tahun 2025 ini beranggotakan 59 peserta yang berasal dari berbagai unsur, antara lain bendahara sinode, bagian keuangan, kepala bagian dan sub bagian perencanaan, tim verifikasi sinode, serta pendamping dari Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM.
Dalam suasana persidangan yang berlangsung penuh keseriusan namun tetap hangat, para peserta tampak aktif memberikan masukan dan klarifikasi terkait data keuangan yang diajukan. Diskusi berjalan dinamis, menunjukkan komitmen bersama untuk menghasilkan keputusan anggaran yang realistis, berkeadilan, dan berdaya guna bagi seluruh jemaat GPM di Maluku dan Maluku Utara.
Salah satu peserta komisi, Yosep Manuhutu, menyebut bahwa pembahasan ini merupakan momentum penting untuk memperkuat fondasi finansial gereja.
“Sidang ini bukan sekadar hitung-hitungan angka. Ini adalah proses memastikan bahwa setiap rupiah yang dikelola gereja digunakan untuk pelayanan yang benar-benar menyentuh kebutuhan jemaat di akar rumput,” katanya.
Selain meninjau anggaran tahunan, komisi juga menyoroti pentingnya sinkronisasi antara perencanaan keuangan dan program pelayanan strategis, terutama dalam konteks peningkatan kualitas pelayanan sosial, pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi jemaat.
Sidang Sinode ke-39 GPM sendiri berlangsung dari 19 hingga 25 Oktober 2025, dan menjadi momentum penting bagi gereja untuk menetapkan arah pelayanan lima tahun ke depan. Pembahasan anggaran menjadi salah satu komponen utama karena menjadi fondasi bagi keberlanjutan program-program sinodal, baik di tingkat jemaat, klasis, maupun sinode.
Dengan target penyelesaian yang jelas dan semangat kolaborasi yang tinggi, Komisi Anggaran diharapkan mampu menghasilkan rancangan anggaran yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan umat, sejalan dengan semangat Sidang Sinode ke-39 GPM: “Bersinergi dalam Anugerah untuk Melayani dengan Setia.” (BN Grace)





