Pengelolaan Parkir Kota Ambon Masa Transisi Sarat KKN, Nama Istri Gubernur Dijadikan Tameng Pihak Dishub

Ambon, Bedahnusantara.com: Aktivitas per-parkiran di Kota Ambon telah menjadi problem yang tidak ada habisnya, sejumlah mekanisme yang disinyalir sarat muatan nepotisme dimainkan dalam prosesnya bahkan melibatkan nama Istri Gubernur Maluku.

Kini persoalan yang terbaru adalah penanggung jawab penarikan retribusi per-parkiran kota Ambon pada masa transisi dikelola oleh pihak yang diduga Ilegal(tidak berkompeten) atau tidak sesuai dengan kualifikasi.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan hasil Investigasi media Bedahnusantara.com dilapangan, didapati fakta bahwa pihak rekanan yang diberikan kewenangan untuk melakukan penagihan retribusi per-parkiran ini bukanlah pihak yang memiliki komptensi dan kualifikasi pada bidang tersebut melaikan pihak yang diduga merupakan hasil setingan oleh Dinas Perhubungan Kota Ambon. .

Fakta ini diketahui setelah pihak media mendapati sejumlah data dan fakta yang berhasil dihimpun dari sejumlah pihak yang dapat dipercaya, yang mana dalam penjelasan para pihak (sumber), diketahui bahwa penunjukan rekanan yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kota Ambon tidaklah bersesuaian dengan mekanisme dan bukan perseta tender parkir maupun pemenang tender perparkiran Kota Ambon Tahun 2021-2022.

Sebab fakta yang terjadi adalah bahwa penanggung jawab retribusi perparkiran kota Ambon diduga telah diserahkan oleh pihak Dinas Perhubungan Kota Ambon kepada pengelola bernama ALHAM VALEO alias AL, yang diduga merupakan Ketua Asosiasi Pedagang Mardika Ambon (APMA).

Padahal baik ALHAM VALEO alias AL maupun Asosiasi Pedagang Mardika Ambon (APMA), tidak memiliki kualifikasi yang memadai untuk menangani proses pertanggung jawaban terkait retribusi per-parkiran Kota Ambon.

Bahkan fakta terbaru yang lebih mencengangkan lagi yakni; bahwa pihak Dinas Perhubungan Kota Ambon, lewat pengakuan kepala Parkir Kota Ambon di Dinas Perhubungan yang bernama Petrus Ngeljeratan mengatakan kepada sejumlah pihak bahwa Perintah pengelolaan parkiran oleh ALHAM VALEO alias AL, itu disampaikan langsung oleh Istri Gubernur Maluku, Widya Pratiwi Murad Ismail kepada yang bersangkutan (Petrus). Dan bahwa Istri Gubernur Maluku, Widya Pratiwi Murad Ismail yang memerintahkannya secara langsung dari Mekah Via Telephone.

Setelah mendapati fakta yang demikian, pihak media Bedahnusantara.com, kemudian melakukan penelusuran dan mencari kebenaran terkait informasi tersebut. Dan hal yang mencengangkan lainnya adalah bahwa informasi tersebut ternyata adalah benar.

Walaupun besar dugaan bahwa nama besar Istri Gubernur Maluku, Widya Pratiwi Murad Ismail, hanyalah tameng yang sengaja dipakai oleh pihak Dinas Perhugungan Kota Ambon untuk menghalangi pihak-pihak lain melakukan konfrontasi dan perlawanan.

Akan tetapi bukti bahwa telah terjadi penandatangan konrak kerjasama pengelolaan perparkiran kota Ambon oleh pihak Dinas Perhubungan dengan pihak yang tidak berkompeten ini (ALHAM VALEO alias AL), perlu menjadi catatan tersendiri.

Tidak hanya itu, persolaan terkait nama Istri Gubernur Maluku, Widya Pratiwi Murad Ismail yang diduga dipakai sebagai tameng dalam memenangkan pihak yang tidak berkompeten ini (ALHAM VALEO alias AL) untuk mengelola perparkiran Kota Ambon seperti yang diungkpakan oleh kepala Parkir Kota Ambon di Dinas Perhubungan yang bernama Petrus Ngeljeratan, telah menjadi konsumsi publik yang tidak terbantahkan.

Hingga berita ini dipublikasi baik pihak Dinas Perhubungan Kota Ambon, maupun pihak Gubernur Maluku belum dapat dikonfirmasi (BN-03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan