Namrole, Bedah Nusantara.com: Kasus pemerasan dengan menggunakan nama Kapolsek Namrole oleh orang tidak dikenal terhadap Bendahara Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bursel, Yanes Siahaya, mendapat tanggapan santai dari Pihak Kapolsek Namrole.
Bagaimana tidak, Kapolsek Namrole, Kompol Kahar Soelefi kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (24/6) mengaku bahwa sudah mendapatkan laporan langsung dari anak buahnya terkait dengan kasus penipuan dan pemerasan yang dialami oleh Siahaya dengan mengatas namakan dirinya itu.
“Itu bukan saya. Anggota sudah cek di Bank, ternyata pemiliknya rekening itu di Jawa sana. Ada dua orang, pas kejadian malamnya itu, besoknya langsung mereka kasih tahu Saya soal adanya oknum tertentu yang menelpon Sihaya itu dengan membawa-bawa nama Saya dan minta uang,” kata Soelefi.
Selanjutnya, dari nomor HP pelaku yang didapatkannya dari anggota, pihaknya langsung menelpon pelaku dan memarahi pelaku yang telah mencatut namanya dalam aksi penipuan dan pemerasan itu.
“Saya telepon yang bersangkutan, tetapi dia tidak angkat dan selang 20 menit kemudian yang bersangkutan menelpon saya. Saya katakan kepada yang bersangkutan, kamu katakan kamu Kapolsek Namrole? Kapolsek itu saya bukan kamu, brengsek kamu. Pakai bawa-bawa nama Kapolsek lagi. Langsung yang bersangkutan mematikan HP-nya,” terang Soelefi.
Menurut Soelefi, yang melakukan aksi penipuan terhadap Siahaya dengan mengatas namakan dirinya itu sepertinya ada dua orang.
“Pelaku yang minta uang itu dua orang, tetapi yang kedua itu Saya tidak sempat telepon dia. Jadi yang bersangkutan mengaku bahwa ada kepolisian dari Mabes Polri dan Polres Buru yang datang untuk menyelidiki kasus pencurian tersebut dan membutuhkan uang,” ungkapnya
Terkait dengan kasus ini, dirinya menduga bahwa pelaku penipuan dan pemerasan ini berjaringan dan subur di Namrole.
“Kalau menurut saya ada indikasi jaringannya ada disini. Ini bukan baru pertama kali ada oknum yang menyamar sebagai Kapolsek Namrole dan saya menduga ada jaringan,” katanya.
Olehnya itu, dirinya menghimbau kepada seluruh masyarakat di Namrole untuk tidak terpancing, apalagi mengirimkan uang ke rekening oknum-oknum yang mengatas namakan dirinya seperti itu, sebab dirinya tidak pernah melakukan pemerasan dan penipuan.
“Saya menghimbau kepada warga masyarakat supaya ketika ada kasus serupa yang membawa-bawa nama Saya, jangan diladeni,” tegasnya.
Lebih lanjut dirinya mengaku, bahwa kasus semacam ini bukan hanya dialami oleh masyarakat biasa, tetapi dirinya pun nyaris menjadi korban serupa pada beberapa bulan lalu.
Dimana, ketika itu ada oknum yang menelpon dirinya dan mengatasnamakan diri sebagai supir Karo ESDM Polda Maluku bernama Dani dan mengaku bahwa Karo ESDM Polda Maluku akan berbicara dengan dirinya.
Yang kemudian, Karo ESDM Polda Maluku palsu itu selanjutnya meminta uang sebesar Rp. 8 juta rupiah dari dirinya dan saat itu dirinya pun hampir tertipu oleh rangkaian tipu muslihat yang dimainkan oknum itu.
Hanya saja, dari berbagai gelagak yang mencurikan dan hasil koordinasi serta pengecakan yang dilakukan pihaknya, dirinya tak sampai menjadi korban aksi penipuan dan pemerasan semacam itu.(BN-09)






