Mubes Mama Disinyalir Dijadikan Instrumen Politik Kapitalis

Opini, Bedah Nusantara.com:

MUBES 1

Oleh Ulis Latumaerissa
Musyawarah Besar Masyarakat Maluku (Mubes Mama) adalah suatu momentum yang terkesan dipaksakan untuk dilaksanakan, sementara banyak orang mempertanyakan Relevansi dan Urgensi pelaksanaan mubes ini dalam perspektif pembangunan Maluku kedepan
Musyawarah Besar Masyarakat Maluku (Mubes Mama) adalah suatu momentum yang terkesan dipaksakan untuk dilaksanakan, sementara banyak orang mempertanyakan Relevansi dan Urgensi pelaksanaan mubes ini dalam perspektif pembangunan Maluku kedepan.
Tema mubes yang sempat terpampang di depan dalam sosialisasi Mubes Mama di Jakarta beberapa waktu lalu oleh para inisiator yaitu “Masa Depan Maluku Yang Bermartabat Dan Berkeadilan”, sama sekali tidak memiliki nilai filosofis yang kuat.
Mubes mama harus merumuskan rekomendasi yang bersifat menyeluruh berkaitan dengan sejumlah persoalan Maluku dalam konteks pembangunan Maluku dan bangsa ini.
Kondisi Maluku saat ini adalah juga ANDIL dari berbagai keputusan, kebijakan, politik dan warisan kepemimpinan masa sebelumnya, termasuk petinggi-petinggi Maluku yang dulu masih menjabat di republik ini dan memiliki posisi strategis.
Karena itu saya melihat bahwa apa yang terjadi saat ini adalah AKIBAT dari BANYAK SEBAB masa lalu.
Persoalan Maluku tidak hanya berkaitan dengan Blok Masela dan LIN tapi banyak persoalan serius yang seakan terabaikan dan hilang begitu saja seperti :
(1). Kasus Bank maluku, masalah Reverse Repo, 262 milyar dan pembelian kantor cabang Bank maluku di Surabaya, 54 milyar ini belum tuntas. Karena aktor intelektual belum diungkap.
(2). Kasus-kasus hukum KORUPSI dan lain sebagainya belum juga TUNTAS terutama.
(3). Persoalan KEMISKINAN yang cenderung bertambah 19,51%.
(4). Persoalan pelambatan pertumbuhan ekonomi dari sektor riil yang sangat memprihatinkan.
(5). Persoalan lapangan kerja dan pengangguran terutama di wilayah pedesaan Maluku.
(6). Persoalan AKSELERASI pembangunan masyarakat pedesaan dan masyarakat pesisir juga merupakan persoalan serius termasuk persoalan daerah terisolasi.
(7). Masalah layanan publik yang masih rendah (Kesehatan, Pendidikan, dan air bersih yang tidak layak dan tidak merata.
(8). Persoalan infrastruktur penunjang kegiatan investasi, termasuk masalah kelistrikan di banyak wilayah desa terutama daerah-daerah terluar.
Semua persolan di atas saling mempengaruhi satu dengan yang lain sehingga memperburuk kinerja pembangunan di Maluku.
Karena itu, mubes mama jangan dibelokan sebagai instrumen kepentingan politik dan ekonomi dari kelompok atau individu tertentu dengan mengatas namakan rakyat Maluku.
Mubes harus merumuskan berbagai langkah strategis pembangunan Maluku secara berkelanjutan dan menyeluruh dalam upaya memperbaiki kesejahteraan masyarakat Maluku dan bukan kelompok atau orang tertentu.**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan