Editor : Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Komisi I DPRD Kota Ambon mengambil langkah cepat guna membantu Pemerintah Kota Ambon dalam menuntaskan Persoalan kehadiran Raja Definitif pada sejumlah Negeri Adat yang ada di Kota Ambon.
Sebab hingga kini persoalan kehadiran Raja Definitif di Negeri-Negeri seperti masih menjadi polemik dan pekerjaan rumah yang tidak mudah bagi Pemerintah Kota Ambon seperti; Batu Merah, Seilale, Amahusu, Passo, Tawiri, Rumah Tiga, Hative Besar, Urimesing, dan Negeri Naku, masih menjadi pekerjaan rumah mendasar bagi Pemerintah Kota Ambon.
Salah satu Negeri yang kemudian menjadi prioritas Komisi I DPRD Kota Ambon dalam hal menghasilkan Raja Definitif di Kota Ambo adalah Negeri Seilale, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.
Langkah konkrit yang di ambil sebagai bentuk komitmen Komisi I DPRD Kota Ambon adalah dengan melakukan rapat dengar pendapat pada Selasa 07 November 2023 yang menghadirkan sejumlah pihak terkait seperti; Bagian Tata Pemerintahan Kota Ambon, Bagian Hukum Pemerintah Kota Ambon, Penjabat Pemerintah Negeri Seilale, Badan Saniri Negeri Seilale, serta Mata Rumah Parentah Loppies dan Mata Rumah Kailola.
Dalam rapat dengar pendapat tersebut terungkaplah sejumlah fakta yang sangat mencengangkan termasuk Kejahatan terselubung yang di lakukan oleh Ketua Saniri Negeri Seilale, Gustaf Adolof Kailola berkaitan dengan adanya keputusan sepihak dan penuh muatan rekayasa, yang di lakukan oleh Gustaf Adolof Kailola dengan memanfaatkan kapasitasnya selaku ketua Saniri Negeri Seilale bersama sejumlah anggota Saniri yang menjadi pengikut setianya yang kemudian dengan secara sepihak melakukan penetapan bahwa Mata Rumah Parentah di Negeri Seilale adalah Mata Rumah Kailola.
Tidak hanya sampai di situ, Gustaf Adolof Kailola, bahkan dengan bangga menyatakan bahwa Peraturan Negeri (Perneg) Seilale, bahkan telah selesai di susun dan di tetapkan. Yang mana dalam Perneg tersebut telah termuat butir dan point atau pasal yang menyatakan bahwa Mata Rumah Parentah di Negeri Seilale adalah Mata Rumah Kailola garis keturunan Johan Elissa Kailola.
Terungkapnya kejahatan dan skenario terselubung yang dilakukan oleh Ketua Saniri Negeri Seilale, Gustaf Adolof Kailola tersebut diketahui lewat pengakuan Sekretaris Saniri Negeri Seilale, Denny Tehupuring kepada Komisi I DPRD Kota Ambon.
” Untuk ketahuan pimpinan Komisi dan Bapak/Ibu Anggota DPRD semua, apa yang telah di jelaskan oleh Ketua Saniri Negeri Seilale, adalah tidak benar, bahwa sudah ada penetapan Mata Rumah Parentah di Negeri Seilale yang menetapkan Mata Rumah Kailola sebagai Mata Rumah Parentah itu sama sekali tidak ada, bahkan kami sampai saat ini tidak pernah membahas apalagi melihat Perneg Negeri Seilale,” Ungkap Tehupuring.
menyikapi sejumlah fakta yang sangat memilukan dan memalukan tersebut, para anggota Komisi I DPRD Kota Ambon kemudian menyampaikan berbagai pendapat dan tanggapannya.
Salah satu yang paling mencengangkan adalah tanggapan dari anggota Komisi I DPRD Kota Ambon yang juga anak Negeri Seilale, Helmy Tehupuring.
Dalam penyampaian pendapatnya Helmy Tehupuring dengan tegas menyalahkan Sekretaris Saniri Negeri Seilale, Denny Tehupuring sebab yang bersangkutan telah dengan berani mengungkapkan kejahatan dari Ketua Saniri Negeri Seilale, Gustaf Adolof Kailola, yang menurut pendapat Helmy Tehupuring hal tersebut adalah Aib dari Saniri Negeri Seilale sehingga tidak baik kalau di ungkapkan di forum rapat tersebut.
Tidak sampai di situ saja, Helmy Tehupuring bahkan menyatakan bahwa Mata Rumah Parentah di Negeri Seilale adalah dua Mata Rumah Parentah yakni Loppies dan Kailola. Helmy Tehupuring bahkan kembali menegaskan dalam Closing Statementnya bahwa Mata Rumah Loppies Pernah Memerintah Sebagai Raja, Namun Mata Rumah Kailola juga pernah memerintah sebagai Raja di Negeri Seilale.
Hal tersebut sontak mendapat tanggapan luar biasa dari Mata Rumah Parentah Loppies Seilana Pattinai, yang dengan geram menyatakan bahwa Helmy Tehupuring jangan menjadi profokator dan penyebar kebenaran palsu.
” Helmy Tehupuring itu jangan sembarangan kalau berbicara, jika dia mengaku anak adat dan dia mengaku anak Negeri Seilale, maka dia sudah pasti tahu bahwa Mata Rumah Parentah di Seilale hanya ada satu dan Mata Rumah Parentah yang memiliki hak untuk menjadi Raja hanyalah Loppies Seilana Pattinai, bukan Kailola,” Tegas Rivaldo Loppies perwakilan dari Mata Rumah Parentah Loppies Seilana Pattinai, yang adalah cucu kandung dari Almarhum Raja Winand Loppies dan Hanock Loppies.
Menurut Valdo, Helmy Tehupuring kalau tidak tahu apa-apa jangan berbicara sembarangan, dan jangan menjadi profokator yang kemudian dengan seenaknya menyebarkan informasi atau kebenaran palsu terkait Mata Rumah Kailola yang katanya pernah memerintah di Negeri Seilale sebagai Raja.
” Kailola itu tidak pernah menjadi Raja di Negeri Seilale, termasuk Yohan Elissa Kailola, hanyalah penjabat bukan Raja, yang menjadi raja itu harus dari Mata rumah Garis Lurus Parentah, bukan penjabat, bahkan sejumlah marga Kailola yang ada dalam silsilah pemerintahan juga sebagian besar adalah penjabat dan kepala Desa saat undang-undang di ubah pada zaman presiden Soeharto, Jadi Helmy Tehupuring jangan suka berbicara omong kosong apalagi mencoba memprofokasi dan menipu Pemerintah serta masyarakat dengan pernyataan bohong bahwa Mata Rumah Kailola juga pernah memerintah sebagai Raja di Negeri Seilale,” Tegas Valdo Loppies geram.
Di tambahkannya, jika Helmy Tehupuring mencoba mencari simpati dari mata rumah Kailola karena berkepentingan pada pemilu Legislatif di 2024 mendatang, itu adalah haknya akan tetapi tidak kemudian mempergunakan cara-cara tidak beretika dan tidak berdasarkan fakta dan bukti yang akurat apalagi dia dengan berani menyatakan sebuah kebohongan bahwa: Kailola juga Mata Rumah Parentah dan pernah menjadi Raja di Negeri Seilale
” Katanya dia anak adat di Seilale, katanya dia pernah jadi RT, mestinya dia jujur dan berani mengakui kebenaran yang sebenarnya, bahwa di Negeri Seilale yang menjadi Mata Rumah Parentah asli dan berhak menjadi Raja, hanyalah Mata Rumah Parentah Loppies Seilana Pattinai. Bahkan bukan hanya masyarakat Negeri Seilale saja yang tahu akan hal itu, Masyarakat Kota Ambon, bahkan di luar Kota Ambon, juga mengetahui secara jelas dan pasti bahwa Mata Rumah yang berhak menjadi Raja di Negeri Seilale adalah Mata Rumah Loppies Seilana Pattinai, bukan Kailola,” Tandasnya.
Rivaldo Loppies, bahkan mempertanyakan kredibilitas dan integritas seorang Helmy Tehupuring selaku anak adat Negeri Seilale maupun selaku Anggota DPRD Kota Ambon, sebab dia (Helmy Tehupuring) dengan tegas menyalahkan saudaranya Denny Tehupuring yang juga Sekretaris Saniri Negeri Seilale, saat yang bersangkutan (Denny Tehupuring) dengan berani mengungkapkan kejahatan dan kebobrokon seorang Gustaf Adolof Kailola.
” Saya secara pribadi meragukan dan mempertanyakan Kredibilitas dan Integritas seorang Helmy Tehupuring, sebab jika dia (Helmy Tehupuring) adalah orang yang berintegritas, semestinya dia mendukung sikap dan tindakan dari saudaranya Denny Tehupuring yang telah dengan berani mengungkapkan kejahatan dan borok dari Ketua Saniri Negeri Seilale, Gustaf Adolof Kailola, bukan malah menyalahkan dan membuat seolah-olah kejahatan yang di lakukan oleh Gustaf Adolof Kailola dan para Kroninya harus di tutupi dan di lindungi degan dalil itu Aib Saniri Negeri. Ini kan menjadi aneh bin ajaib, ketika seseorang berbicara kebenaran malah di persalahkan, saya menduga ada seorang Helmy Tehupuring adalah orang yang tidak memiliki Integritas dan Kredibilitas sebagai seorang Wakil Rakyat,” Ungkapnya Kesal.
Bahkan, tambahnya, ada indikasi dugaan kami, jangan sampai Helmy Tehupuring juga menjadi bagian dari skenario kejahatan dan bobrok yang di lakukan oleh Gustaf Adolof Kailola.
“Sebab dengan sikapnya yang menentang langkah berani saudaranya Denny Tehupuring dalam mengungkapkan kebenaran demi kesejahteraan masyarakat Negeri Seilale, kami menduga Helmy Tehupuring juga mendapat asas manfaat atau bahkan menjadi bagian dari team perumus atau penyusun berbagai kebijakan bermuatan Kejahatan yang dilakukan oleh Gustaf Adolof Kailola bersama para Kroninya,” Tegas Valdo.
Saya berharap agar hal ini juga menjadi pelajaran bagi masyarakat Negeri Seilale, untuk lebih berhati-hati dalam memilih seseorang yang hendak di usung sebagai wakil rakyat. “Sebab jika orang yang kita usung atau pilih ternyata memiliki sikap dan mental pembohong, penyebar kebenaran palsu, dan bahkan tidak berani berbicara kebenaran, akan tetapi mencoba menutupi sebuah kejahatan seperti yang di lakukan oleh saudara Helmy Tehupuring maka tentunya yang akan rugi adalah masyarakat Negeri Seilale itu sendiri,” Tutupnya. (BN-04)





