Komisi IV Soroti Kualitas Tenaga Pendidik di SLB

IMG 1433

Editor: Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com: Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Maluku, Yan Zamora Noach menyoroti masih minimnya peningkatan kapasitas tenaga pendidik di Sekolah Luar Biasa (SLB) di Maluku.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku pun didesak, untuk lebih serius memprioritaskan pelatihan bagi guru SLB, guna meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.

Noach mengaku, hasil pengawasan Komisi IV menunjukkan banyak SLB di sejumlah daerah di Maluku yang tenaga pengajarnya merupakan guru umum yang ditempatkan di sana, tanpa memiliki keahlian khusus di bidang pendidikan luar biasa.

“Mayoritas guru di SLB adalah, guru umum yang ditempatkan di sana, dan diharuskan menangani para siswa berkebutuhan khusus,” ujar Noach kepada wartawan di Ambon, Senin (25/5/2026).

Menurut Noach, situasi serupa ditemukan di beberapa wilayah, termasuk Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.

Ia menyebut, siswa berkebutuhan khusus, terutama anak dengan gangguan spektrum autisme, membutuhkan pendampingan yang lebih intensif dari tenaga pendidik yang memiliki kompetensi khusus.

“Satu anak penyandang autisme itu paling tidak membutuhkan dua guru pendamping. Sementara yang terjadi saat ini, guru umum harus menangani mereka tanpa keahlian khusus,” tegas Noach.

Oleh karena itu, Noach meminta Pemprov Maluku segera mengalokasikan anggaran, untuk program pelatihan dan sertifikasi bagi guru SLB.

Menurut dia, peningkatan kapasitas tenaga pendidik merupakan langkah penting, untuk menjamin hak belajar anak penyandang disabilitas, serta meningkatkan mutu layanan pendidikan khusus di Maluku.

Ia juga mengingatkan, mengenai ketersediaan tenaga pengajar dengan latar belakang pendidikan luar biasa, yang masih minim di provinsi ini.

“Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah, karena kita sedang berbicara tentang pendidikan bagi penyandang disabilitas, dan anak-anak yang berkebutuhan khusus,” kata Noach.

Selain pelatihan dan sertifikasi, Noach menyarankan Pemprov Maluku mempertimbangkan rekrutmen guru berbasis kompetensi yang sesuai, serta menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan khusus, guna memperkuat ketersediaan sumber daya manusia yang tepat di lingkungan SLB. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan