Kajian Teologis Kepemimpinan dan Panduan Musik Gereja Perlu Diperkuat

Musik Gereja

Editor : Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com: Sidang Sinode ke-39 Gereja Protestan Maluku (GPM) merekomendasikan penguatan kajian teologis tentang kepemimpinan pelayanan serta panduan teknis bagi pelayan musik gereja sebagai langkah penting dalam menata kehidupan bergereja yang lebih terarah dan kontekstual.

Bacaan Lainnya

Dalam wawancara usai memimpin pleno komisi di Gereja Maranatha Ambon, Kamis (23/10/2025), Pdt. P. Selenusa menjelaskan bahwa pemaknaan terhadap sekolah kepemimpinan gereja perlu terus dikaji agar sesuai dengan prinsip presbiterial-sinodal, di mana jabatan pelayanan bukanlah bentuk hierarki, melainkan tanggung jawab rohani yang diemban demi pelayanan gereja.

“Dalam kenyataannya, kepemimpinan gereja sering tampak seperti struktur organisasi. Padahal setelah kepemimpinan dimaksudkan untuk mengingatkan umat bahwa jabatan-jabatan dalam gereja adalah bentuk tanggung jawab pelayanan, bukan kedudukan,” jelasnya.

Selain itu, Selenusa juga menyoroti pentingnya penyusunan panduan teknis untuk pelayan musik gereja, yang tidak cukup hanya dilakukan melalui pelatihan atau boksor, tetapi perlu diwujudkan dalam bentuk petunjuk pelaksana yang sistematis.

“Panduan itu perlu dikelola secara baik, bahkan bisa dalam bentuk tutorial audiovisual agar menjangkau jemaat di berbagai wilayah, karena kondisi tiap jemaat berbeda,” tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa penyusunan panduan teknis telah dilakukan selama empat tahun dan melibatkan berbagai bidang keilmuan, tidak hanya teologi. Karena itu, sidang merekomendasikan agar komisi-komisi permanen di periode baru dapat melanjutkan proses penyelarasan dan sosialisasi panduan hingga ke aras jemaat.

“Selama ini panduan sudah ada, tetapi penerapannya belum menyeluruh karena sosialisasi tidak sampai ke tingkat bawah. Harapan kami, hasil kerja ini bisa dikenal oleh semua pelayan dan warga jemaat agar pemahaman bergereja menjadi satu,” pungkasnya. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan