Editor : Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Dalam setiap dinamika perjalanan Gereja Protestan Maluku (GPM) selama lima tahun terakhir, nama Pdt. Sacharias Izaak Sapulette selalu hadir sebagai figur yang bekerja dengan tenang namun berdampak besar. Sebagai Sekretaris Umum Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM, ia dikenal sebagai pemimpin yang sistematis, penuh perhitungan, dan memiliki kemampuan manajerial yang kuat dalam menjaga ritme organisasi gereja di tengah berbagai tantangan zaman.
Dalam perannya, Pdt. Sapulette tidak hanya menjadi motor administrasi Sinode, tetapi juga penggerak strategi pelayanan gereja dari pusat hingga pelosok. Keteguhan dan ketenangannya menjadi kunci dalam menjaga kesinambungan pelayanan, terutama di masa Pandemi dan pasca-Pandemi, ketika gereja harus beradaptasi dengan perubahan sosial yang cepat.
“Gereja harus tetap hadir sebagai ruang kemanusiaan dan kasih, bukan komunitas yang tertutup,” ujarnya dalam berbagai kesempatan, menegaskan komitmennya agar GPM menjadi gereja yang inklusif dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.
Sebagai bagian dari kepemimpinan Sinode, Pdt. Sapulette turut menegaskan kembali misi GPM sebagai gereja perdamaian. Sejak masa konflik sosial Maluku tahun 1999–2002, GPM terus berjuang membangun jembatan kepercayaan (peace and trust building) melalui pendidikan perdamaian lintas iman dan pendekatan budaya seperti Pela Gandong.
Bagi Pdt. Sapulette, perdamaian bukan sekadar wacana, tetapi gerakan hidup yang harus diwujudkan dalam praktik sosial dan pelayanan nyata. Ia mendorong gereja agar terus aktif menjadi ruang dialog, rekonsiliasi, dan solidaritas lintas agama.
Di era digital, Pdt. Sapulette juga dikenal progresif. Ia kerap mengajak warga gereja untuk memanfaatkan media sosial secara bijaksana — bukan hanya sebagai ruang komunikasi, tetapi juga sebagai sarana menyebarkan Injil, memperjuangkan nilai kemanusiaan, dan mengembangkan potensi ekonomi jemaat melalui platform digital
“Media sosial bisa menjadi ladang pelayanan baru, jika digunakan dengan bijak dan bertanggung jawab,” ungkap Pdt. Sacharias Izaak Sapulette saat memberikan pernyataannya di Maranatha, Ambon. Kamis (23/10/2025)
Dalam kesehariannya sebagai Sekretaris Umum MPH Sinode GPM, Pdt. Sapulette memegang peran strategis:
•Mengkoordinasikan hubungan dengan klasis-klasis di seluruh wilayah pelayanan GPM,
•Mengawal pelaksanaan program-program sinode,
•Menjaga komunikasi internal antara MPH dan jemaat, serta
•Menjamin kesinambungan pelayanan gereja di tengah perubahan sosial yang dinamis.
Dedikasi dan sistematika kerjanya telah menjadikan dirinya sosok kunci di balik stabilitas dan keberlanjutan pelayanan GPM. Di bawah ketenangannya, gereja terus bergerak — meneguhkan misi kasih, perdamaian, dan keadilan bagi seluruh umat. (BN Grace)





