![]() |
| Ilustrasi Mafia Proyek |
Ambon, Bedah Nusantara.com: Indikasi adanya aktifitas tak baik dari kontraktor CV Cahaya Mas Frangky Tanaya alias Aseng selaku pelaksana pembangunan bandara Jos Orno-Imsula dalam hal pekerjaan dan lobi proyek lanjutan bandara tersebut. menimbulkan berbagai aksi protes dan penolakan.
Salah satu fungsionaris Gerakan Mahasiswa Maluku Barat Daya (GEMA-MBD) Meki Prosilewan, ikut mengutuk sikap Aseng yang hanya datang ke MBD untuk meraup keuntungan.
“Kalau Aseng tangani pekerjaan di MBD dan Bandara Kufar di SBT tidak becus, untuk apa lagi mau diberikan kesempatan untuk dia (Aseng) tangani proyek lanjutan tahun ini, kalau sudah tahu dia bermasalah kenapa dibiarkan dia berproses,”.terang Meki
Ini bukan kita mencampuri urusan pekerjaan tetapi dampak pembangunan yang harus kita pikirkan. Apakah memang ini memberikan kemajuan bagi MBD atau memberikan dampak kemunduran.
“Intinya Aseng itu harus ditolak untuk tidak lagi menangani proyek di MBD, manusia kapitalis itu, dia mavia proyek yang hanya mau mencari keuntungan dari daerah MBD, tanpa perduli dampak kedepan” tegas Meki dengan nada kasar.
Ditempat terpisah, fungsionaris DPD KNPI Maluku, Adolof Unawekla yang juga pria kelahiran MBD, menegaskan kepada Pemerintah Pusat agar tidak memberikan kesempatan pekada kontraktor berdarah cina ini (Aseng), untuk menangani pekerjaan proyek lanjutan Bandara Jos Orno- Imsula.
Karena Lanjutnya, publik Maluku sudah tauh Track Record dan juga tipikal Aseng ketika menangani pekerjaan Bandara, tetap saja menyisakan sejumlah masalah.
Dengan demikian, sekali lagi ditegaskan agar pimpinan perusahan CV Cahaya Mas Frangky Tanaya alias Aseng tidak diterima untuk menangani pekerjaan Bandara di Maluku umumnya dan kususnya di Kabupaten MBD, kata Unawekla.
Unawekla juga berharap pemerintah MBD dalam hal ini pihak Bupati tidak memberikan kesempatan kepada orang-orang seperti Aseng, sebab mereka ini adalah Mafia proyek yang hanya mau merampok sumberdaya yang ada di MBD.(BN-08)






