Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan Kota Ambon terus melakukan berbagai terobosan untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah di Kota Ambon meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. Salah satu langkah strategis yang kini sementara berjalan yakni pembangunan 10 Tempat Pembuangan Sampah (TPS) melalui dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR) sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah kota dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di sektor lingkungan hidup dan kebersihan kota yang hingga kini masih menjadi salah satu tantangan utama di Kota Ambon.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan Kota Ambon, Apries B. Gaspersz mengatakan, keterbatasan anggaran daerah tidak membuat pihaknya berhenti melakukan inovasi. Sebaliknya, DLHP terus mencari berbagai solusi dan pola kerja sama agar pembangunan infrastruktur persampahan tetap berjalan.
Hal itu disampaikan Apries saat memberikan penjelasan dalam rapat bersama Komisi III DPRD Kota Ambon, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, persoalan sampah membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan. Karena itu, DLHP memilih memperkuat pola kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan-perusahaan BUMN yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan melalui program CSR.
“Di tengah efisiensi anggaran, kami tetap berupaya menghadirkan inovasi dan penguatan pelayanan publik. Salah satunya melalui pembangunan TPS dengan dukungan CSR dari pihak BUMN,” ujar Apries dalam rapat tersebut.
Ia menjelaskan, pembangunan TPS baru akan tersebar di sejumlah titik yang selama ini dinilai membutuhkan tambahan fasilitas pengelolaan sampah. Beberapa lokasi yang telah masuk dalam program pembangunan di antaranya kawasan Kelurahan Dusun, Passo, Gunung Nona, Lorong Joker, Batu Merah, Halong hingga kawasan Eri.
Pemilihan lokasi tersebut dilakukan berdasarkan kebutuhan pelayanan serta kondisi lingkungan di masing-masing wilayah. DLHP menilai keberadaan TPS yang memadai sangat penting untuk mendukung sistem pengumpulan dan pengangkutan sampah agar tidak menumpuk di lingkungan masyarakat.
Apries mengatakan, peningkatan jumlah TPS juga diharapkan mampu mengurangi titik-titik pembuangan sampah liar yang selama ini masih ditemukan di sejumlah kawasan di Kota Ambon. Selain mengganggu kebersihan kota, tumpukan sampah liar juga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan serta gangguan kesehatan masyarakat.
Karena itu, DLHP tidak hanya fokus pada pengangkutan sampah, tetapi juga memperkuat infrastruktur dasar pengelolaan sampah sebagai bagian dari penataan kota secara menyeluruh.
Selain pembangunan TPS baru, DLHP Kota Ambon sebelumnya juga telah meresmikan satu TPS bantuan CSR dari PLN. Bantuan tersebut dinilai menjadi bentuk dukungan nyata dunia usaha terhadap upaya pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan kota yang lebih bersih dan sehat.
Apries menegaskan, pola kerja sama melalui CSR menjadi salah satu solusi yang cukup efektif di tengah keterbatasan fiskal pemerintah daerah. Dengan adanya keterlibatan berbagai pihak, pembangunan fasilitas publik tetap dapat berjalan tanpa sepenuhnya bergantung pada APBD.
“Kami terus membangun kolaborasi dan kerja sama CSR untuk meningkatkan infrastruktur pengolahan sampah di Kota Ambon,” katanya.
Dalam rapat tersebut, DLHP juga memaparkan berbagai program dan inovasi yang sementara dijalankan guna meningkatkan kualitas pelayanan kebersihan di Kota Ambon. Selain pembangunan TPS, pihaknya juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta pengelolaan sampah dari sumbernya.
DLHP berharap dukungan dari Komisi III DPRD Kota Ambon terhadap berbagai program yang dijalankan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), terutama program yang berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurut Apries, sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, pihak swasta dan masyarakat sangat penting agar persoalan lingkungan di Kota Ambon dapat ditangani secara maksimal dan berkelanjutan.
Ia optimistis, dengan bertambahnya fasilitas TPS di sejumlah kawasan, sistem pengelolaan sampah di Kota Ambon ke depan akan semakin tertata. Penanganan sampah yang baik juga diharapkan dapat mendukung wajah Kota Ambon sebagai kota yang bersih, nyaman dan sehat bagi masyarakat maupun pengunjung.
“Harapannya tentu pelayanan kebersihan semakin maksimal dan masyarakat juga dapat merasakan dampak positif dari pembangunan fasilitas-fasilitas ini,” tutupnya. (BN Grace)




