DPRD Provinsi Maluku Gelar Paripurna Pertama Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku

Hitam dan Merah Muda Sederhana Berita Terkini Kiriman Facebook 6

Editor : Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com:  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku gelar Rapat paripurna penyampaian Pidato Politik Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku periode 2025-2030.

Bacaan Lainnya

Giat yang berlangsung di ruang paripurna DPRD Maluku itu dipimpin langsung Ketua DPRD Maluku, Benhur George Watubun dan dihadiri seluruh anggota DPRD, Forkopimda serta tamu undangan lainnya. Rabu (5/3/2025).

Watubun saat membuka paripurna mengatakan pelaksanaan paripurna dalam rangka pidato politik Gubernur dan Wakil Gubernur berdasarkan surat edaran Mendagri Nomor 100.2.4.3/4378/SJ.

“Dalam rangka mensukseskan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak Tahun 2024, sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota Menjadi Undang-Undang, perlu penegasan dan penjelasan terkait pelaksanaan pilkada serentak Tahun 2024 wajib menyampaikan Pidato Sambutan Gubernur dan Bupati/Walikota pada sidang paripurna DPRD setelah pelantikan,” ungkap Watubun

Sementara itu Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa dalam pidato politiknya dalam paripurna itu mengaku kehadirannya bersama Abdulah Vanath dalam paripurna bukan hanya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur anak negeri.

“Beta dan pa Wakil Gubernur ada di sini bukan hanya sebagai gubernur dan wakil gubernur Maluku tetapi juga sebagai anak negeri yang lahir dan besar dalam kosmologi Orang Maluku.

Kami sadari sungguh dalam kontes Siwalima Tidak lengkap juga Siwa tanpa lima dan lima tidak lengkap tanpa Siwa diaman dalam konteks yang lebih luas Salam tidak lengkap tanpa Sarane tidak lengkap tanpa salam Hindu Budha dan sebagainya demikian juga lengkap tanpa Seram Buru, Ambon Tanimbar MBD dan seterusnya.

Hal ini juga yang menyadarkan beta dan pa Abdulah bahwa siapapun anak negeri ini yang menderita dan tersakiti kita juga punya rasa yang sama seperti ungkapan leluhur kita potong di kuku rasa di daging, Ale rasa beta rasa, sagu salempeng dibagi dua,” ungkap Lewerissa

Bertolak dari kesadaran inilah lanjut Lewerissa, yang menstimulasi kantong dua ikhtiar maju sebagai gubernur dan wakil gubernur Maluku untuk mengabdikan rasa cinta kami untuk negeri ini.

“Melalui pidato Perdana di rapat paripurna istimewa ini kami sedikit merefleksi tentang perjalanan hidup kita sendiri sebagai seorang anak negeri dari kepulauan Lease di Maluku Tengah, di sana orang tua dan leluhur dilahirkan setelah beta lahir di Ambon, Nusa pono, kemudian sekolah SD dan SMA di Saparua dari situ beta dibesarkan di sana dalam lingkungan yang penuh dengan cinta, kehangatan, kebersamaan yang sarat dengan nilai-nilai kearifan lokal atau lokal sistem serta kepercayaan yang sungguh bahwa pendidikan adalah jalan menuju masa depan yang lebih baik itulah sebabnya beta berjuang sekuat tenaga melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi pada fakultas hukum Hukum, Universitas Pattimura di Ambon kota yang menjadi pusat intelektual dan peradaban Maluku sebelum kemudian melangkah kaki ke ibukota negara , Jakarta dan terbang jauh hingga ke Amerika Serikat untuk memperdalam ilmu dan pengalaman.

Perjalanan yang panjang dan berliku ini memberikan banyak pelajaran berharga tentang bagaimana beta memandang Maluku baik sebagai orang dalam atau in sider maupun dari sisi sebagai orang luar Maluku atau out sider beta akhirnya sampai pada sebuah pertanyaan mendasar meskipun sederhana mengapa Provinsi Maluku yang dicintai ini yang telah dianugerahi Tuhan dengan berbagai potensi sumber daya alam yang melimpah namun masih tertatih-tatih menjemput kemajuan dan kesejahteraan nya.

Negeri kita yang kaya ini masih terus ter jerat dalam kemiskinan pengangguran yang tinggi dan berbagai persoalan pembangunan yang harus segera dicarikan solusinya padahal provinsi Maluku Maluku adalah daerah yang diberkati dengan kekayaan alam yang melimpah mulai dari hasil laut yang memberi kontribusi terbesar terhadap pendapatan ikan nasional pariwisata bahari yang eksotis hingga keberagaman budaya yang memukau bahkan realisme historis menunjukkan bahwa kekayaan Maluku luar biasa ini telah menempatkan Pulau raja-raja ini menjadi sangat terkenal di dunia

Tapi juga menjadi wilayah perjumpaan berbagai peradaban dunia sehingga menjadikan Maluku sejak dulu sudah sangat multi kultural dan begitu kaya ini hingga para sejarawan mengatakan imajinasi tentang lahirnya Indonesia tidak bisa dipisahkan dari posisi Maluku sebagai The space island atau Pulau rempah-rempah kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Maluku, khususnya cengkeh dan pala membuat daerah ini menjadi terkenal sejak dulu kala dan menjadi incaran berbagai bangsa di dunia sehingga disebut pula sebagai jalur-jalur rempah maka tak menerangkan seorang tabib dari Portugis yang bernama Tome Pires melukiskan kekagumannya terhadap Maluku dalam buku berjudul suma oriental menyebut Maluku sebagai rempah-rempah sedangkan Belanda menyebutnya sebagai emas dari timur yaitu Ternate Banda dan Ambon,” Ujar Lewerissa

Dilanjutkan, Lahirnya nasionalisme Indonesia seperti pahlawan nasional Kapitan Pattimura, Christina Martha Tiahahu, Said Parentah, Kapitan kaki Ali Tulukabessi dan lain-lain hingga para pejuang perintis kemerdekaan Indonesia juga ikut dalam sumpah pemuda seperti dokter dan yang lain-lain perjuangan mereka berlanjut hingga kemerdekaan Indonesia 1945.

“komitmen terhadap nasionalisme Indonesia juga telah membuat para putra terbaik asal Maluku ini terlibat dalam menjaga kedaulatan NKRI dan mengisi pembangunan Indonesia dengan sumber daya manusia yang sangat mumpuni yang ikut mewarnai kabinet Indonesia pada masa presiden Soekarno hingga awal masa presiden Soeharto antara lain dokter Leimena, Lattu hari-hari, A.Y. Patti, insinyur Martinus Agustinus hingga profesor doktor.

Sekali lagi bertolak dari keresahan dan kesadaran kritis seperti ini yang memupuk kepercayaan diri mereka bersama saudaraku Abdullah Vanath untuk maju mencalonkan diri sebagai gubernur dan wakil gubernur Maluku masa jabatan 2025-2030 dan kami berterima kasih kepada seluruh rakyat Maluku dari kota hingga pelosok negeri yang telah memberi mandat dan amanah yang sangat besar kepada kami untuk membawa Maluku ke arah yang lebih baik keluar dari belenggu kemiskinan yang selama ini masih menjadi tantangan besar bagi kita.

Selain itu, dalam kegiatan kampanye keliling Maluku, kami telah menyaksikan secara Vaktual kondisi Provinsi Kepulauan ini, berjumpa dengan masyarakat dari semua kalangan, mendengar dengan penuh antusias semua keluhan dan harapan mereka dan ternyata Raja juga memiliki pertanyaan yang sama mengapa Provinsi Maluku yang kita cintai ini yang terlihat Tuhan dengan berbagai potensi sumber daya alam yang melimpah di laut di darat di atas permukaan bumi maupun di dalam perut bumi namun masih tertatih-tatih menjemput kemajuan dan kesejahteraan rakyatnya itulah mengapa sejak awal beta bersama wakil gubernur telah menyusun berbagai agenda perubahan yang kami sebut sebagai Sapta Cita Lawamena dalam memimpin Maluku ke depan.(BN-03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan