![]() |
| Ilustrasi Institusi Kepolisian |
Namrole, Bedah Nusantara.com: Makin maraknya tindak pidana pencurian di Ibu kota Namrole Kabupaten Buru Selatan.serta penilaian publik terhadap lambatnya penanganan kasus tersebut oleh pihak Polsek Namrole menimbulkan berbagai tanggapan dan kecaman.
Berbagai pihak termasuk para korban yang mengalami langsung peristiwa pencurian tersebut, menilai bahwa pihak kepolisian di kota Namrole, sama sekali tidak bernyali dan tak bergerak dalam hal menuntaskan kasus yang semakin meresahkan masyarakat ini.
Sementara itu, terkait dengan penanganan kasus pencurian yang menimpa Siahaya itu, Kapolsek Namrole, Kompol Kahar Soelefi kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (24/6) mengaku bahwa pihaknya masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap siapa pelaku pencurian itu.
“Memang sudah buat laporannya semua, sudah lakukan pemeriksaan terhadap korban maupun empat orang saksi. Akan tetapi, kasusnya masih dalam proses lidik,” ungkapnya.
Soelefi mengaku bahwa pihaknya telah mengantongi bukti CCTV dari rumah Siahaya, hanya saja kualitas CCTV itu kurang baik alias rendah sehingga agak menyulitkan pihaknya untuk mengenali kedua pelaku pencurian di rumah Siahaya itu.
“Memang ada bukti CCTV, tapi kita belum tahu pelakunya itu siapa dan kami belum berani mengambil kesimpulan dan memutuskan si ini atau si dia. Sebab, kendati gambarnya dari semua sisi dan memang terlihat mukanya, tetapi jika gambarnya disorot, ternyata gambarnya pecah dan wajah pelaku tak bisa dikenali secara jelas,” ujarnya.
Namun, dari rekaman CCTV itu memang dapat diketahui bahwa pelaku pencurian di rumah Siahaya itu berjumlah dua orang dan berkelamin laki-laki.
“Memang diketahui keduanya laki-laki, satu orang bertubuh tinggi dan satu orang bertubuh rendah, tetapi kita belum bisa memastikan pelakunya orang Namrole ataukah dari luar Namrole,” tuturnya.
Mengakhiri keterangannya kepada wartawan Soelefi mengaku bahwa belakang ini memang banyak terjadi kasus pencurian. Olehnya itu, masyarakat haruslah berhati-hati sehingga tidak sampai menjadi korban aksi pencurian tersebut. (BN-08)






