Bergedung Layaknya Rumah Sakit, Namun Pelyanan Puskesmas Kayu Putih Membuat Masyarakat Tambah Sakit

Puskesmas kayu putih

Ambon, Bedahnusantara.com: Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah layanan kesehatan tingkat pertama di masyarakat, yang memberikan langkah dan pertolongan pertama dalam pelayanan kesehatan.

Keberadaan Puskesmas menjadi hal yang sangat penting dan tidak dapat diabaikan oleh semua pihak, sebab lewat puskesmaslah masyarakat yang berada pada daerah yang cukup jauh dari Rumah sakit, mendapatkan pelayanan kesehatan secara baik dan mudah.

Bacaan Lainnya

Akan tetapi keberadaan Puskesmas acap kali malah menimbulkan persoalan yang tidak pelak memberi pukulan dan koreksi mendalam bagi dunia medis dan pelayanan kesehatan. Mana kala pelayanan yang diterima oleh masyarakat tidak sesuai dengan harapan dan prinsip kesehatan.

Hal inilah yang menjadi bukti miris dari buruknya pelayanan kesehatan dimasyarakat, terkhususnya masyarakat yang ada di Negeri Soya, Kecamatan Sirimau Kota Ambon.

Berdasarkan temuan dan laporan masyarakat, pelayanan yang dilakukan Puskesmas Kayu Putih yang berlokasi di Negeri Soya, Kecamatan Sirimau dinilai mengecewakan.

Berdasarkan hasil pantauan media Bedahnusantara.com, Kamis (9/2/2023) para tenaga medis yang melakukan aktivitas di Puskesmas Kayu Putih yang dinilai lamban dalam melakukan pelayanan.

Salah satu warga yang menjadi korban dan tidak ingin namanya dipublikasi mengaku, kecewa dengan pelayanan kesehatan pada Puskesmas Kayu Putih, yang mana para tenaga medis terkesan lamban dan acuh tak acuh terhadap kehadiran mereka (masyarakat) yang datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Ini bukan pertama kalinya, Puskesmas Kayu Putih memberikan pelayanan buruk terhadap masyarakat yang datang untuk berobat dan mendapat pemeriksaan, hampir setiap saat pelayanan yang diterima oleh masyarakat selalu saja sama dan tidak jarang mengecewakan masyarakat” ungkapnya.

Menurutnya, setiap masyarakat yang datang untuk berobat atau akan melakukan pemeriksaan kesehatan, harus menunggu selama satu hingga dua jam untuk mendapatkan kesempatan dilayani. bahkan anehnya, para staf medis yang bekerja pada Puskesmas Kayu Putih, terkesan menganggap hal itu sebagai sesuatu yang sudah biasa, sehingga dengan sesuka hati masyarakat diabaikan begitu saja.

” Para perawat donk sering bersikap acuh tak acuh, dan tidak pernah responsif kepada masyarakat yang datang untuk mendapat pelayanan kesehatan, kami terkadang dibiarkan begitu saja, dan tidak pernah didatangi atau didekati untuk memberikan kesan pelayanan yang manusiawi,” jelas sumber.

Tidak hanya itu, lanjutnya “persoalan ini bahkan dimulai sejak dari bagian pendaftaran, sebab para tenaga medis bahkan tidak memberikan salam buat pasien atau menyapa secara baik, namun memberikan kesan arogansi dan semena-mena kepada masyarakat yang datang, bahkan untuk kami dapat masuk ke bagian pemeriksaan saja terkadang kami dipersulit, karena pegawai yang acuh tak acuh dan sering ngerumpi tanpa menghiraukan masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” Tegasnya.

Hal seperti ini, tambahnya, bukanlah merupakan perkara baru tapi sudah sering kali menjadi persoalan, sampai-sampai ada istilah dimasyarakat bahwa: “Puskesmas ini bangunannya saja yang bagus kaya rumah sakit, tapi pelayanannya bikin katong tambah sakit,” Ucap sumber.

Dia berharap agar persoalan ini dapat menjadi perhatian serius dari Pemerintah Kota Ambon, terutama bapak Penjabat Wali Kota Ambon dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, karena hal ini sudah menjadi seolah budaya dan kebiasaan para staf Puskesmas Kayu Putih.

“Mereka (para staf) harus dievaluasi, bahkan bila perlu diganti semua agar kami masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik,” Tandasnya (BN-03).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan