Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusnatara.com: Pelayanan kesehatan di Puskesmas Rawat Inap Hutumuri yang sempat terhenti akibat aksi pemboikotan pada Minggu (24/5/2026) akhirnya kembali normal. Setelah melalui proses mediasi yang melibatkan Pemerintah Negeri Hutumuri dan pihak yang melakukan pemboikotan, seluruh aktivitas pelayanan kesehatan kini telah dibuka kembali untuk melayani masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, dr. Johan Stefanus Norimarna, saat dikonfirmasi melalui telepon, Senin (25/5/2026), memastikan bahwa kondisi di Puskesmas Rawat Inap Hutumuri sudah kondusif dan pelayanan kepada masyarakat kembali berjalan sebagaimana mestinya.
Menurut Norimarna, penyelesaian masalah dilakukan melalui pendekatan dialog dan komunikasi yang melibatkan semua pihak terkait sehingga ditemukan titik temu yang dapat diterima bersama.
“Persoalan tersebut sudah diselesaikan melalui mediasi. Saat ini Puskesmas Rawat Inap Hutumuri sudah kembali dibuka dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berjalan normal,” kata Norimarna.
Ia menjelaskan, keberlangsungan pelayanan kesehatan menjadi hal yang sangat penting karena puskesmas merupakan fasilitas pelayanan publik yang setiap hari dibutuhkan masyarakat, baik untuk pelayanan kesehatan dasar, pemeriksaan ibu dan anak, pengobatan umum, maupun berbagai program kesehatan lainnya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, aksi pemboikotan dilakukan oleh warga bernama Marthen Tehupeiory pada Minggu pagi sekitar pukul 07.15 WIT. Aksi tersebut diduga dipicu oleh kekecewaan terkait janji kesempatan kerja di Puskesmas Rawat Inap Hutumuri yang disebut pernah disampaikan oleh mantan Raja Hutumuri pada periode sebelumnya.
Kekecewaan tersebut kemudian berujung pada aksi pemboikotan sehingga sempat mengganggu akses pelayanan kesehatan masyarakat. Kondisi ini memicu kekhawatiran karena puskesmas merupakan fasilitas vital bagi layanan kesehatan warga sehari-hari.
Menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah Negeri Hutumuri bersama unsur terkait segera melakukan mediasi dengan melibatkan tokoh masyarakat, perangkat negeri, pihak keluarga, serta unsur keamanan. Proses dialog dilakukan secara kekeluargaan dengan mengedepankan kepentingan masyarakat luas.
Hasil pertemuan akhirnya menghasilkan kesepakatan bersama, sehingga akses pelayanan di Puskesmas Rawat Inap Hutumuri kembali dibuka dan aktivitas pelayanan kesehatan kembali berjalan normal.
Menambahkan keterangan, Raja Negeri Hutumuri, Ferdy Waas, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Senin (25/5/2026), menjelaskan bahwa penyelesaian persoalan dilakukan melalui musyawarah bersama berbagai unsur masyarakat adat, pemerintah negeri, serta pihak terkait lainnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh pihak duduk bersama mencari solusi terbaik demi kepentingan masyarakat luas, sehingga pelayanan kesehatan di Puskesmas Hutumuri dapat kembali dibuka.
“Semua unsur dilibatkan dalam proses mediasi, mulai dari perangkat negeri, soa-soa, tokoh masyarakat, hingga pihak keluarga dan pihak keamanan. Prinsipnya kami mencari jalan keluar terbaik karena ini menyangkut kepentingan orang banyak,” ujar Ferdy Waas.
Ia menambahkan bahwa setelah seluruh pihak berdialog dan mencapai kesepakatan, diputuskan untuk segera membuka kembali pelayanan puskesmas agar tidak mengganggu kebutuhan kesehatan masyarakat.
Dengan dibukanya kembali Puskesmas Rawat Inap Hutumuri, masyarakat kini dapat kembali mengakses layanan kesehatan seperti pemeriksaan umum, layanan ibu dan anak, serta berbagai layanan medis lainnya. Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Kesehatan berharap kejadian serupa tidak kembali terulang agar pelayanan publik tetap berjalan optimal dan berkesinambungan. (BN Grace)





