Editor : Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Ambon untuk memperkuat ketertiban, kebersihan, serta disiplin kerja aparatur pemerintah dan perangkat desa. Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin apel jajaran Pemerintah Kota Ambon di halaman Kantor Balai Kota, Senin (25/11/2025).
Dalam arahan nya, Wattimena menyoroti pengelolaan parkir di badan jalan kawasan Pasar Mardika dan menekankan bahwa pemerintah tidak boleh kalah dari oknum-oknum yang mencoba menguasai fasilitas umum.
“Pemerintah ini tidak boleh kalah dari preman. Aparat, pemadam, Satpol PP, Dinas Perhubungan semua lengkap. Kalau mau melawan, kita lebih lengkap. Jangan sampai kita kalah hanya oleh satu atau dua orang yang merasa menguasai tempat itu. Kalau tidak sesuai aturan, tindak,” tegas Wattimena.
Ia meminta Dinas Perhubungan bersama Satuan Polisi Pamong Praja untuk mengawasi penuh penataan parkir, khususnya di badan jalan Pasar Mardika, agar kawasan tersebut benar-benar tertib.
Dalam apel tersebut, Wali Kota juga dengan tegas menegur para raja, kepala desa, dan lurah yang dinilai tidak menjalankan tugas secara optimal, terutama dalam urusan kebersihan dan penanganan sampah.
“Kalau bicara soal sampah, keamanan, dan ketertiban, tetapi Bapak-Ibu hanya tidur saja, itu tidak bisa. Raja, kepala desa, lurah adalah ujung tombak di wilayah. Kalau tidak mau bekerja, silakan ajukan pengunduran diri,” tegasnya.
Wattimena secara khusus menyoroti kondisi tumpukan sampah di Desa Waiheru yang menurutnya tidak pernah ditangani dengan serius meski sudah berkali-kali diingatkan.
Ia menilai pemerintah desa setempat lamban mencari solusi, termasuk soal penyediaan lahan untuk lokasi penempatan sampah.
“Setiap hari kita buka CCTV, dan sampah di Waiheru membuat sakit hati. Hanya atur satu tempat sampah saja tidak mampu—bagaimana mau mengurus masyarakat ribuan?” ujarnya.
Wali Kota Ambon juga kembali mengingatkan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bahwa indeks kinerja yang rendah akan memiliki konsekuensi.
Menurutnya, tahun pertama merupakan masa pembinaan, namun pada tahun kedua pemerintah akan menerapkan tindakan tegas bagi kepala OPD yang tidak mampu memenuhi target kinerja.
“Punishment akan berlaku, bukan untuk menghukum, tetapi untuk kebaikan. Kalau Kota Ambon mau baik, semua harus bekerja serius. Teguran ini bukan hal negatif, ini untuk kebaikan kota ini,” ujarnya.
Wattimena berharap dua hingga tiga minggu ke depan, pemerintah Desa Waiheru dapat menunjukkan perubahan signifikan agar dapat dijadikan contoh positif dalam peningkatan kerja di tingkat wilayah.
Wali Kota juga mengapresiasi OPD yang telah bekerja baik dan konsisten. Ia menegaskan bahwa hal-hal teknis di lapangan tidak boleh terus membebani pimpinan kota.
“Untuk kebijakan besar, biar Wakil Wali Kota pikirkan sampai rambut putih pun tidak apa-apa. Tapi hal-hal teknis jangan lagi membebani kami terus-terusan,” pungkasnya.
Apel pagi tersebut menjadi momen bagi Wali Kota untuk mengingatkan seluruh aparatur pemerintahan agar meningkatkan kedisiplinan dan memberikan pelayanan terbaik demi mewujudkan Ambon sebagai kota yang tertib, bersih, dan maju. (BN Grace)





