Satu Abad GPM, Ketua Sinode Ajak Gereja Perbarui Iman dan Pelayanan

sinode GPM

Editor : Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com: Sidang Sinode ke-39 Gereja Protestan Maluku (GPM) resmi dibuka pada Sabtu (18/10/2025) di Ambon. Momentum ini bukan sekadar agenda organisasi gereja, melainkan titik reflektif yang menandai perjalanan panjang GPM menuju satu abad pelayanannya.

Bacaan Lainnya

Ketua Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM, Pdt. E.T. Maspaitella, M.Si, dalam refleksinya menegaskan bahwa gereja dipanggil untuk tidak berhenti pada rutinitas kelembagaan. Ia mengajak seluruh peserta sidang menempatkan forum tertinggi gereja ini sebagai ruang rohani untuk mendengar suara Tuhan dan memperbarui panggilan pelayanan.

“Sidang Sinode bukan hanya soal laporan dan keputusan, tetapi kesempatan untuk menilai perjalanan iman dan meneguhkan arah pelayanan di tengah dunia,” ujar Pdt. Maspaitella saat di wawancarai di Ambon, Sabtu (18/10/2025)

Dengan mengusung tema “Anugerah Allah Melengkapi dan Meneguhkan Gereja Menuju Satu Abad GPM” (1 Petrus 5:10), gereja diajak menegaskan kembali sumber kekuatannya: anugerah dan kasih setia Allah.

Menurut Ketua Sinode, makna teologis tema ini mengingatkan bahwa setiap langkah GPM selama hampir seratus tahun merupakan karya penyertaan Tuhan.

“Kita ada sampai hari ini bukan karena kekuatan kita, tetapi karena kasih karunia Allah yang terus meneguhkan GPM di tengah arus perubahan zaman,” ungkapnya.

Pdt. Maspaitella juga menyoroti pentingnya menghadirkan gereja yang relevan dan kontekstual—gereja yang hidup bersama masyarakat, bukan terpisah dari realitas sosial dan budaya di Maluku, Maluku Utara, dan diaspora umat GPM di berbagai tempat.

“GPM harus menjadi saksi kasih Kristus yang nyata. Gereja tidak boleh diam terhadap penderitaan, ketidakadilan, dan persoalan kemanusiaan. Ia harus menjadi terang dan garam dunia,” tegasnya.

Dalam suasana penuh harapan menuju perayaan satu abad, Ketua Sinode mengajak seluruh unsur gereja untuk memperdalam spiritualitas pelayanan dan memperkuat semangat kebersamaan. Ia menekankan bahwa Sidang Sinode ke-39 harus menjadi perjumpaan iman yang menghasilkan keputusan-keputusan berdampak bagi masa depan gereja dan masyarakat.

Kita berharap keputusan yang dihasilkan bukan sekadar administratif, tetapi buah dari persekutuan yang sungguh-sungguh mendengar kehendak Allah,” ujarnya.

Di akhir Refleksinya, Pdt. Maspaitella menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak—pemerintah, TNI-Polri, lembaga mitra, dan warga gereja—yang turut menopang penyelenggaraan sidang.

Ia berharap seluruh proses berlangsung dalam tuntunan Roh Kudus agar GPM semakin teguh melangkah menuju abad baru pelayanannya.

Sidang Sinode ke-39 GPM menjadi tonggak sejarah penting, menandai gereja yang tidak sekadar merayakan usia, tetapi memperbarui tekad untuk hadir bagi dunia dengan kasih, keadilan, dan damai sejahtera Kristus. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan