Editor : Redaksi Ambon, Bedahnusantara.com:
Dalam sambutannya, Sapulette menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang sudah menjadi agenda rutin Gereja Katolik dan kini memasuki tahun pelaksanaan ketiga.
“Alam semesta patut kita syukuri atas rahmat Tuhan, sehingga hari ini kita dapat mengambil bagian dalam prosesi penerapan Arca Kristus Raja Alam Semesta,” ujarnya
Sapulette menjelaskan bahwa perayaan Kristus Raja memiliki makna mendalam bagi umat Katolik, sebagaimana telah dianjurkan Paus Pius XI melalui dokumen Quas Primas, yaitu menempatkan Kristus sebagai Raja Damai, Raja Kemuliaan, dan Raja Alam Semesta — baik dalam kehidupan bergereja maupun bermasyarakat.
Ia kemudian menyampaikan tiga pesan utama bagi umat dan masyarakat Kota Ambon:
Sapulette menegaskan bahwa perayaan ini mengajak seluruh umat Katolik di Ambon dan Maluku untuk memberikan penghormatan tertinggi kepada Kristus sebagai pusat kehidupan iman.
Menurutnya, jika umat mengakui Kristus sebagai Raja Damai, maka menjadi kewajiban moral untuk menjaga damai, menyampaikan salam sejahtera, serta membangun kebersamaan dimanapun berada.
“Tanpa damai dan kebersamaan, sulit bagi kita untuk mewujudkan program-program pembangunan, termasuk program prioritas Pemerintah Kota Ambon,” tegasnya.
Momentum ini diharapkan dapat memperkuat rasa persaudaraan dan toleransi antarumat beragama sebagai fondasi kehidupan sosial di Kota Ambon.
“Jika Ambon dan Maluku ini damai, maka Indonesia pun pasti damai,” kata Sapulette.
Sapulette menutup sambutannya dengan ajakan untuk terus merawat nilai kasih, kedamaian, dan persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui perayaan ini, mari kita sampaikan kabar damai dan sejahtera bagi kota yang sama-sama kita cintai.”(BN Grace)





