Editor : Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Pemerintah Kota Ambon bersama Yayasan Rumah Generasi kembali mempertegas komitmennya dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan merangkul seluruh lapisan masyarakat. Komitmen ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjadi bagian dari rangkaian Program Kemitraan Australia–Indonesia Menuju Masyarakat Inklusif (INKLUSI). Program ini telah berjalan sejak fase pertama, dan kini memasuki fase kedua dengan penekanan pada kolaborasi yang lebih terstruktur, strategis, dan berbasis kebutuhan OPD serta kelompok rentan di Kota Ambon. FGD dijadwalkan berlangsung pada Selasa (18/11/2025) pukul 10.00 WIT di Hotel Golden Palace Ambon.
Program INKLUSI selama ini menjadi salah satu inisiatif penting dalam mendorong kesetaraan akses dan kesempatan bagi kelompok rentan, termasuk perempuan, anak, penyandang disabilitas, lansia, serta kelompok marjinal lainnya. Program ini bertujuan memastikan bahwa seluruh kelompok masyarakat dapat terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga pemanfaatan hasil pembangunan, baik pada aspek sosial, ekonomi, politik, maupun budaya.
Sebagai mitra resmi implementasi Program INKLUSI, Yayasan Rumah Generasi memainkan peran kunci dalam memastikan praktik pembangunan di Kota Ambon mengedepankan pendekatan inklusif. Melalui FGD bersama OPD teknis, Rumah Generasi ingin memperkuat penyelarasan program pemerintah dengan agenda inklusi sosial, sekaligus membangun kesamaan perspektif lintas sektor mengenai pentingnya pendekatan inklusi dalam kebijakan publik.
FGD ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan strategis pada 30 September 2025 yang menghasilkan kesepakatan untuk melanjutkan kerja sama Program INKLUSI pada fase kedua. Pertemuan tersebut juga menegaskan kembali pentingnya komitmen Pemerintah Kota Ambon terhadap isu-isu kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, pemenuhan hak penyandang disabilitas, perlindungan anak, hingga penguatan kapasitas masyarakat sipil sebagai mitra dalam pembangunan.
Dalam kesempatan itu, R. Jemmy Talakua selaku Koordinator Program INKLUSI di Yayasan Rumah Generasi, menekankan bahwa FGD bersama OPD merupakan langkah strategis untuk memastikan implementasi program didukung penganggaran yang jelas, terencana, dan sesuai kebutuhan daerah. Ia juga menggarisbawahi pentingnya memasukkan isu perubahan iklim dalam kerangka kerja sama.
Menurutnya, kelompok rentan adalah pihak yang paling terdampak oleh bencana, perubahan lingkungan, dan degradasi ekosistem, sehingga integrasi antara isu inklusivitas dan adaptasi perubahan iklim menjadi sangat relevan.
FGD ini akan memfokuskan pada tiga agenda utama: yang pertama Membangun pemahaman yang seragam mengenai konsep inklusivitas dan keterkaitannya dengan kebijakan iklim serta kerangka pembangunan daerah, kedua Memetakan bentuk kolaborasi dan peluang sinergi lintas OPD, termasuk cantolan program yang dapat di integrasikan dengan kegiatan Rumah Generasi dan terakhir Menyusun desain relevansi Program INKLUSI dengan dokumen perencanaan daerah, seperti RKPD 2026, RPJMD 2025–2029, hingga dokumen sektoral lainnya.
Dalam sesi diskusi, setiap OPD akan diminta mengidentifikasi sub-kegiatan yang memiliki relevansi dengan agenda inklusi, peluang penguatan kapasitas internal, serta potensi alokasi anggaran pada kegiatan teknis masing-masing. Hasil pemetaan ini nantinya akan menjadi dasar penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Rumah Generasi dan OPD terkait pada fase implementasi.
Tahapan penyelenggaraan FGD telah disiapkan melalui proses yang matang, mulai dari rapat internal tim program, penyusunan ToR dan RAB kegiatan, pengumpulan data pendukung, koordinasi intensif dengan Program INKLUSI BaKTI selaku mitra nasional, hingga komunikasi berkelanjutan dengan Pemerintah Kota Ambon dan OPD teknis untuk memastikan kehadiran dan partisipasi aktif.
Undangan resmi telah disebarkan kepada seluruh OPD yang memiliki keterkaitan dengan agenda inklusivitas dan adaptasi perubahan iklim, termasuk sektor pendidikan, sosial, kesehatan, pemberdayaan perempuan, perencanaan pembangunan, kebencanaan, hingga lingkungan hidup.
FGD Program INKLUSI Fase II ini diharapkan menjadi tonggak penting bagi Pemerintah Kota Ambon dalam memperkuat arah pembangunan daerah yang inklusif, responsif gender, adaptif terhadap perubahan iklim, serta memastikan bahwa tidak ada satu pun kelompok masyarakat yang tertinggal. Dengan pemahaman bersama, sinergi lintas OPD, dan dukungan kebijakan yang lebih terarah, Kota Ambon diharapkan semakin siap mewujudkan pembangunan yang benar-benar berpihak pada masyarakat, terutama mereka yang paling membutuhkan.
Yayasan Rumah Generasi dan Program INKLUSI berkomitmen untuk terus mendampingi Pemerintah Kota Ambon, memastikan bahwa prinsip-prinsip inklusi tetap menjadi fondasi utama dalam proses pembangunan berkelanjutan di kota ini. (BN Grace)





