Editor : Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Menjelang pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, Dinas Sosial Kota Ambon menegaskan komitmennya untuk berpartisipasi aktif dalam penyediaan data sosial yang berkaitan erat dengan kondisi ekonomi masyarakat. Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Sosial Kota Ambon, Wendy Pelupessy, saat diwawancarai di Kantor Balai Kota Ambon, Selasa (18/11/2025).
Pelupessy menjelaskan bahwa meskipun Sensus Ekonomi berfokus pada pendataan unit usaha dan struktur ekonomi, namun data sosial memiliki kontribusi signifikan dalam memperkuat gambaran ekonomi daerah. Program-program sosial seperti bantuan sosial (bansos), Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), pemberdayaan masyarakat rentan, hingga penanganan kemiskinan ekstrem, menurutnya, selalu terhubung dengan indikator ekonomi.
“Data sosial itu bukan berdiri sendiri. Setiap perubahan jumlah penerima bansos, perkembangan UMKM keluarga binaan, sampai dinamika kemiskinan ekstrem—semua ini mencerminkan situasi ekonomi masyarakat. Karena itu, Dinas Sosial siap mendukung Sensus Ekonomi 2026 dengan data yang relevan dan terverifikasi,” ujar Wendy Pelupessy.
Ia menambahkan bahwa beberapa data kunci yang dimiliki Dinsos sangat beririsan dengan kebutuhan analisis BPS dalam Sensus Ekonomi, seperti: Jumlah penerima bantuan sosial (bansos) yang menunjukkan tingkat kerentanan ekonomi, selanjutnya UMKM dan usaha keluarga binaan Dinsos, yang turut membentuk struktur ekonomi local, Data penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang memengaruhi beban fiskal dan sosial daerah, Pemetaan kemiskinan ekstrem, yang menjadi fokus nasional hingga 2026, yang berikutny soal Mobilitas dan aktivitas ekonomi kelompok rentan yang dominan bergerak pada sektor informal.
Pelupessy menegaskan bahwa integrasi data sosial dan ekonomi sangat penting agar Pemerintah Kota Ambon memiliki satu dasar pijakan dalam merumuskan kebijakan pembangunan.
“Selama ini tiap OPD punya data yang kuat, tapi belum semuanya terintegrasi. Dengan Sensus Ekonomi 2026, kami berharap ada sinkronisasi sehingga data sosial dan ekonomi bisa saling melengkapi. Ketika datanya kuat, kebijakannya pasti lebih tepat sasaran,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa Dinas Sosial siap mengikuti seluruh rangkaian koordinasi bersama BPS menjelang sensus, termasuk penyelarasan format data, verifikasi kelompok rentan yang memiliki kegiatan ekonomi, hingga pemetaan UMKM keluarga yang selama ini menjadi binaan dinas.
“Kami berharap hasil Sensus Ekonomi 2026 dapat memperkuat penyusunan kebijakan pemerintah kota dalam pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi warga, dan peningkatan layanan sosial. Dinsos Ambon akan bekerja sama penuh,” tutup Wendy Pelupessy.
Dengan komitmen tersebut, Dinas Sosial Kota Ambon menegaskan perannya sebagai salah satu OPD yang memiliki keterkaitan langsung dengan kondisi kesejahteraan dan aktivitas ekonomi masyarakat, sekaligus menjadi mitra penting dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. (BN Grace)





