Ambon, Bedah Nusantara: Untuk penyediaan tenaga listrik yang berasal dari pembangkit listrik tenaga biomassa di pulau Buru, maka PT PLN Maluku mendatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PD Panca Karya.
Seketaris Daerah Maluku Ros Far-far kepada wartawan usai melakukan rapat bersama, mengatakan tenaga listrik di Maluku masih jauh dari yang diharapkan, olehnya itu dibutuhkan pembiayaan yang cukup signifikan.
“Oleh karena itu, hal ini perlu kita dorong agar betul-betul memperoleh tenaga listrik yang optimal. Sehingga berdampak baik bagi perekonomia,”ujar Far-Far.
Dirinya mengharapkan, dengan kerjasama ini segera diimplementasikan, sehingga nantinya bisa lebih luas ke wilayah-wilayah yang masih terkendala soal ketenagalistrikan.
Selain itu, Plt PD Panca Karya M.Z. Sangadji mengungkapkan luas HPH yang ada saat ini sebanyak 6730 ribu hektar, dimana setiap tahunnya memproduksi sekitar 67 ribu kubik dalam empat kali produksi, dan sekitar 20 persen diantaranya rusak.
Untuk itu pihaknya mencoba untuk memanfaatkan hal tersebut.
Menurutnya, dengan hutan ini kita akan membeli kayu milik masyarakat, dan disertai dengan bibit sehingga bisa kembali ditanam. Hal ini dilakukan agar bertumbuhnya industri kecil dan menengah di tiap-tiap kabupaten/kota.
“Kalau kaya begini terus kapan kita mau mengembangkan industri.
Olehnya itu kita akan mencoba pertama di Buru Selatan, dan akan survei ulang kembali untuk di Buru.
Untuk hal ini, kita bekerjasama dengan petani yang mempunyai sawah, mengingat hal ini menggunakan tenaga biomas.
Kemudian akan dilakukan di pulau-pulau kecil untuk mengabungkan tenaga diesel dengan listrik tenaga surya,”ucapnya.
Jika hal ini dilakukan dengan baik, maka akan memberikan pendapatan bagi daerah, membuka peluang kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang ada di kabupaten/kota.
Ditempat yang sama, kepala PLN Wilayah Maluku dan Maluku Iksan, mengakui dalam undang-undang 30 menjelaskan siapa saja boleh berpatisipasi dalam membangun listrik, dimana PLN PLN hanya sebagai salah satu pelaku.
Menurutnya, di beberapa tempat sudah banyak pihak-pihak berpartisipasibaik itu swasta dan pemerintah daerah.
Tentu pihaknya sangat senang dengan hal ini, karena PLN tidak akan mampu membangun kelistrikan di Maluku tanpa bantuan dari semua pihak.
“MoU pada umumrnya setahun, mungkin kita akan perpanjang lagi,”akuinya. (BN-02)






