Editor : Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Tahap kedua proses pemilihan dalam Sidang Sinode ke-39 Gereja Protestan Maluku (GPM) kembali menegaskan dominasi Pdt. S.I. Sapulette sebagai figur sentral dalam dinamika pemilihan pimpinan gereja lima tahun mendatang. Dari 279 surat suara yang masuk, 3 dinyatakan tidak sah, sementara 276 suara sah dihitung secara terbuka di hadapan seluruh peserta sidang dengan penuh ketelitian dan transparansi.
Hasil penghitungan yang dilakukan di Greja Maranatha Ambon, Sabtu (25/10/2025) menunjukkan Pdt. S.I. Sapulette meraih dukungan 192 suara, unggul jauh dari pesaingnya Pdt. Daniel Watimanela yang memperoleh 84 suara. Selisih suara yang mencapai 108 suara ini memperlihatkan kuatnya kepercayaan mayoritas peserta sidang terhadap kepemimpinan dan kapasitas pelayanan Pdt. Sapulette.
Kemenangan telak ini menjadi kelanjutan langsung dari hasil pemilihan tahap pertama, di mana Pdt. Sapulette sebelumnya juga meraih 159 suara dari 275 suara sah, sementara Pdt. Watimanela hanya memperoleh 74 suara. Lonjakan dukungan di tahap kedua menjadi bukti nyata bahwa mayoritas peserta sidang semakin solid dalam memberikan mandat kepada Pdt. Sapulette untuk menakhodai GPM dalam periode pelayanan mendatang.
Selama proses pemilihan berlangsung, suasana di ruang sidang tetap terjaga dengan khidmat dan tertib. Para peserta menunjukkan kedewasaan rohani, kebersamaan, serta semangat pelayanan yang tinggi dalam menjalani setiap tahapan pemilihan. Panitia pelaksana memastikan seluruh proses berjalan sesuai tata aturan gereja, menjunjung tinggi prinsip keadilan, dan menjaga integritas forum sidang sebagai wadah pengambilan keputusan tertinggi di lingkungan GPM.
Dukungan yang besar terhadap Pdt. Sapulette bukanlah tanpa alasan. Sosoknya dikenal luas sebagai figur yang tenang, sistematis, dan berdedikasi tinggi dalam pelayanan. Selama masa tugasnya di Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM, ia dinilai mampu menghadirkan stabilitas dalam organisasi serta mendorong arah pelayanan gereja yang terukur dan berdampak. Sikap kepemimpinannya yang bijak dan komunikatif menjadikannya tokoh yang dihormati di berbagai lingkup pelayanan.
Hasil pemilihan tahap kedua ini menjadi titik krusial dalam perjalanan Sidang Sinode ke-39 GPM, yang bukan hanya memilih seorang pemimpin, tetapi juga menetapkan arah pelayanan gereja di tengah tantangan zaman yang kompleks. Dukungan kuat terhadap Pdt. Sapulette memperlihatkan harapan besar dari peserta sidang agar gereja terus melangkah maju dengan visi yang jelas, pelayanan yang inklusif, dan kepemimpinan yang kokoh di atas dasar iman.
Dengan kemenangan ini, Pdt. S.I. Sapulette kian meneguhkan langkahnya menuju puncak kepemimpinan GPM. Sidang Sinode ke-39 pun menjadi saksi lahirnya babak baru dalam perjalanan gereja ini babak yang diwarnai semangat kebersamaan, kesetiaan pada panggilan iman, dan komitmen untuk terus menghadirkan kasih Kristus di tengah dunia yang terus berubah. (BN Grace)





