| Pelantikan PHBI Bursel |
Namrole, Bedah Nusantara.com: Panitia Hari-Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Buru Selatan (Bursel) , Senin (20/4) kemarin dilantik Bupati Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Tagop Sudarsono Solissa.
Pelantikan yang dipusatkan di ruang Aula Kantor Bupati itu dihadiri para pimpinan SKPD lingkup Pemkab Bursel.
Bupati dalam sambutannya mengatakan bahwa sebagai daerah yang baru dimekarkan sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Buru Selatan di Provinsi Maluku, sangat membutuhkan pelayanan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan secara baik, efektif, efisien untuk meningkatkan kesejahteraan kepada semua masyarakat di daerah ini terutama lewat pelayanan yang bersifat religius agar dapat mengokohkan ahklak dan moral guna meningkatkan keharmonisan antar umat beragama di daerah yang kita cintai bersama ini, sebagai wujud implementasi dari Pancasila khususnya Sila Ketuhanan Yang maha Esa, serta aktualisasi dari Pasal 29 Undang-Undang Dasar 1945.
“Terbentuknya Panitia Hari-Hari besar Islam, selain untuk menyemarakkan syi’ar islam di negeri Fuka Bipolo, juga mengingatkan kaum muslimin dan muslimat untuk meningkatkan keyakinan iman dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Dalam peringatan ini, kita mengingat kembali perjuangan nabi besar Muhammad SAW dalam menyebarkan syiar islam, sekaligus meyakini dengan sepenuh hati akan nilai-nilai kebenaran yang terkandung di dalam kitab suci Al – Qur’an,” kata Bupati.
Oleh karena itu, berkaitan dengan hal tersebut, pemerintah daerah merasa bertanggungjawab dan perlu untuk membentuk Panitia Hari-hari Besar Islam dalam mewadai seluruh perayaan hari – hari besar Umat Islam.
Lebih lanjut dikatakan, kehidupan toleransi antar umat beragama di Kabupaten Bursel pada dasarnya sangat-sangatlah aman dalam kondisi yang kondusif dan lewat kondisi itulah Pemerintah Kabupaten Bursel pada dasarnya sangat mendukung akan peningkatan pelayanan dasar melalui bidang keagamaan di daerah ini, karena pada dasarnya masyarakat di daerah ini sangat menjunjung tinggi adat -istiadat yang merupakan nilai-nilai kekuatan lokal yang dapat diterapkan dalam kehidupan umat beragama serta nilai “Kai Wait” atau adik kakak yang memiliki makna nilai-nilai; kemajemukan, kearifan lokal, toleransi, kebersamaan, dan keterbukaan dalam toleransi beragama, yang disemangati oleh semboyan kita yaitu “Lolik Lalen Fedak Fena” yang bermakna “Satukan Hati Membangun Negeri“.
“Olehnya itu, besar harapan saya, pelaksanaan acara Pelantikan Panitia Hari-hari Besar Islam ini akan menjadi dasar pijak bagi pembangunan nilai-nilai keagamaan di Negeri Fuka Bipolo agar dapat mencapai :Buru Selatan Yang Damai, Adil, Demokratis, Menuju Masyarakat Yang Sejahtera,” harapnya.
Olehnya itu, terkait dengan pelaksanaan pelantikan Panitia Hari-hari Besar Islam saat ini, merupakan suatu keharusan yang perlu dilakukan dalam rangka membina serta mengembangkan kualitas beristiqamah serta berakhlak mulia bagi Umat Islam.
“Saya ingin menyampaikan kepada saudara-saudara yang telah dilantik sebagai pengurus saat ini tanggung jawab saudara cukup berat untuk menjalankan tugas dan fungsi dengan baik dan selalu mengutamakan ketakwaan, keimanan dan hati nurani demi kepentingan masyarakat di daerah ini kedepan,” ujarnya. (BN-09)





