Bupati Lepas Peserta PPL/KKN Profesi Unpatti di Bursel

UNTIKA KKN 19 1
Ilustrasi Mahasiswa KKN

Namrole, Bedah Nusantara.com: Bupati Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Tagop Sudarsono Solissa, Rabu (22/4) melepas puluhan peserta PPL/KKN Profesi Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon.

Pelepasan itu dilakukan dalam acara Pembekalan PPL/KKN Profesi dan Penyerahan Ijazah Program Sarjana Pendidikan Bagi Guru dalam Jabatan Kabupaten Bursel Tahun 2015, Kerja Sama Pemkab Bursel dengan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon.

Pelaksanaan kegiatan itu dipusatkan di Ruang Aula Kantor Bupati dan turut dihadiri oleh para Dosen Unpatti, para pimpinan SKPD lingkup Pemkab Bursel maupun para peserta PPL/KKN Unpatti.

Bupati dalam sambutannya mengatakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari program Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu sebagai bentuk peran dan pengabdian mahasiswa terhadap masyarakat.

Oleh karena itu, program KKN ini harus memiliki visi dan misi yang jelas di dalam pelaksanaanya.

“Artinya kegiatan KKN tidak hanya sebatas untuk memenuhi kegiatan unsur akademis semata. Kegiatan KKN harus benar-benar suatu kegiatan yang memberikan manfaat ganda, baik untuk kepentingan mahasiswa dan perguruan tinggi yang bersangkutan, juga memberikan manfaat bagi dunia pendidikan dan pemerintah,” kata Bupati.

Oleh karenanya, kegiatan KKN bagi penyiapan tenaga pendidik yang diselenggarakan Unpatti Ambon ini diharapkan memberikan manfaat dan dampak positif bagi kepentingan bersama di Bumi Fuka Bipolo.

Sebab, KKN bisa dijadikan sebagai sarana, transformasi ilmu pengetahuan penelitian bagi seluruh perguruan tinggi.

Dimana, Penelitian dalam proses penyiapan tenaga pendidik yang dilakukan harus dipersiapkan dengan baik dengan membangun sinergitas dan metode yang jelas dengan membawa perubahan kearah yang lebih baik bagi dunia Pendidikan.

Olehnya itu, selama berlangsungnya pelaksanaan KKN, mahasiswa sekaligus tenaga pendidik hendaklah serius melaksanakan peran pengabdian sekaligus melakukan penelitian ataupun pengamatan terhadap generasi penerus bangsa, secara langsung.

“Perlu diingat kekuatan internal saudara-saudara perlu ditambah secara non linier terhadap kompleksitas faktor eksternal yang akan sangat berpengaruh dalam interaksi dengan pelajar nantinya di lapangan. Walaupun saya yakin sebagian penguatan tersebut telah diperoleh dari proses pekuliahan selama di UNPATTI, pembelajaran diri harus dilakukan sepanjang hayat,” ujarnya.

Harus diingat, tambahnya, bahwa Factual dan experiential knowledges yang membangun hard dan soft skills  memang diberikan di bangku kuliah, namun seorang mahasiswa yang berkiprah di masyarakat hendaknya mau mendengar dengan baik, merespons secara terbuka dan bertanggung jawab terhadap tindakannya dalam menangani permasalahan yang ada.

“Kita semua harus banyak mendengar, melakukan dialog, kemudian dengan bijak memilih dan fokus pada pilihan yang kita buat. Membangun network, bekerjasama bahu membahu dengan berbagai unsur yang ada untuk menemukan dan mewujudkan jawaban permasalahan yang ada,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, dirinya turut menyampaikan kepada seluruh mahasiswa KKN agar dapat mengambil peran dengan mengaplikasikan seluruh kemampuan Ilmu Pengetahuan kepada pelajar agar secara bersama dapat saling membantu menyelesaikan segala kekurangan dan keterbatasan yang ada pada lokasi KKN masing-masing.

“Hal lain yang ingin saya sampaikan agar para mahasiswa pada saatnya nanti sebagai tenaga pendidik yang professional harus juga memiliki kepekaan psykologis terhadap sesama maupun dengan pelajar,” ujarnya.

Olehnya itu, tambahnya lagi, disadari sunggguh peran Mahasiswa sebagai tenaga Pendidik yang mengedepankan profesionalitas harus dapat menjalankan perannya dalam membina semangat pelajar sebagai generasi penerus bangsa di daerah ini, dalam membentuk watak  serta karakter, kejiwaan seorang pelajar. (BN-09)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan