Mailuhu: Pelaku Usaha Adalah Pahlawan PAD Kota Ambon

mailuhu umkm

Editor : Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com: Entrepreneur muda Kota Ambon, Body Wane Ruperd Mailuhu, tampil memberikan motivasi kuat bagi para generasi muda dalam sebuah sesi berbagi pengalaman yang sarat makna tentang perjalanan hidup, kegigihan, dan pentingnya membangun usaha sejak dini. Dalam penyampaiannya, Body menegaskan bahwa para pelaku usaha, termasuk usaha mikro sekalipun, adalah “pahlawan PAD” yang harus terus tumbuh demi menjaga kesehatan APBD Kota Ambon di tengah dinamika fiskal nasional.

Bacaan Lainnya

Dalam kisah inspiratifnya, Body bercerita bagaimana masa kecil dan remajanya dipenuhi perjuangan. Ia hidup berpindah-pindah, tinggal di berbagai kos-kosan kecil bersama keluarga. Kondisi rumah tangga yang sulit, hingga persoalan keluarga yang membuat mereka terus berjuang, tidak membuatnya menyerah. “Beta dulu tinggal kos, pindah-pindah. Hidup seadanya. Tapi Beta berproses. Beta selalu bercerita ini supaya teman-teman bisa rubah mindset bahwa tidak selamanya katong harus tetap seperti itu,” ungkapnya.

Body mengenang masa kecilnya yang penuh keterbatasan, tidur berempat dalam satu kamar kos kecil, bahkan pernah menyaksikan konflik keluarga hanya karena uang Rp20.000. Namun dari situ muncul tekad untuk berubah. Ia kemudian mulai berusaha sendiri, memanfaatkan beasiswa Supersemar yang ia terima. “Beta ambil itu beasiswa, Beta beli etalase untuk jual pulsa. Dari situ Beta mulai usaha kecil-kecil. Untung Rp2.500 saja Beta syukuri,” katanya.

Perjalanan usahanya terus berkembang. Dari jual pulsa, rokok, hingga membuka layanan kecil di area hotel. Semua dilakukan dengan kerja keras, tanpa menyerah pada kondisi ekonomi keluarga yang jauh dari stabil. Body menegaskan bahwa pola pikir itulah yang harus diwariskan kepada generasi muda Ambon.

Dalam sesi motivasi tersebut, ia menekankan bahwa anak-anak muda tidak boleh hanya bergantung pada mimpi menjadi ASN, tetapi harus mulai melihat potensi menjadi pelaku usaha. “Katong harus ajar anak-anak jangan cuma berharap jadi ASN. Mari katong jadi pelaku usaha. Karena pelaku usaha ini pahlawan PAD. Yang luar itu pahlawan defisit, tapi pelaku usaha ini pahlawan PAD,” tegasnya.

Menurut Body, UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia. Bahkan pada masa pandemi Covid-19, pemerintah pusat pernah menggelontorkan anggaran hingga Rp500 triliun hanya untuk memastikan UMKM tetap hidup. “Karena 97 persen tenaga kerja diserap oleh UMKM. Ini harus tetap hidup dan berjalan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti kondisi fiskal nasional yang berdampak pada daerah, termasuk adanya pemotongan anggaran dari pemerintah pusat. Menurutnya, satu-satunya cara menjaga APBD kota tetap sehat adalah dengan mendorong peningkatan pendapatan dari sektor pajak dan retribusi yang sebagian besar bersumber dari aktivitas para pelaku usaha.

Dari sekitar peserta yang hadir, hanya empat orang yang mengaku sudah menjalankan usaha kecil. Body berharap angka ini meningkat setelah kegiatan tersebut. “Beta harap setelah ini banyak yang termotivasi untuk jadi pelaku usaha. Usaha kecil-kecil saja dulu. Yang penting mulai,” ucapnya.

Body Wane Ruperd Mailuh menutup penyampaiannya bahwa dirinya hanyalah contoh kecil bahwa siapa pun bisa bangkit, bertumbuh, dan menjadi lebih baik. “Katong tanam dari kecil, katong silam untuk bertumbuh. Jangan menyerah. Beta mulai dari nol, dan katong semua juga bisa,” tutupnya dengan penuh semangat. (BN Grace)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan