Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Dinas Kesehatan Kota Ambon terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga untuk menjaga kesehatan melalui pemeriksaan rutin.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, dr. Johan Stefanus Norimarna, saat diwawancarai via telepon, Jumat (5/6/2026), menjelaskan bahwa program tersebut bertujuan mempermudah akses masyarakat terhadap layanan pemeriksaan kesehatan sekaligus mendukung deteksi dini berbagai penyakit.
“Program Cek Kesehatan Gratis bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan. Melalui program ini, masyarakat dapat memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan secara rutin sehingga berbagai penyakit dapat dideteksi lebih awal, komplikasi dapat dicegah, dan derajat kesehatan masyarakat Kota Ambon dapat terus meningkat,” ujar Norimarna.
Ia menjelaskan, layanan CKG dapat dimanfaatkan oleh seluruh warga Kota Ambon dari berbagai kelompok usia, mulai dari bayi baru lahir hingga lanjut usia (lansia).
Untuk bayi baru lahir, pemeriksaan meliputi deteksi dini hormon tiroid, pemeriksaan penyakit jantung bawaan, serta skrining pertumbuhan anak. Sementara bagi balita dan anak prasekolah tersedia skrining tuberkulosis (TB), pemeriksaan pendengaran dan penglihatan, pemeriksaan kesehatan gigi, skrining thalasemia bila diperlukan, serta deteksi dini diabetes melitus.
Pada kelompok remaja dan dewasa, layanan mencakup pemeriksaan tekanan darah, cek kadar gula darah dan kolesterol, pemantauan risiko penyakit kardiovaskular, pemeriksaan fungsi paru untuk mendeteksi TB dan PPOK, hingga deteksi dini kanker payudara, kanker leher rahim, kanker paru, dan kanker usus.
Sedangkan untuk kelompok lansia, pemeriksaan meliputi fungsi pendengaran dan penglihatan, kesehatan jiwa, evaluasi fungsi hati, serta pemeriksaan kesehatan jantung dan pembuluh darah.
“Semua layanan tersebut diberikan secara gratis di seluruh puskesmas yang ada di Kota Ambon,” katanya.
Terkait mekanisme pendaftaran, Norimarna menjelaskan bahwa masyarakat yang telah memiliki aplikasi Satu Sehat dapat melakukan pendaftaran dan memperoleh tiket pemeriksaan melalui aplikasi tersebut. Namun bagi warga yang belum memiliki akses atau mengalami kesulitan menggunakan aplikasi, tetap dapat mendaftar langsung di puskesmas.
“Masyarakat cukup membawa KTP atau NIK. Petugas puskesmas akan membantu proses pendaftaran melalui aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) menggunakan perangkat yang tersedia di puskesmas. Jadi tidak ada alasan untuk tidak memanfaatkan layanan ini karena seluruh masyarakat tetap bisa mengaksesnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dinas Kesehatan Kota Ambon menargetkan peningkatan partisipasi masyarakat dalam program tersebut agar sejalan dengan target nasional tahun 2026.
“Kami menargetkan partisipasi masyarakat terus meningkat sehingga dapat mencapai target nasional tahun 2026, yakni sebesar 46 persen dari jumlah penduduk Kota Ambon yang mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis,” ungkapnya.
Pemerintah Kota Ambon berharap melalui program ini masyarakat semakin sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala, menerapkan pola hidup sehat, serta mampu mencegah berbagai penyakit melalui deteksi dini.
“Harapan kami, kualitas hidup masyarakat Kota Ambon semakin baik, risiko penyakit dapat ditekan, dan budaya hidup sehat semakin tumbuh di tengah masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif yang terus dilakukan,” tutup Norimarna. (BN Grace)





