GUBERNUR SERTA WAGUB MALUKU DIKUKUHKAN  GELAR ADAT SEBAGAI UPU LATU DAN PATI MALUKU

Hitam Modern Quotes Postingan Instagram 4

Editor : Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com: Gelar adat adalah suatu simbol atau gelar kehormatan yang diberikan kepada seseorang atau kelompok oleh masyarakat adat sebagai tanda pengakuan dan penghormatan atas status sosial atau posisi tertentu dalam masyarakat tersebut.

Bacaan Lainnya

Pemberian gelar adat biasanya dilakukan dalam suatu upacara adat dan memiliki makna yang khusus bagi masyarakat adat, di mana sang Penerima akan memiliki tidak hanya pengakuan, akan tetapi juga di hormati segala keputusan dan kebijakan nya.

Guernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Maluku H. Abdullah Vanath, adalah dua tokoh penting di Maluku yang hari ini mendapatkan penghormatan dan pengakuan selaku Anak adat yang kemudian di berkahi berkat leluhur kepada Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa sebagai Upulatu Maluku dan Wakil Gubernur Maluku H. Abdullah Vanath sebagai Pati Maluku, pada Rabu (14/5/2025), bertempat di Lobby Lantai 2 Kantor Gubernur Maluku.

Penetapan dan Pengukuhan Gelar adat tersebut di berikan Majelis Latupati Maluku kepada Hendrik Lewerissa dan H. Abdullah Vanath berdasarkan Surat Keputusan Majelis Latupati Maluku Nomor : 01/SK/MLPM/05/2025 Tentang Penganugerahan Gelar Adat Kepada Gubernur Maluku dan Wakil Gubernur Maluku.

Sementara itu Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur, terima kasih dan kebanggaan atas pengukuhan ini.

“Amanah adat ini merupakan sebuah kehormatan dan kepercayaan besar dari masyarakat Adat Maluku, melalui Forum Majelis Latupati Maluku,” jelasnya.

Gelar ini lanjutnya, bukan sekedar simbol kekuasaan, melainkan representasi dari kepemimpinan yang mengayomi, melindungi, dan mempersatukan seluruh masyarakat Maluku.

Selanjutnya, Lewerissa mengungkapkan, gelar ini mengingatkannya kepada keluhuran nilai-nilai adat istiadat dan budaya dari orang tatua, yang terwariskan secara turun temurun dalam kehidupan masyarakat adat di 11 Kabupaten/Kota se-Maluku.

“Kami sadar betul di pundak kami ada harapan besar untuk menjaga keharmonisan dan kerukunan antar orang basudara, melestarikan nilai adat dan budaya Maluku, serta mewariskannya secara berkelanjutan bagi anak cucu kita,” ungkap Lewerissa.

Begitu pula dengan Gelar Pati Maluku yang diemban oleh Wakil Gubernur Maluku, Lewerissa menjelaskan gelar ini melambangkan ketegasan, loyalitas dan pengabdian yang tulus dalam mendampingi dan mendukung kepemimpinan Upu Latu.

“Sinergi antara Upu Latu dan Pati adalah kunci sukses untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan masyarakat yang baik dan efektif di Maluku” terang Lewerissa.

Lewerissa juga menyampaikan bahwa pengukuhan ini bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, justru merupakan awal dari babak baru pengabdian kami di bumi raja-raja.

“Kami berjanji dan berikhtiar, dengan segenap kemampuan dan ketulusan hati, akan menjalankan amanah ini sebaik-baiknya, mendengarkan aspirasi masyarakat, dan bekerja untuk mewujudkan Maluku yang maju, adil dan sejahtera,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, Upu Latu dan Pati bukan sebatas simbol, melainkan panggilan jiwa untuk melayani dengan cinta, merangkul dengan hikmat, dan membangun dengan nilai.(BN-07)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan