Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Ketua Karang Taruna Provinsi Maluku, Dr (c) Alexander Waas, SH, MM, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, serta seluruh investor dan pemangku kepentingan atas dimulainya pembangunan (groundbreaking) Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Blok Masela.
Menurut Waas, dimulainya pembangunan Blok Masela merupakan momentum bersejarah yang telah lama dinantikan oleh masyarakat Maluku. Groundbreaking proyek tersebut tidak hanya menjadi penanda dimulainya pembangunan salah satu proyek energi terbesar di Indonesia, tetapi juga menjadi simbol harapan baru bagi percepatan pembangunan Provinsi Maluku dan kawasan timur Indonesia.
Ia menilai komitmen pemerintah dalam menghadirkan kepastian investasi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional patut diapresiasi. Sinergi antara pemerintah dan para investor, katanya, menjadi fondasi penting agar proyek strategis tersebut dapat berjalan tepat waktu, berkelanjutan, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa dan negara.
Meski demikian, Alexander Waas menegaskan bahwa keberhasilan Blok Masela tidak boleh hanya diukur dari besarnya nilai investasi maupun kapasitas produksi gas yang dihasilkan. Keberhasilan sesungguhnya, kata dia, harus tercermin ketika masyarakat Maluku mampu menjadi pelaku utama sekaligus penerima manfaat utama dari pembangunan tersebut.
Karena itu, Karang Taruna Provinsi Maluku mendorong agar percepatan pembangunan Blok Masela diiringi dengan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat daerah. Bentuk keberpihakan tersebut, menurutnya, harus diwujudkan melalui prioritas penyerapan tenaga kerja lokal, peningkatan kompetensi generasi muda melalui pendidikan dan sertifikasi, serta keterlibatan nyata para pengusaha lokal dalam rantai pasok proyek.
Ia menjelaskan, keterlibatan pengusaha daerah harus mencakup berbagai sektor, mulai dari pekerjaan konstruksi, logistik, transportasi, jasa pendukung hingga pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sehingga manfaat ekonomi proyek benar-benar dirasakan oleh masyarakat Maluku.
Selain itu, Karang Taruna Provinsi Maluku juga mengusulkan pembentukan Forum Kemitraan Blok Masela yang melibatkan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, operator proyek, pengusaha lokal, perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, tokoh adat, serta masyarakat.
Forum tersebut diharapkan menjadi wadah koordinasi untuk memastikan keterlibatan masyarakat Maluku berlangsung secara nyata, terukur, dan berkelanjutan sepanjang proses pembangunan maupun operasional proyek Blok Masela.
Alexander Waas menambahkan, Blok Masela harus menjadi titik awal lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Maluku. Efek berganda dari proyek strategis nasional ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas, meningkatkan daya saing pengusaha daerah, memperkuat sektor UMKM, serta mempercepat pemerataan pembangunan, khususnya di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga iklim investasi yang aman, kondusif, dan produktif. Menurutnya, investasi yang sehat akan menjadi motor penggerak kesejahteraan apabila dibangun di atas semangat kolaborasi, keadilan, serta keberpihakan kepada masyarakat lokal.
“Sudah saatnya orang Maluku tidak hanya menjadi saksi atas kekayaan alamnya sendiri, tetapi menjadi pelaku utama, penerima manfaat utama, dan pewaris masa depan dari pembangunan yang berlangsung di tanah leluhurnya,” tegas Waas.
Menutup pernyataannya, Ketua Karang Taruna Provinsi Maluku itu menegaskan bahwa organisasinya siap menjadi mitra strategis pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menyiapkan sumber daya manusia, mendorong kewirausahaan pemuda, serta memastikan manfaat pembangunan Blok Masela benar-benar dirasakan oleh masyarakat Maluku dari generasi ke generasi. (BN Grace)





