Fataruba: Hadapi Corona, Bupati Harus Berani Bertindak dan Bukan Hanya Memberi Himbauan

Kepulauan Sula, Bedahnusantara.com: Seiring dengan terus meningkatnya jumlah pasien Positif corona (Covid-19) di Maluku Utara hingga mencapai sebanyak 26 orang, dengan jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG), sebanyak 343 orang, Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP), sebanyak 215 Orang, Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Sebanyak 11 Orang, dan Pasien yang sembuh sebanyak 3 Orang, tentunya menjadikan Provinsi Maluku Utara dalam wilayah yang cukup berbahaya Covid-19.

fataruba%2BSULA
Fataruba: Hadapi Corona, Bupati Harus Berani Bertindak dan Bukan Hanya Memberi Himbauan



Oleh sebab itu berbagai himbauan dan program pemerintah telah disampaikan serta dijalankan kepada masyarakat, guna menekan laju penyebaran Covid-19 (Corona Virus),di Provinsi Maluku Utara. 

Hal tersebut juga ikut disuarakan oleh semua elemen masyarakat tanpa terkecuali dari partai Politik. 

Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Kepulauan Sula, menjadi salah satu partai politik yang turut menggaungkan untuk masyarakat taat pada anjuran pemerintah dalam rangka menghindari penularan Covid-19. dengan cara masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan jangan keluar rumah jika tidak ada keperluan yang penting. 

” Kalaupun ada keperluan mendesak yang mengharuskan keluar rumah maka harus selalu mengunakan Masker dan tetap jaga jarak terutama dengan saudara saudara kita yang baru tiba dari luar daerah. hal ini sebagai langkah ikhtiar kita sebagai Masyarakat yang juga ikut pro aktif dalam melawan corona sehinga Kabupaten Kepulauan Sula bisa terhindar dari pandemik covid19,” demikian diungkapkan Alfian Fataruba salah seorang Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Kepulauan Sula, kepada media ini di Sula.

Bersamaan dengan itu, lanjutnya saya juga berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula, terutama Team Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 agar lebih tanggap dalam melawan Corona. 

” Dalam artian bahwa semestinya Bupati harus lebih peka dan berani mengambil kebijakan untuk menyiapkan tempat Karantina bagi setiap Warga Kabupaten Kepulauan Sula yang baru Tiba dari luar daerah,” Terangnya. 

Tindakan lainnya, tambah Fataruba misalnya, selain Tim Gugus Covid19 melakukan pemeriksaan kesehatan dan menjalankan protokol kesehatan lainnya untuk saudara saudara kita yang baru tiba, akan tetapi Pemerintah Daerah juga sebaiknya menyiapkan bagunan sekolah yang saat ini masih diliburkan akibat dampak Covud19 ini, sebagai tempat karantina mandiri saat para saudara kita tiba dari luar daerah.

” saya berpendapat Pemda mestinya memanfaatkan bangunan bangunan Sekolah yang ada, khususnya di Kecamatan Sanana dan Mangole Utara, bahkan lebih khusus pada Desa Falabisahaya untuk di jadikan sebagai tempat karantina bagi saudara saudara kita yang baru dari luar Daerah. Karena pada kedua kecamatan tersebut merupakan akses pintu masuk dan keluar yang ada di Kabupaten Kepulauan Sula,” Ujarnya.

Tentunya, kata Fataruba, dengan sikap Bupati untuk mengambil lagkah kebijakan itu maka, segala Fasilitas Bagi saudara-saudara kita yang di karantina harus di Fasilitasi terutama terkait dengan makan minum mereka selama menjalani masa karantina 14 hari. 

” Saya kira jika Bupati berani mengambil kebijakan itu, maka sudah barang tentu hal itu merupakan salah sutu langkah pencegahan yang cukup efektif. Jangan cuma hanya memberikan himbauan dan arahan untuk mereka melakukan karantina mandiri di rumah dan menindak mereka yang nongkrong lewat dari jam 22.00. kenapa?, karna Warga Masyarakat kita masih minim kesadaran akan bahaya dan ancaman Virus Corona sehingga tidak cukup hanya himbauan dan arahan,”Tegasnya.(BN-11)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan