Dinas Kominfo Kota Salahkan Dinas Pendidikan Kota Soal Masalah Ganguan server SPMB Saat Test

Merah Biru Minimalis Berita Kiriman Instagram oke

Editor : Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com: Masalah Server Dan Sistem SPMB Kota Ambon kembali bermasalah saat para calon siswa baru hendak melakukan test ujian masuk serempak di seluruh sekolah tingkat SMP yang ada di Kota Ambon pada Sabtu 14 Juni 2025.

Bacaan Lainnya

Dari hasil pantauan media Bedahnusantara.com pada sejumlah besar sekolah tingkat SMP yang ada di Kota Ambon saat proses test masuk berlangsung, ternyata mengalami gangguan sistem dan server secara serentak dan itu menjadi kendala bagi anak-anak yang akan mengikuti tes untuk mendaftar masuk sekolah SMP.

sepeti di ketahui, sejumlah besar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Ambon yang melakukan test serempak mengalami gangguan server dan tidak bisa di akses sama sekali sejak pukul 09:00 WIT – 11:00 WIT.

Ternyata hal tersebut kemudian menimbulkan berbagai kepanikan dan keresahan dari masyarakat yang notabene orang tua wali murid, yang terpantau mengantarkan anak-anak mereka untuk mengikuti test masuk serempak dan menunggu di lingkungan sekolah hingga anak-anak mereka menyelesaikan test masuk.

Dari hasil konfirmasi dengan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Ambon Ronal Lekransy menyatakan gangguan ini bukan kewenangan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Ambon di mana sistematika tes untuk SPMB merupakan kewenangan Dinas Pendidikan Kota Ambon,”

” Jadi Beta sudah laporkan proses ini ke pak wali dan pak kadis pendidikan tapi masih kegiatan yah. Jadi tadi sudah berkoordinasi dengan para Kabid di dinas pendidikan juga oleh karena itu untuk masalah 502 Get way itu terjadi bahwa server mengalami lambatan karena ada banyak proses penguna yang masuk, Itu 502 get way yang trabell tuh jadi Beta su jelaskan, nah kalo dari sisi Diskominfo jaringan dan server itu postingannya tidak ada masalah,” ungkapnya Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Ambon saat di wawancarai Bedahnusantara.com, via Tlp, Sabtu (14/6/2025).

Lekransy mengakui, Server dan pengembangan aplikasi SPMB ini di kembangkan secara langsung oleh dinas pendidikan, jadi semua skenario tes di tentukan oleh Dinas Pendidikan Kota Ambon.

“jadi Katong cuma bisa serahkan bahwa skenario tesnya bisa berubah mungkin per sonasi misalnya. Buat dinas pendidikan supaya mungkin tidak terjadi lonjakan siswa yang masuk untuk tes dalam waktu bersamaan,” imbuh nya.

Lanjutnya, Sampai pagi ini untuk tanggung jawab dinas Kominfo jaringan dan server postingan nya tidak ada masalah jadi ini hanya soal lonjakan pengguna saja yang mengakibatkan terjadinya Delay.

“Jadi sebenarnya semua bisa masuk tetapi ketika ada yang sudah selesai tes kan informasi dari dinas pendidikan sudah ada yang selesai tes. Kita harap informasi ini bisa disampaikan supaya bisa menenangkan orang tua bahwa dinas pendidikan sementara berkoordinasi untuk memberikan solusi,” tuturnya.

Dia menambahkan, Jadi untuk masalah ini harus berkoordinasi dengan dinas pendidikan yang pasti dari tanggung jawab dinas Kominfo sendiri saya sudah sampaikan pertimbangan teknis kesana.

“Jadi semua sudah terkoordinasi dan ada sebagian orang tua dan teman-teman katong sudah sampaikan juga kepada teman-teman dan itu juga sementara di bicarakan dengan teman-teman media yang lain karena itu juga di tanya dan itu juga bisa di klarifikasi dengan demikian. Solusinya tadi Beta sampaikan tapi itukan bukan kewenangan teknis ada di katong soal mekanisme seleksi Itu adalah kewenangan dinas pendidikan yang pasti secara tangung jawab kami jaringan dan postingan nya tidak ada masalah makanya tesnya bisa berjalan,” tutup nya.

padahal seperti di ketahui, pada tanggal 11 juni 2025 yang lalu, dengan tegas dan pasti , bahwa pada 11 Juni 2025 pukul 12:50 WIT, layanan situs pendaftaran siswa baru (SPMB) kota Ambon sudah dapat di akses kembali oleh publik,

” Pemulihan ini membuktikan bahwa proses perbaikan berjalan sesuai jadwal teknis dan di tangani secara profesional oleh tim teknis KominfoSandi,” Tegas Lekeransy.

“Gangguan yang terjadi berhasil diatasi dalam waktu kurang dari satu hari, tepatnya sekitar 17 jam 50 menit, menunjukan kesiapsiagaam dan respons cepat Dinas Kominfo Sandi dalam menjaga kelancaran pelayanan publik secara digital,” Ungkapan Ronald Lekeransy Kadis Kominfo Sandi Kota Ambon secara bangga

Akan tetapi kini saat terjadi gangguan Server dan sistem pada SPMB Kota Ambon, saat test masuk serempak berlangsung dan tidak dapat tertangani, hingga menyebabkan proses test serempak tersebut mesti dihentikan karena tidak ada kepastian kapan bisa di perbaiki.

Dinas Kominfo Sandi Kota Ambon, malah dengan bangga menyalahkan Dinas Pendidikan Kota Ambon, atas gangguan server dan sistem SPMB Kota Ambon yang tidak bisa di akses, saat test serempak berlangsung. Sungguh aneh memang tapi itulah fakta yang terjadi.

Hingga berita ini di publikasi, Pihak Dinas Pendidikan kota Ambon belum memberikan konfirmasi apapun, meski telah coba di hubungi. (BN-04)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan