Berjuang Jalankan Program Operasi Pasar, Namun Para Petugas Tidak Diperhatikan Oleh Dinas

Operasi Pasar

Ambon, Bedahnusantara.com: Demi membantu pemulihan ekonomi masyarakat, dan membangun jaring pengaman bagi masyarakat yang kurang mampu, maka pemerintah mencoba memberikan topangan bagi masyarakat kurang mampu serta yang berstatus sebagai masyarakat ekonomi lemah, akibat dari serangan Covid-19.

Hal itu juga yang coba dilakukan oleh pihak Pemerintah Daerah Kota Ambon, lewat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kota Ambon, dengan menggelar operasi pasar pada sejumlah desa dan kelurahan yang ada di Kota Ambon.

Bacaan Lainnya

Program Operasi pasar ini juga dimaksudkan untuk membantu masyarakat yang tidak mampu memenuhi kebutuhannya menjelang Natal dan Tahun baru, sebagai dampak dari kenaikan harga bahan kebutuhan pokok.

Adapun komoditi yang ditawarkan oleh pihak Disperindag Kota Ambon dalam Operasi Pasar ini antara lain; Beras dengan ukuran 5 Kg, yang dijual seharga 50 Ribu Rupiah, Minyak Goreng 1 Liter dengan harga 13 Ribu Rupiah, Gula Pasir seharga 10 Ribu Rupiah untuk 1 Kg, Bawang Merah dan Bawang Putih, yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Akan tetapi program yang mulia ini, kemudian harus menjadi miris, dikala para ASN yang bertugas dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kota Ambon, ternyata tidak mendapat dukungan teknis dan dana Operasional dalam menjalankan tugas mulia ini.

Berdasarkan hasil identifikasi oleh media Bedahnusantara.com, sejumlah ASN yang menjadi petugas menyatakan bahwa: Selama operasi pasar yang dilakukan, dengan menyambangi setiap desa kelurahan untuk menawarkan berbagai bahan kebutuhan pokok yang ada, mereka harus berjalan memasuki setiap desa kelurahan dalam cakupan lima kecamatan di Kota Ambon, akan tetapi perjuangan dan kerja keras mereka ini tidak didukung oleh dana operasional yang memadai.

” kami menjalankan program operasi pasar ini dari setiap desa dan kelurahan yang ada pada lima kecamatan, dan kemudian akan terus dilakukan sampai dengan akhir tahun 2022,” Ungkap sejumlah ASN yang enggan disebutkan identitasnya.

Dijelaskan oleh mereka, kami menjalan tugas operasi pasar ini sejak bulan September, November dan akan lebih banyak lagi dilakukan di bulan Desember yang kemudian akan ditutup pada akhir bulan Desember 2022.

” dari Tanggal 22 September sampai dengan 14 November 2022 operasi pasar, dilakukan menggunakan pola harga distributor, Tanggal 17 November sampai dengan 09 Desember 2022 operasi pasar memakai harga subsidi dari pemerintah, dan nanti akan dilanjutkan pada tanggal 19 – 22 Desember 2022 degan harga subsidi pemerintah. Akan tetapi selama ini kami menanggung semua hal yang menjadi kebutuhan operasional secara mandiri atau tidak dibantu oleh dinas,” Ungkap mereka.

Bahkan yang paling mengenaskan adalah para ASN ini terkesan diabaikan, yang menyebabkan mereka harus merogoh kantong masing-masing baik untuk membiayai makan dan minum, juga untuk hal lainnya yang dibutuhkan demi memperlancar program operasi pasar ini.

” katong kerja keras, lelah dan terkadang lemas, akan tetapi kami sama sekali tidak diperhatikan. Jangankan untuk biaya operasional, beli aqua saja kami harus pakai dana sendiri,” Terang mereka.

Oleh sebab itu, kata mereka, jika ada pihak yang menyampaikan bahwa kami mendapatkan honor yang banyak dalam program operasi pasar ini, maka kami mau menyatakan bahwa kami sungguh sangat menderita dan tidak mendapatkan seperti apa yang disampaikan oleh publik.

” kalau soal upah, kami sudah tidak tahu lagi, sebab untuk membeli aqua saja kami haru pakai dana sendiri, maka untuk memikirkan upah atau honor, kami sungguh tidak sanggup untuk berharap lagi,” Tegas mereka. (BN-03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan