Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Bencana Tsunami adalah salah satu yang paling berbahaya di dunia, sebab selain sulit terdeteksi secara dini, Bencana Tsunami sering kali terjadi hampir bersamaan dengan bencana alam lainnya seperti gempa bumi.
Oleh sebab itu jika tidak terdeteksi sejak dini, bencana alam Tsunami ini akan dapat menyebabkan banyak kerugian yang mesti di tanggung oleh manusia (Masyarakat).
Akan tetapi walaupun berbahaya sebagai sebuah bencana alam, Tsunami juga telah menjadi sebuah bahan penelitian Ilmiah oleh sejumlah lembaga dan peneliti dunia. termasuk salah satunya yakni; Tim periset Tsunami dari “Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala”.
Kehadiran Tim periset tsunami dari Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala di kota Ambon pada hari Senin tanggal 25 September 2023 yang di terima oleh Pejabat Walikota Ambon, Dr. Bodewin M. Wattimena, M.Si di.
Kahdiran Tim periset tsunami dari Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala di Kota Ambon, tepatnya di Kantor Walikota Ambon dalam rangka melaporkan progres riset tsunami di Kota Ambon.
Sebab selama ini Tim periset bersama TDMRC, Universitas Pattimura, dan beberapa perwakilan Organisasi Perangkat Daerah Kota Ambon telah melakukan penelitian terkait upaya integrasi tsunami ke dalam tata ruang Kota Ambon sejak tahun 2022.
Dalam laporannya kepada Pejabat Walikota Ambon, tim periset yang dipimpin oleh Prof. Dr. Syamsidik menyampaikan beberapa capaian penting seperti telah tersedianya WebGIS yang memuat informasi tata ruang Kota Ambon dan tsunami.
Di tempat yang sama Sekretaris Kota Ambon, Drs. Agus Ririmasse, AP., M.Si turut pula hadir dan menyambut baik kelanjutan progres yang disampaikan oleh tim periset gabungan tersebut.
Tidak hanya sebatas melakukan penelitian da Riset, Tim periset tersebut juga telah menyampaikan rencana mereka untuk pelaksanaan diskusi terfokus (Focus Group Discussion/FGD) guna menyerap berbagai aspirasi dan membahas masukan dari berbagai pihak di Kota Ambon.
Hal tersebut dimaksudkan untuk menyikapi persoalan dan masukan terkait sistem informasi spasial tsunami yang telah akan dan telah di bangun oleh tim periset ini, yang peluncurannya pada tanggal 27 September 2023 nanti di Kota Ambon.
Dalam rencananya, Bapak Walikota Ambon akan secara langsung menghadiri dan memberikan kata sambutan sekaligus membuka acara yang akan berlangsung setengah hari tersebut.
Sementara itu, Walikota Ambon dalam kesempatan tersebut menyatakan sangat berterima kasih dan mengapresiasi upaya para periset baik yang berada di Ambon maupun dari Aceh yang telah secara konsisten membangun riset-riset yang berguna bagi perencanaan pembangunan di Kota Ambon.
Sedangkan pada bagian informasi, pihak Dinas Kominfo Kota Ambon yang di waliki oleh Sekretaris Dinas, Ronald H. Lekransy, ST., M.Si menyatakan rasa kegembiraannya saat melihat sistem informasi spasial tsunami yang telah dibangun.
Bahkan di hadapan Walikota Ambon, beliau menyarankan agar sistem yang telah dibangun dapat diintegrasikan dengan sistem informasi dan website yang dikelola oleh Pemerintah Kota Ambon.
Pihak TDMRC dan para peneliti lewat koordinator periset menyatakan akan mengkaji kesiap siagaan masyarakat dan mekanisme evakuasi warga Kota Ambon yang akan dilaksanakan oleh Dr. Rina Suryani Oktari dari USK bersama Dr. Ferad Puturuhu dari Universitas Pattimura.
Diharapkan dari kajian tersebut akan diketahui pilihan-pilihan moda dan waktu evakuasi Tsunami di Kota Ambon dan rekomendasi penguatannya. Yang nantinya kajian tersebut juga akan di integrasikan ke dalam sistem informasi geospasial yang telah dibangun oleh tim.
Penelitian ini sendiri didukung pula oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) USK melalui Program Penelitian Unggulan USK (PUU) tahun 2023.
Sehingga pada akhir tahun ini, diharapkan sistem informasi geospasial yang telah dibangun dapat diakses oleh pemerintah dan masyarakat secara luas.
Pada akhir pertemuan Bapak Walikota Kota Ambon berharap kerja sama yang telah berlangsung antara para periset di Kota Ambon dan Banda Aceh ini dapat terus berlanjut dan semakin kuat.
Beliau juga mengutarakan agar OPD Kota Ambon dapat bersinergi menjadikan Kota Ambon menjadi kota yang tangguh terhadap bencana.
Turut mendampingi kunjungan ini adalah Dr. Ferad Puturuhu dari Universitas Pattimura yang juga merupakan tokoh penting dalam pengurangan risiko bencana di Provinsi Maluku dan Teuku Andri Renaldi ST dari TDMRC USK. (BN-04)





