Ambon, Bedahnusantara.com: Seni teater adalah salah satu bentuk pertunjukan yang merupakan bagian dari cara seseorang atau kelompok dalam mempresentasikan apa yang menjadi bentuk kehidupan mereka.
![]() |
| Semy Toisuta |
Bahkan dunia seni peran modern saat ini tidaklah terlepas dari seni teater sebagai tonggak awal lahirnya seni pertunjukan dan peran.
Dan untuk menjadikan seni teater sebagai media pendidikan alternatif, Kantor Taman Budaya Provinsi Maluku menggelar workshop teater tahun 2019.
Kepala Kantor Taman Budaya Provmal Semy Toisuta mengatakan, workshop teater bertujuan untuk menumbuhkembangkan rasa cinta terhadap seni teater di semua kalangan pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum dan meningkatkan wawasan seniman teater.
“Kita ingin meningkatkan daya apresiasi masyarakat dalam bidang kebudayaan dan kesenian khususnya tentang seni teater,” ujarnya kepada wartawan di Taman Budaya.
Dia mengakui, workshop teater akan dilaksanakan pada tanggal 2 hingga 4 Desember yang berlangsung di taman budaya provinsi Maluku dengan tema teater dalam arus pemajuan kebudayaan nasional.
“Kita ingin meningkatkan pelestarian, pembinaan, pengembangan dan pemanfaatan seni budaya,” paparnya.
Workshop teater kata dia, akan melibatkan sejumlah peserta di antaranya bengkel sastra Maluku, bengkel sastra batu karang, sanggar seni cakadidi, sanggar boyratan, sanggar wirana, sanggar seni embun dan lain sebagainya.
“Kita libatkan sanggar maupun guru pembina dan peserta yang ada di seluruh Maluku Maluku,” ucapnya.
narasumber yang akan dilibatkan dalam workshop ini berasal dari pemerhati dan tradisi teater dan musik.
“Kita hadirkan direktur kesenian dan kebudayaan kementerian pendidikan dan kebudayaan republik Indonesia selaku keynote speaker Reatu Gunawan, akademi dan pemerhati teater Mariana Lewier, akademisi Erik Alfons dan pemerhati Rudi fofid,” terangnya.(BN-02)






