Ambon, Bedahnusantara.com: Pada tahun 2020, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfosandi) Kota Ambon telah memasang WiFi pada 15 titik yang tersebar dalam kota Ambon, guna menunjang Ambon sebagai Smart City.
![]() |
| Wenno: Dampak Program Ambon Smart City Perlu Dikaji Lebih Dalam |
Berbagai respon dan tanggapan mulai timbul dikalangan masyarakat pasca pencetusan program ini.
Jack Wenno salah satu praktisi hukum dan juga tokoh masyarakat mengungkapkan pendapatnya terkait program ini.
Kepada media ini Wenno menerangkan, pada prinsipnya tujuan Pemerintah Daerah adalah ingin membuat Ambon menjadi kota cerdas dan kita semua pasti mendukung.
Akan tetapi Langkah Pemkot Ambon degan memasang wifi pada 15 Titik dengan tidak diketahui terkait operasi wifi ini full time atau sampai jam tertentu inilah yang menjadi hal baru yang mesti diperhatikan.
Selain itu lanjutnya, jikalau kemudian pengoperasian WiFi ini Full time atau tanpa batas waktu maka Pemerintah Kota Ambon mesti mulai memikirkan dampak dari pelaksanaan sistem ini.
” Dari sisi positif tentunya bagi saya pengoperasian WiFi gratis ini akan sangat membantu adik-adik kita, yang duduk di bangku sekolah maupun di tingkatan mahasiswa dalam hal mengakses informasi bagi kepentingan pendidikan mereka (tugas sekolah dan kampus).Akan tetapi Pemkot juga mesti menyikapi dampak negatifnya, yakni pengoperasian full time ini akan mempengaruhi jam-jam belajar mereka, sebab bukan rahasia lagi bahwa, pengaruh internet bagi anak-anak saat ini sangat memprihatinkan,” Ujarnya.
Lebih lanjut diterangkannya, Berbagai hal harus diperhatikan, dikaji dan diteliti dengan baik, sehingga dampak buruk dari program ini tidaklah terjadi.
” berbagai hal buruk mesti dikaji dengan cermat dan baik, sebab pengaruh Internet hari ini terhadap generasi kita sangatlah luar biasa, sehingga yang menjadi kekhawatiran kami adalah timbulnya sikap yang buruk dari anak-anak kita pasca program ini diterbitkan. ambil misal ketika ada tugas dari sekolah atau kampus dan itu perlu dicari lewat Internet, maka bisa saja dengan alasan pergi buat tugas tersebut yang ternyata hanya membutuhkan waktu satu jam saja, akan tetapi anak-anak kita malah menipu orang tua mereka dengan mengatakan bahwa tugasnya banyak sehingga butuh waktu lama untuk mencari di Internet. Padahal yang sebenarnya terjadi adalah mereka menggunakan fasilitas ini untuk bermain game dan lain sebagainya, apalagi jika kemudian alasan mengerjakan tugas tersebut melibatkan juga teman-teman yang lainnya” Terangnya.
Disisi lain tambahnya, Pemerintah Kota Ambon, juga mesti memperhatikan dampak buruk lainnya yang timbul akibat dari program ini, yakni terkait berkumpulnya para anak-anak kita pada lokasi-lokasi yang telah dipasangkan fasilitas WiFi gratis ini.
” Semua pihak harus bekerja sama dalam memperhatikan hal ini, baik itu Kepolisian, Satpol PP, Babin Kamtibmas, Koramil dan bahkan tokoh Pemuda dan Masyarakat. untuk bersama-sama membantu mengawasi areal-areal tersebut agar para siswa dan mahasiswa boleh berada di lokasi tersebut hanya sampai jam tertentu saja, sebab jika terkontrol maka menurut saya hal ini bisa mengakibatkan sikap dan moral dari para adik-adik siswa dan mahasiswa kita akan menjadi tidak terkontrol dan kemudian tempat-tempat tersebut malah berubah menjadi sarang kejahatan,” Tutupnya. (BN-07)






