Jakarta, Bedahnusantara.com: Segala sesuatu yang dibutuhkan dalam persiapan penutupan lokalisasi Tanjung Batu Merah (TBM) telah rampung. Berbagai persiapan termasuk koordinasi dengan Menteri Sosial Republik Indonesia telah terlaksana dengan baik. bahkan pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian Sosial RI juga mendapat respon positif.
![]() |
| Semua Telah Rampung Lokalisasi TBM Siap Ditutup |
Suasana Pertemuan Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, bersama Menteri Sosial berlangsung penuh kekeluargaan. Bahkan untuk menghargai kedatangan Walikota Ambon, Menteri Sosial secara langsung memerintahkan semua staf yang berkaitan dengan penutupan lokalisasi segera bertindak, termasuk persiapan pencairan biaya pemberdayaan PSK.
Di depan Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, Menteri Sosial, Juliari Piter Batubara seusai pertemuan menegaskan, Kementerian Sosial siap memberikan uang pemberdayaan kepada para PSK tanjung batu merah masing-masing sebesar 6 (enam) juta rupiah.
“Saya sudah perintahkan Kepala Biro Keuangan Kementerian Sosial agar segera memasukan surat permohonan pencairan agar saya tanda tangani. Saya minta untuk besok sudah harus saya tanda tangani, agar segera dicairkan, agar penutupan lokalisasi tanjung batu merah secepatnya bisa dilakukan,” tambahnya.
Seperti diketahui, salah satu alasan tertundanya penutupan lokalisasi TBM dikarenakan belum terealisasinya anggaran pemberdayaan bagi para PSK yang nantinya akan disalurkan kepada para PSK melalui rekening masing-masing.
Mengingat pembacaan deklarasi penutupan lokalisasi TBM dihadapan pihak Kementerian menjadi salah satu poin penting saat penutupan lokalisasi TBM, maka pihak Kementerian Sosial berjanji akan segera merencanakan kedatangan mereka ke Ambon.
Selain uang pemberdayaan, Kementerian Sosial juga akan memberikan Pendampingan bagi para PSK, jika ingin memulai usaha atau kewirausahaan.
“Jadi bukan saja memberikan uang pemberdayaan, kita juga akan melakukan pendampingan dan pelatihan bagi mereka, agar mereka nantinya jika sudah pulang ke kampung halaman, tidak kembali lagi menjadi PSK,” ungkapnya.
Ditempat yang sama Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy dalam pertemuan tersebut mengungkapkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon sudah sangat siap untuk memulangkan para PSK ke kampung halamannya masing-masing.
“Pemkot Ambon siap menanggung tiket pesawat bagi para PSK yang akan kembali ke kampung halamannya, dan akan di kawal atau didampingi oleh staf Pemkot Ambon dari Dinas Sosial dan Satpol PP,” tegas Walikota.(BN-O2)






