Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menghadiri kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia secara daring, bertempat di Balai Diklat Pertanian Provinsi Maluku, Selasa (7/1/2026).
Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan nasional. Hal ini sejalan dengan komitmen Indonesia sebagai negara agraris yang terus berupaya mewujudkan swasembada pangan, khususnya pada komoditas strategis seperti padi, jagung, dan kedelai.
Menurut Wattimena, keikutsertaan Kota Ambon dalam kegiatan nasional tersebut merupakan bentuk dukungan nyata sekaligus upaya mendokumentasikan capaian sektor pertanian daerah, khususnya Kota Ambon, untuk dapat dipublikasikan kepada masyarakat. Kegiatan panen raya ini juga menjadi wujud nyata keberhasilan program peningkatan produktivitas pertanian di tingkat daerah maupun nasional.
“Pengumuman status swasembada pangan ini diharapkan dapat memberikan informasi yang transparan dan akuntabel kepada masyarakat, sekaligus memotivasi para pelaku utama dan pelaku usaha pertanian untuk mempertahankan serta meningkatkan produktivitas ke depan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kota Ambon turut berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan melalui pengembangan padi gogo dengan luasan sekitar 12 hektare, serta potensi tanaman pangan lain berupa umbi-umbian dan jagung yang tersebar di sejumlah wilayah. Di antaranya Dusun Airlou seluas dua hektare dengan pertumbuhan mencapai 70 persen dan siap panen, Dusun Karang-Karang Desa Poka seluas dua hektare yang siap panen pada Januari 2026, Dusun Batu Tagepe Desa Poka seluas dua hektare dengan rencana panen Februari 2026, serta Dusun Kahena Negeri Batumerah seluas 0,5 hektare yang direncanakan panen pada Maret 2026.
Wattimena mengakui bahwa Kota Ambon hingga saat ini belum sepenuhnya mandiri dalam hal ketersediaan pangan, karena masih bergantung pada suplai dari daerah lain. Oleh sebab itu, dibutuhkan peran aktif seluruh pihak, terutama para pendamping, penyuluh pertanian, dan petani yang selama ini telah berkontribusi besar dalam upaya mewujudkan swasembada pangan di Kota Ambon.
Pemerintah Kota Ambon, lanjutnya, mendukung penuh kegiatan panen raya dan pengumuman swasembada pangan nasional tahun 2026. Meski memiliki keterbatasan lahan, Kota Ambon tetap berupaya menghadirkan inovasi pertanian, salah satunya melalui budidaya padi gogo.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para petani yang telah bekerja keras menyiapkan pangan bagi masyarakat, serta kepada para penyuluh pertanian yang meskipun telah beralih status kepegawaian ke Kementerian Pertanian RI, diharapkan tetap memberikan dedikasi terbaik bagi Kota Ambon.
Secara khusus, Wali Kota turut mengucapkan terima kasih kepada Dandim 1504 Ambon beserta jajaran, serta Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease dan jajarannya, atas dukungan dan pendampingan luar biasa terhadap pengembangan padi gogo dan jagung.
“Ini menjadi contoh nyata bagaimana kerja kolaboratif dan sinergi seluruh pihak dapat memperkuat ketahanan pangan di Kota Ambon dan mendukung swasembada pangan secara nasional,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memanfaatkan lahan dan komoditas unggulan secara produktif, serta menjadikan sektor pertanian sebagai profesi yang menjanjikan dan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan sampingan. (BN Grace)





