Tegas Wujudkan Kota Bersih, DLHP Ambon Bangun COLECTION POINT di Empat Kecamatan

IMG 20251104 WA0008

 

Ambon, Bedahnusantara.com – Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola persampahan yang lebih tertib dan berkelanjutan. Melalui langkah tegas, DLHP membangun 20 titik COLECTION POINT di empat kecamatan — Sirimau, Nusaniwe, Baguala, dan Teluk Ambon — sebagai bagian dari program penataan Tempat Penampungan Sementara (TPS) agar lebih rapi, higienis, dan ramah lingkungan.

 

Kepala DLHP Kota Ambon, Apries Gaspersz, mengatakan bahwa pembangunan koleksi poin ini merupakan upaya sistematis untuk memperbaiki tata kelola persampahan dari tingkat lingkungan hingga ke tempat pembuangan akhir.

 

“Kami sedang menata TPS-TPS yang ada di Kota Ambon dengan membangun 20 COLECTION POINT. Di setiap kecamatan akan ada lima titik. Program ini sudah mulai berjalan dan progresnya terus kami pantau,” jelas Gaspersz saat wawancara di ruang kerjanya, Selasa (4/11/2025).

 

Menurutnya, COLECTION POINT merupakan model TPS modern yang dirancang untuk menggantikan tampilan TPS lama yang terkesan kumuh dan terbuka. “Pembangunan ini bertujuan agar TPS menjadi lebih tertata dan higienis. Nantinya, TPS akan tertutup dan di dalamnya kami tempatkan waste bin untuk pemilahan sampah. Jadi, sampah tidak lagi kelihatan berserakan dan menimbulkan bau tidak sedap,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Gaspersz menjelaskan bahwa program koleksi poin tidak hanya menata aspek fisik, tetapi juga berorientasi pada perubahan perilaku masyarakat terhadap pengelolaan sampah.

“Kami tidak hanya membangun infrastruktur, tapi juga ingin membentuk kesadaran baru di masyarakat untuk memilah dan membuang sampah dengan benar. Semua ini bagian dari menciptakan budaya bersih di Ambon,” tambahnya.

 

DLHP juga berencana melengkapi setiap COLECTION POINT dengan fasilitas pemilahan sampah organik dan anorganik untuk mendukung konsep ekonomi sirkular.

“Dengan sistem ini, sampah bisa dikelola secara berkelanjutan. TPS tidak lagi menjadi sumber pencemaran, tapi bagian dari solusi,” jelasnya.

 

Ia menekankan, pembangunan COLECTION POINT merupakan investasi jangka panjang bagi kebersihan dan estetika kota.

“Kalau program ini berhasil, kami akan memperluasnya ke kecamatan lain. Kami ingin seluruh TPS di Ambon memenuhi standar kebersihan kota yang layak dan modern,” tegas Gaspersz.

 

Melalui langkah tersebut, DLHP Ambon memperlihatkan keseriusan dalam membenahi sistem persampahan dari hulu hingga hilir — mulai dari pengendalian sampah di sungai hingga penataan TPS. Program ini diharapkan mampu mewujudkan Ambon sebagai kota yang bersih, tertib, dan berdaya lingkungan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup warganya.

 

“Ambon harus jadi contoh kota yang peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Itu komitmen kami,” tutup Gaspersz dengan optimis. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan