Ambon, Bedahnusantara.com — Menindaklanjuti himbauan resmi dari Polsek Nusaniwe, pihak SD Negeri 8 Ambon mengambil langkah nyata dengan mengimbau seluruh siswa untuk mengumpulkan basoka atau senjata mainan berbentuk pelontar ke sekolah. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mendukung terciptanya suasana aman, tertib, dan kondusif di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.
Kepala Sekolah SD Negeri 8 Ambon, Jonna Takaria, menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung langkah yang ditempuh oleh Polsek Nusaniwe. Menurutnya, himbauan tersebut merupakan bentuk kepedulian aparat terhadap keselamatan anak-anak serta keamanan lingkungan pendidikan.
“Kami menyambut baik himbauan dari Polsek Nusaniwe. Ini adalah langkah yang sangat positif untuk menumbuhkan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga ketertiban dan menjauhkan diri dari hal-hal yang berpotensi menimbulkan bahaya, meskipun dalam bentuk permainan,” ujar Jonna Takaria saat di wawancarai via tlp, Senin (3/11/2025)
Ia menjelaskan, pihak sekolah telah menginstruksikan para wali kelas untuk memberikan penjelasan kepada siswa mengenai alasan dan tujuan pengumpulan basoka. Keterlibatan guru-guru lainnya turut mengimbau agar anak-anak tidak lagi membawa atau menggunakan basoka dalam kegiatan bermain, baik di rumah maupun di lingkungan sekolah.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa tidak semua permainan aman dimainkan tanpa pengawasan. Ini juga bagian dari pendidikan karakter dan disiplin,” tambah
Seluruh siswa diminta membawa basoka yang mereka miliki di rumah untuk dikumpulkan di sekolah. Nantinya, pihak sekolah akan mendata dan menyerahkan barang-barang tersebut secara simbolis kepada pihak kepolisian sebagai bentuk dukungan terhadap program pembinaan anak dan pelajar di wilayah hukum Polsek Nusaniwe.
Melalui himbauan tertulis, Kapolsek Nusaniwe menekankan pentingnya peran orang tua dan guru dalam mengawasi aktivitas anak-anak, terutama penggunaan mainan yang menyerupai senjata api. Hal ini untuk mencegah terjadinya kesalahpahaman, cedera, maupun gangguan ketertiban di masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Takaria berharap dapat menumbuhkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjaga keamanan dan tertib sosial di lingkungan sekitar. Langkah ini juga menjadi bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan aparat keamanan dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, dan peduli terhadap lingkungan sosialnya. (BN Grace)





