Langkah Nyata DLHP Kolaborasi Internasional Hadang Sampah Menuju Teluk Ambon

IMG 20251104 WA0007

 

 

Ambon, Bedahnusantara.com – Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) terus berupaya menekan pencemaran lingkungan, khususnya di wilayah Teluk Ambon. Salah satu langkah nyata yang kini dilakukan adalah proyek pemasangan mesh boom di tiga sungai besar, yakni Sungai Galala, Sungai Waiheru, dan Sungai Mardika. Proyek ini merupakan hasil kerja sama antara DLHP dengan Offtaker PT. Maluku Lestari Abadi (MLA) dan lembaga lingkungan asal Belanda, Clear Rivers.

 

Kepala DLHP Kota Ambon, Apries Gaspersz, menjelaskan bahwa inisiatif ini muncul dari keprihatinan bersama terhadap kondisi sungai yang menjadi jalur utama aliran sampah menuju Teluk Ambon.

“Pemasangan mesh boom ini merupakan langkah konkret untuk menghalangi sampah agar tidak mencemari Teluk Ambon. Setelah tertahan oleh jaring, sampah akan diangkat secara berkala dan dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” jelas Gaspersz saat ditemui di Ruang kerjanya, Selasa (4/11/2025).

 

Ia menambahkan bahwa proyek ini sekaligus menjadi bentuk kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, pihak swasta, dan lembaga lingkungan internasional.

“Kerja sama ini merupakan model kemitraan yang positif. PT. MLA bergerak di bidang daur ulang plastik, sehingga mereka membutuhkan bahan baku dari sampah plastik yang terkumpul di lapangan. Sementara Clear Rivers memberikan dukungan teknis dan teknologi pengendalian sampah di sungai,” terangnya.

 

Menurut Gaspersz, proyek ini telah dimulai sejak 27 Oktober 2025 dengan pemasangan awal di Sungai Waiheru. Dua lokasi lainnya — Sungai Galala dan Sungai Mardika — akan menyusul dalam waktu dekat.

“Sebenarnya, DLHP tahun ini tidak memiliki anggaran khusus untuk kegiatan ini. Tapi karena ada niat baik dari PT. MLA dan Clear Rivers, kami sambut dengan tangan terbuka. Ini adalah wujud nyata kolaborasi dalam menyelesaikan persoalan sampah yang sudah lama menjadi tantangan di Kota Ambon,” ujarnya.

 

Pemasangan mesh boom ini dinilai strategis karena tiga sungai tersebut menjadi jalur utama aliran air dan sampah dari kawasan padat penduduk menuju Teluk Ambon. Dengan adanya penghalang ini, diharapkan volume sampah yang masuk ke laut dapat berkurang secara signifikan.

“Setiap harinya, ratusan kilogram sampah mengalir ke laut melalui sungai. Kalau kita bisa tahan di hulu, berarti kita menyelamatkan ekosistem di hilir,” kata Gaspersz.

 

Ia juga menjelaskan bahwa sampah yang tertahan oleh mesh boom akan disortir sebelum dibawa ke TPA.

“Sampah organik dan non-plastik akan dibawa ke TPA, sementara sampah plastik akan kami kirim ke PT. MLA untuk diolah lebih lanjut. Prinsipnya, semua sampah harus dikelola dengan pendekatan ekonomi sirkular agar tidak menambah beban lingkungan,” tuturnya.

 

Lebih jauh, Gaspersz berharap kerja sama dengan PT. MLA dan Clear Rivers dapat menjadi pintu masuk bagi pihak-pihak lain yang memiliki kepedulian serupa.

“Ke depan, kami ingin berbagai komponen masyarakat, mulai dari komunitas lingkungan, kampus, hingga pelaku usaha, ikut mengambil peran. Masalah sampah bukan hanya tanggung jawab DLHP, tapi tanggung jawab kita semua sebagai warga kota,” tegasnya.

 

Proyek ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di sungai. DLHP berencana melakukan kampanye edukasi lingkungan secara paralel agar pemasangan mesh boom berjalan seiring dengan perubahan perilaku warga.

“Kalau masyarakat sadar dan ikut menjaga, maka teknologi seperti ini bisa bertahan lama dan memberikan manfaat maksimal. Kami ingin Teluk Ambon kembali bersih dan menjadi kebanggaan kita bersama,” pungkas Gaspersz.

 

Dengan hadirnya mesh boom di tiga titik strategis sungai, Pemerintah Kota Ambon optimistis upaya ini akan menjadi tonggak awal menuju pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Ambon sebagai kota pesisir yang peduli lingkungan dan berkomitmen terhadap pelestarian Teluk Ambon. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan