Semua Pihak Harus Kawal Pelaksanaan Kurikum 2013

Drs.%2BJan%2BMahulette%2C%2BMM.Pd%2B1
Drs. Jan Mahulette, MM.Pd

Ambon, Bedah Nusantara.Com:  Sejak sekolah mulai berputar mulai tanggal 4 Agustus 2014 sampai saat ini proses pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013 sudah mulai dilaksanakan pada SMP Negeri 6 Ambon.

Buku-buku yang sudah dikirim oleh Pemerintah Pusat pada sekolah ini baru hanya mata pelajaran Agama untuk semua agama, baik untuk siswa maupun untuk guru namun buku Agama Khatolitik belum ada.

Demikian penjelasan Kepala SMP Negeri 6 Ambon Drs. Jan Mahulette, MM.Pd kepada Tribun-Maluku.Com diruang kerjanya Senin (25/8/2014).

Menurut Mahulette, buku-buku untuk 8 mata pelajaran lain belum ada selain mata pelajaran Agama, sehingga pihak sekolah mengantisipasinya dengan mengcopy materi pelajaran di CD dan diserahkan kepada guru mata pelajaran untuk digandakan kepada siswa, sebagai referensi dalam proses pembelajaran.

Pihak sekolah tidak menutup kemungkinan bagi para siswa dan orang tua untuk mencari buku-buku lain yang cocok dengan kurikulum 2013, mengantisipasi buku yang sampai saat ini belum ada kejelasan kapan datangnya.

Dikatakan, materi mata pelajaran yang digandakan sesuai dengan kebijakan pihak sekolah dan selain hal itu dilakukan di SMP Negeri 6 Ambon, juga pada 57 sekolah di Kota Ambon.

Materi itu bisa dicopy dan bisa juga digandakan dalam bentuk CD sehingga dapat diakses setiap hari oleh guru dan siswa.

SMP Negeri 6 Ambon tidak mengalami masalah walaupun 8 buku mata pelajaran belum ada karena materi sudah digandakan dalam bentuk CD, karena proses pembelajaran di kelas pada sekolah ini sudah berbasis ICT, sehingga baik guru maupun siswa sudah membawa leptop  agar secara otomatis dapat diakses.

Sebagai Ketua MKKS Kota Ambon Mahulette katakan,  pelaksanaan kurikulum 2013 maupun kurikulum sebelumnya seperti KTSP, dll, maka MKKS mempunyai peranan yang strategis.

Secara umum MKKS membuat program untuk memperkuat pelaksanaan kurikulum ditingkat lapangan, sehingga memperkuat basic kepala sekolah dan guru mata pelajaran.

Pihaknya sudah melaksanakan implementasi kurikulum 2013 selain itu bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Ambon untuk melaksanakan matrikulasi dan pelatihan dengan program in dan on, yang sudah berjalan dimasing-masing klaster.

Ada 9 klaster di Kota Ambon bekerja sama dengan MKKS dan masing-masing klaster akan dipantau oleh tim pengembangan kurikulum tingkat Kota Ambon dan tingkat Provinsi.

Peran MKKS sangat strategis untuk melihat implementasi kurikulum 2013 sampai ke tingkat dasar siswa.

Untuk itu rancangan program pembelajaran harus sesuai dengan kaidah-kaidah dan mekanisme implementasi kurikulum 2013.

Pelaksanaannya dalam proses  pembelajaran betul-betul menggunakan pendekatan sainstivic , salain itu proses penilaian baik penilain proses maupun penilaian akhir  harus menggunakan penilain sainstivic, yang terintegrasi dalam proses penilain sikap, spiritual, ketrampilan dan penilain akademik siswa.

Harapannya, pelaksanaan kurikulum 2013 harus dikawal secara bersama-sama, bukan saja Diknas Provinsi, Diknas Kota Ambon namun peran MKKS, Kepala Sekolah, Guru-Guru Koordinator Mata Pelajaran, Ketua-Ketua MGMP dari tingkat sekolah sampai Kabupaten/Kota, sehingga setiap guru dan siswa tidak marasa asing dengan kurikulum 2013.

Dikatakan, kurikulum ini sangat bagus jika dibandingkan dengan KTSP dan KBK karena sangat tajam dalam proses pendekatan pembelajaran maupun proses penilaian, sehingga kedepan kita akan mendapatkan generasi muda yang berkualitas.(BN-02)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan