![]() |
| Drs. Femmy Sahetapy, M.Si |
Ambon, Bedah Nusantara.Com: Kurikulum 2013 diberlakukan tahun 2014 dengan faktor penunjangnya adalah buku paket. Untuk buku pegangan siswa ada yang sudah dapat dan ada yang belum, serta buku untuk pegangan guru.
Untuk buku yang belum ada maka perlu ada langkah antisipasinya yaitu lihat kurikulum dengan perangkat yang ada dalam struktur kurikulum itu, lihat pokok-pokok bahasan yang harus diajarkan, semuanya itu dicari melalui buku referensi penunjang dan semuanya harus disusun sesuai bahan ajar yang akan disampaikan kepada siswa.
Demikian pendapat Drs. Femmy Sahetapy, M.Si pemerhati pendidikan di daerah ini kepada Tribun-Maluku.Com di ruang kerjanya Senin (25/8/2014).
Untuk tugas Perpustakaan menurut Sahetapy yang adalah Kepala Badan Perpustakaan Provinsi Maluku itu bahwa, Perpustakaan tidak menyediakan buku paket namun hanya menyediakan buku referensi, sehingga ketika guru atau siswa mengalami kesulitan maka harus mencarinya di referensi.
Dikatakan, guru tidak bisa duduk diam dan berdiam diri harus aktif sebab kurikulum 2013 ini menginginkan guru selaku fasilitator dalam proses belajar mengajar, dan siswa mempunyai tugas mencari dan menemukan materi yang diajarkan guru.
Untuk mengantisipasi semuanya itu maka kini sudah ada buku referensi pada Perpustakaan Daerah Provinsi Maluku, tergantung apakah guru dan siswa mau memanfaatkan jasa Perpustakaan ataukah tidak.
Keterlambatan pengadaan buku-buku mata pelajaran kurikulum 2013 di sekolah-sekolah berdampak pada proses belajar mengajar.
Alasannya sederhana, kalau di kota prosesnya gampang dan buku mudah diperoleh di toko-toko buku dan Perpustakaan namun, kalau di kabupaten yang jauh seperti Maluku Barat Daya (MBD) dan Kepulauan Aru apakah hal ini sudah merata atau belum,”tanya Sahetapy dan ini akan mempengaruhi mutu proses belajar mengajar maupun mutu pendidikan.
Untuk itu pihak Perpustakaan Daerah Maluku sudah mengantisipasinya dengan menyediakan buku-buku referensi dengan jumlah judul buku sebanyak 2.500 judul dan 7000 eksemplar.
Dikatakan, daerah sudah siap dengan menyediakan anggran pendidikan hanya tergantung elaborasi kebijakan, karena Perpustakaan Daerah Maluku sudah mengelaborasi kegiatan itu dengan menyediakan 2.500 judul buku referensi dan 7000 eksemplar untuk tahun 2014.
Ditambahkan, jumlah kunjungan ke Perpustakaan terhitung tanggal 4 Agustus hingga 21 Agustus 2014 sebanyak untuk guru 635 orang dan untuk siswa 896 orang, meskipun pihaknya belum melakukan evaluasi tentang dampak dari pada pemberlakuan kurikulum 2013.
Harapanya, yang berkompeten harus berusaha dan tidak bisa duduk diam baik guru, siswa dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, serta mengaktifkan MGMP, MKKS.
Sahetapy mempertanyakan, pada kabupaten-kabupaten yang jauh apakah guru sudah tersosialisasi secara berjenjang dengan baik atau belum ? (BN-02)
